Bisakah Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan Turunkan Angka Obesitas? Begini Penjelasannya

Bimo Aria Fundrika | Fajar Ramadhan | Suara.com

Rabu, 30 November 2022 | 14:55 WIB
Bisakah Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan Turunkan Angka Obesitas? Begini Penjelasannya
Minuman kemasan [shutterstcok]

Suara.com - Penyakit tidak menular (PTM) hingga saat ini masih menjadi perhatian bagi dunia kesehatan. Berbagai PTM seperti obesitas, diabetes, hipertensi, stroke, gagal ginjal, hingga serangan jantung hingga saat ini masih menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia.

Tingginya angka PTM di Indonesia ini didorong karena adanya gaya hidup yang kurang sehat, salah satunya mengonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), persentase penduduk Indonesia yang mengalami obesitas meningkat dalam satu dekade terakhir. Pada 2017 data menunjukkan angka 10,5 persen. Namun, pada 2018 angka tersebut naik menjadi 21,8 persen.

Oleh karena itu, gaya hidup mengonsumsi MBDK ini menjadi perhatian karena bahan-bahan di dalamnya justru memberikan dampak yang tidak baik.

Menanggapi masalah tersebut, Chief of Policy and Research CISDI, Olivia Herlinda mengatakan, adanya kenaikan cukai pada MBDK perlu diterapkan. Menurutnya, dengan menaikkan cukai MBDK akan dapat menekan prevalensi PTM di Indonesia.

Olivia mengatakan, dengan naiknya cukai, ini akan membuat masyarakat mengurangkan konsumsi minuman berpemanis gula maupun buatan dalam kemasan.

“Cukai ini perlu diterapkan secara komprehensif dan serentak ke semua produk MBDK, baik yang berpemanis gula maupun berpemanis buatan, serta produk olahan siap saji. Ini akan mencegah masyarakat mengalihkan konsumsinya,” ucap Olivia dalam diskusi media yang dilaksanakan di Grand Sahid Jaya Hotel, Selasa (29/11/2022).

Kebijakan peningkatan cukai MBDK sebagai upaya penurunan prevalensi PTM ini juga telah diterapkan berbagai negara lainnya, di antaranya:

1. Amerika Serikat.

Peningkatan cukai 20 persen MBDK di Amerika Serikat, diprediksi mampu menurunkan konsumsi masyarakat sebesar 24 persen.

2. Meksiko.

Negara satu ini berhasil menurunkan jumlah penurunan MBDK sebanyak 19 persen dengan penerapan kenaikan cukai.

3. Inggris.

Di Inggris, peningkatan cukai berhasil menurunkan kadar gula masyarakat sebesar 11 persen. Hal ini juga berpengaruh pada industri minuman yang mengatur ulang kadar gula di dalamnya sehingga lebih sehat dan aman bagi masyarakat.

Melihat penerapan di beberapa negara tersebut, yang menjadikan dasar adanya rencana kebijakan agar cukai MBDK dinaikkan. Dengan begitu, konsumsi masyarakat akan lebih berkurang, serta pengaruhnya dengan angka prevalensi PTM di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diteriaki Tukang Korupsi, Anak Buah Sri Mulyani Langsung Diam

Diteriaki Tukang Korupsi, Anak Buah Sri Mulyani Langsung Diam

Bisnis | Senin, 28 November 2022 | 14:22 WIB

Tarif Cukai Naik, Pendemo: Sri Mulyani Tega, Kami Tambah Kejepit

Tarif Cukai Naik, Pendemo: Sri Mulyani Tega, Kami Tambah Kejepit

Bisnis | Senin, 28 November 2022 | 13:01 WIB

Cukai Rokok Naik, Petani Tembakau: Sri Mulyani Tega, Kami Tambah Kejepit!

Cukai Rokok Naik, Petani Tembakau: Sri Mulyani Tega, Kami Tambah Kejepit!

Video | Senin, 28 November 2022 | 13:30 WIB

Terkini

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB