Obat Tradisional Ilegal Berbahaya Bisa Terlihat Secara Kasat Mata? Ini Loh Tandanya!

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 15 Desember 2022 | 20:41 WIB
Obat Tradisional Ilegal Berbahaya Bisa Terlihat Secara Kasat Mata? Ini Loh Tandanya!
Ilustrasi obat ilegal dan berbahaya. (pixabay)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat. Secara kasat mata, obat tradisional yang berbahaya dan ilegal sebenarnya mudah dikenali.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM Dr. Reri Indriani, Apt. M.Si., mengungkapkan, dari klaim yang ditawarkan oleh produk saja bisa terdeteksi apakah obat tradisional aman atau tidak.

"Biasanya dia klaimnya instan, jangan dipercaya. Terus klaimnya kata-katanya tidak sesuai norma yang berlaku, mohon maaf, misalnya memperbesar bagian tubuh tertentu dalam waktu singkat, menurunkan berat badan dalam waktu singkat, memuaskan pasangan, seperti itu," tutur Reri usai acara peluncuran suplemen kunyit dari Herbalife Nutrition di Jakarta, Kamis (15/12/2022).

Menurut Reri, klaim seperti itu biasa digunkan oleh pengedar obat ilegal maupun palsu.

"Jadi edukasi, tips-tips untuk masyarakat suapaya tidak mudah percaya terhadap produk ilegal, tanpa izin edar, atau dipalsukan, atau mengandung bahan kimia obat yang tidak boleh digunakan di obat tradisional," lanjutnya.

Untuk lebih pasti, Reri menyarankan melihat database produk public warning pada situs bpom cekbpom.pom.go.id tentang obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat. Reri menyampaikan bahwa BPOM sendiri sebenarnya telah rutin lakukan pengawasan dan pengecekan secara acak terhadap produk obat tradisional yang beredar di masyarakat.

"Kita dari tahun 2003 sudah melakukan operasi secara khusus untuk pengamanan pasar dari produk-produk yang mengandung bahan kimia obat tersebut, dan tiap tahun ada public warning-nya," ujar Reri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investigasi Gagal Ginjal Anak, Ombudsman: Menkes dan Kepala BPOM Diduga Lakukan Penyimpangan Prosedur

Investigasi Gagal Ginjal Anak, Ombudsman: Menkes dan Kepala BPOM Diduga Lakukan Penyimpangan Prosedur

News | Kamis, 15 Desember 2022 | 20:40 WIB

Saat Terserang Flu, Ini 3 Jenis Buah yang Bisa Dikonsumsi

Saat Terserang Flu, Ini 3 Jenis Buah yang Bisa Dikonsumsi

Your Say | Kamis, 15 Desember 2022 | 18:33 WIB

Cara Ampuh Sembuhkan Mata Minus Resep dr.Zaidul Akbar, Pakai Air Ajaib Ini Sambil Lakukan Hal Ini

Cara Ampuh Sembuhkan Mata Minus Resep dr.Zaidul Akbar, Pakai Air Ajaib Ini Sambil Lakukan Hal Ini

| Kamis, 15 Desember 2022 | 13:00 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB