Mengerikan! Lorong Rumah Sakit Penuh Oleh Pasien Covid-19, Jasad Korban Dibiarkan Bergelimpangan

M. Reza Sulaiman | Fajar Ramadhan | Suara.com

Selasa, 20 Desember 2022 | 20:02 WIB
Mengerikan! Lorong Rumah Sakit Penuh Oleh Pasien Covid-19, Jasad Korban Dibiarkan Bergelimpangan
Kasus kematian akibat Covid di Beijing China naik [Foto: ANTARA]

Suara.com - Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Hal ini dibuktikan oleh cuitan epidemiolog, Eric Feigl-Ding yang mengungkapkan, pasien Covid-19 di China kembali meningkat pesat.

Bahkan, dalam video yang diunggah di akun Twitter pribadinya, Eric memperlihatkan penuhnya rumah sakit dengan banyak pasien yang membutuhkan perawatan. Bukan hanya itu, terdapat juga beberapa pasien yang tidak mendapatkan tempat tidur demi rela mendapatkan oksigen.

Rumah sakit di China setelah pembatasan dibuka. Epidemiolog memperkirakan lebih dari 60 persen warga China dan 10 persen populasi bumi akan terinfeksi pada 90 hari ke depan. Akan ada jutaan kematian, ini baru permulaan,” tulis Eric dalam cuitannya, Senin (19/12/2022).

Eric juga mengunggah video lainnya yang memperlihatkan banyaknya korban Covid-19 meninggal dunia. Bahkan, jasad korban tersebut diletakkan di lorong-lorong rumah sakit.

Ia juga mengutip ungkapan informan mengenai China, Jennifer Zeng yang menyebutkan, kalau para pasien akan dibiarkan terinfeksi. Mereka yang meninggal juga akan dibiarkan hingga kembali ke awal lagi.

“Kesimpulan kondisi Covid-19 di China saat ini Biarkan siapapun yang terinfeksi jadi terinfeksi, biarkan siapapun yang perlu mati, mati. Infeksi awal, kematian dini, puncak awal, dimulainya kembali produksi awal.’ - @jenniferzeng97,” sambung Eric.

Antrean obat warga China [Foto: ANTARA]
Antrean obat warga China [Foto: ANTARA]

Lebih parahnya, disebutkan kalau banyak pasien Covid-19 di China yang meninggal hingga ribuan. Eric juga menuliskan, situasi Covid-19 di China kembali seperti tahun 2020. Bahkan, pekerja kremasi tidak berhenti bekerja dalam seminggu karena banyaknya korban meninggal.

“Contoh, kremasi di Beijing tanpa henti. Kamar mayat kelebihan beban. Wadah berpendingin diperlukan. Pemakaman 24/7 . 2000 jenazah dicadangkan untuk kremasi. Terdengar familiar? Ini adalah musim semi 2020 lagi tetapi kali ini untuk China, meniru lebih banyak pendekatan infeksi massal negara Barat,” jelas Eric.

Eric berharap masyarakat dunia harus waspada. Pasalnya, jika masalah ini terjadi di China, bisa saja akan menyebar ke negara lainnya seperti kejadian Wuhan 2020 lalu.

Ia menambahkan, masyarakat dunia juga harus peduli tentang kondisi yang terjadi saat ini. Baginya, jangan hanya karena lokasi kejadian berada jauh dari tempat tinggal membuat masyarakat dunia mengacuhkan situasi yang ada.

“Kita perlu lebih berempati di dunia ini. hanya karena sesuatu terjadi jauh dari kota yang belum pernah kamu dengar, bukan berarti itu tidak akan berdampak pada kamu. Kesempatan yang ada di dunia ini bisa saja terjadi pada kamu, anak-anak kita, semoga mereka memaafkan kita,” tulis Eric.

Situasi beberapa sekolah di China, seperti Shanghai juga kembali ditutup hingga bulan depan. Hal ini dilakukan demi menghindari penularan Covid-19 yang menjadi lebih besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Warga Subang Pilih Jadi TKI, Alasannya Karena Susah Dapat Ini

Ribuan Warga Subang Pilih Jadi TKI, Alasannya Karena Susah Dapat Ini

| Selasa, 20 Desember 2022 | 12:33 WIB

Kasus COVID-19 di Korea Selatan dan China Meningkat, Pemerintah Kembali Bersiap

Kasus COVID-19 di Korea Selatan dan China Meningkat, Pemerintah Kembali Bersiap

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2022 | 12:31 WIB

Libur Nataru Pakai Kendaraan Pribadi, Cek Kondisi AC Mobil Agar Terus Nyaman di Jalan

Libur Nataru Pakai Kendaraan Pribadi, Cek Kondisi AC Mobil Agar Terus Nyaman di Jalan

Otomotif | Senin, 19 Desember 2022 | 20:55 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB