Stroke Bunuh 300 Ribu Orang Tiap Tahun, Menkes Budi Gunadi Harap Rumah Sakit di Daerah Bisa Lakukan Bedah Otak Terbuka

M. Reza Sulaiman | Fajar Ramadhan | Suara.com

Senin, 26 Desember 2022 | 16:08 WIB
Stroke Bunuh 300 Ribu Orang Tiap Tahun, Menkes Budi Gunadi Harap Rumah Sakit di Daerah Bisa Lakukan Bedah Otak Terbuka
Ilustrasi penyakit stroke. (Shutterstock)

Suara.com - Stroke masih menjadi salah satu pembunuh terbesar di Indonesia. Berdasarkan pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, penyakit stroke dapat membunuh sekitar 300 ribu orang setiap tahunnya.

Tingginya angka kematian ini sebab proses penyembuhan yang terbatas di Indonesia. Pasalnya, tidak semua rumah sakit di daerah memiliki fasilitas serta kemampuan untuk melakukan proses pengobatan penyakit ini.

Padahal, dengan stroke sendiri bisa ditangani dengan berbagai metode penyembuhan untuk mengurangi gejalanya, mulai dari trombektomi, coiling, dan lain-lain.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi. [YouTube/Sekretariat Presiden]
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi. [YouTube/Sekretariat Presiden]

Melihat permasalahan tersebut, Budi meminta sebelum akhir jabatannya di 2024 nanti, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk menekankan transformasi di berbagai berbagai kabupaten dan kota.

“Di sisa waktu saya ini saya ingin sekali menyelesaikan transformasi pilar kedua, yaitu transformasi sistem layanan rujukan bahwa seluruh rumah sakit di kabupaten kota provinsi, bisa melayani standar tertentu yang paling banyak bebannya ke masyarakat, baik dari sisi kualitas hidup, maupun sisi keuangan,” ucap Budi dalam konferensi pers secara daring, Senin (26/12/2022).

Budi menjelaskan, nantinya rumah sakit di kabupaten dan kota harus sudah bisa memiliki standar untuk melakukan bedah otak terbuka. Bahkan, ia meminta di 2024 nanti setidaknya sekitar 514 kabupaten dan kota bisa melakukan intervensi non-bedah, seperti coiling atau trombektomi.

“Saya benar-benar minta RSPON mengaktifkan fungsi pengapuannya, saya minta ini seluruh provinsi bisa bedah otak terbuka, jadi kalau Rs Ngoerah baru bisa trombektomi atau coiling saya ucapkan selamat, cuma belum selesai. By 2024 harus bisa melakukan bedah otak terbuka. RSPON juga harus memastikan 514 kabupaten dan kota harus bisa melakukan intervensi non-bedah, coiling atau trombektomi,” sambung Budi.

Tidak hanya itu, setiap bulannya Budi meminta adanya laporan dari rumah sakit di kabupaten dan kota mengenai perkembangan trombektomi dan coiling.

Ilustrasi gejala awal stroke. (Pixabay)
Ilustrasi gejala awal stroke. (Pixabay)

“Setiap bulannya saya juga mau ada laporan rumah sakit di kabupaten dan kota mana yang sudah bisa melakukan trombektomi dan coiling,” jelasnya.

Dengan diharapkannya kemampuan rumah sakit untuk melakukan bedah otak terbuka, ini akan membantu masyarakat dalam penyembuhan. Nantinya, masyarakat tidak perlu pergi ke rumah sakit rujukan jauh.

Selain itu, BPJS juga dapat digunakan untuk menutup biaya pembayaran yang ada. Dengan demikian, kualitas hidup serta keunggulan masyarakat jadi lebih terjamin dan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Hipertensi Wajib Tahu, Dampak Minum Kopi dan Risiko-resikonya Ini

Pasien Hipertensi Wajib Tahu, Dampak Minum Kopi dan Risiko-resikonya Ini

| Senin, 26 Desember 2022 | 06:26 WIB

Jumlah Kasus Covid-19 Indonesia Per Sabtu 17 Desember 2022 Tambah 1.233, Paling Banyak dari DKI

Jumlah Kasus Covid-19 Indonesia Per Sabtu 17 Desember 2022 Tambah 1.233, Paling Banyak dari DKI

News | Minggu, 18 Desember 2022 | 01:00 WIB

Pertama Kalinya RSUD NTB Berhasil Lakukan Operasi Jantung Terbuka, Menkes Budi Sampai Bangga!

Pertama Kalinya RSUD NTB Berhasil Lakukan Operasi Jantung Terbuka, Menkes Budi Sampai Bangga!

Health | Sabtu, 17 Desember 2022 | 14:14 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB