Perilaku Seks Sesama Jenis dan Ibu Hamil Jadi Kelompok Tertinggi Penularan HIV, Kok Bisa?

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Selasa, 27 Desember 2022 | 17:10 WIB
Perilaku Seks Sesama Jenis dan Ibu Hamil Jadi Kelompok Tertinggi Penularan HIV, Kok Bisa?
Simbol HIV - Gejala HIV (Pixabay)

Suara.com - Kasus HIV/AIDS di Indonesia masih menjadi perhatian bagi dunia kesehatan. Hal ini karena banyaknya para pasien HIV/AIDS yang masih belum mengetahui kondisinya serta cara mengobati penyakit ini.

Mantan Menteri Kesehatan RI sekaligus Ketua Badan Pembina Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat (YKIS), Dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH mengatakan, saat ini HIV/AIDS tertinggi terjadi pada para ibu hamil (bumil) dan pelaku hubungan sesama jenis.

Hal ini terlihat dari data Kemenkes 2021 yang menunjukkan, penularan tertinggi terjadi pada ibu hamil dan pelaku hubungan sesama jenis.

Ilustrasi hamil (Unsplash.com/Camylla Battani)
Ilustrasi hamil (Unsplash.com/Camylla Battani)

Sementara, itu data lain juga penyebab HIV/AIDS di masyarakat karena berbagai masalah lainnya. Berikut data penularan HIV pada tahun 2021.

  • Pelaku hubungan sesama jenis tercatat 9.826 penularan.
  • Ibu hamil tercatat 4.466 penularan. Hal ini mengalami peningkatan dari 2017 yang hanya 3.873.
  • Pasien tuberkulosis (TB) yaitu 4.500 dan mengalami penurunan dari sebelumnya 6.218.
  • Wanita pekerja seks yang sekitar 1000-an penularan.
  • Beberapa faktor lainnya seperti waria, pengguna narkotika suntikan, pasien IMS, berada di bawah 1000.

Dr. Nafsiah berharap, HIV/AIDS ini dapat ditangani pada 2030 mendatang. Hal ini dengan menangani tiga faktor, baik penularan, angka kematian, serta berkurangnya stigma dan diskriminasi.

“2030 itu diharapkan sudah bisa ending epidemi HIV AIDS. Artinya sudah ada three zero yakni, tidak adanya infeksi baru, tidak ada kematian terkait HIV dan AIDS, serta tidak adanya stigma buruk dan diskriminasi kepada para pasien,” ucap Dr. Nafsiah dalam konferensi pers Strategi Penanggulangan AIDS dalam Rangka Menuju Ending, Selasa (27/12/2022).

Selain itu, pentingnya pengetahuan masyarakat terkait HIV/AIDS juga sangat membantu untuk mencegah penularan. Hal ini juga mendorong masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi kepada para penderita HIV/AIDS.

“Pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS semakin luas sehingga bisa menghentikan penularan. Hal ini juga mengurangi stigma dan diskriminasi kepada para penderita kalau mereka juga punya hak dan terkadang seseorang melakukan kesalahan,” ucap Dr. Nafsiah.

Selain dari masyarakatnya, Dr. Nafsiah juga meminta pihak pemerintah terus melakukan pengawasan serta edukasi. Pihak pemerintah harus melakukan S.T.O.P (suluh atau edukasi, testing, obati yang sakit, serta memantau perkembangan penularan).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Risiko Keparahan karena Covid-19 Lebih Tinggi, Pengidap HIV Tak Boleh Tunda Vaksinasi

Risiko Keparahan karena Covid-19 Lebih Tinggi, Pengidap HIV Tak Boleh Tunda Vaksinasi

Health | Sabtu, 03 Desember 2022 | 12:45 WIB

Transmisi HIV pada Anak Melalui ASI dari Ibu dengan ODHA Jauh Lebih Berisiko Tinggi

Transmisi HIV pada Anak Melalui ASI dari Ibu dengan ODHA Jauh Lebih Berisiko Tinggi

Purwokerto | Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:12 WIB

Kasus Kumulatif HIV di Jawa Timur Sentuh 84 ribu Kasus, Bulan Oktober Penambahannya Cukup Drastis

Kasus Kumulatif HIV di Jawa Timur Sentuh 84 ribu Kasus, Bulan Oktober Penambahannya Cukup Drastis

Purwokerto | Jum'at, 02 Desember 2022 | 16:59 WIB

Terkini

5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!

5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:30 WIB

Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi

Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi

Jogja | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis

Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos

Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan

Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?

Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026

Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit

Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:03 WIB

×