Viral Video Bayi 7 Bulan Diberi Kopi Sachet Hingga Alami Diare, Dokter Gizi Beri Tanggapan

Bimo Aria Fundrika | Fajar Ramadhan | Suara.com

Rabu, 25 Januari 2023 | 19:56 WIB
Viral Video Bayi 7 Bulan Diberi Kopi Sachet Hingga Alami Diare, Dokter Gizi Beri Tanggapan
Viral seorang ibu memberikan kopi ke anak bayinya (TikTok @tiktokfypse)

Suara.com - Belum lama ini viral sosok ibu yang terlihat memberikan kopi sachet pada bayinya yang berusia 7 bulan. Video yang pertama kali diunggah akun Tiktok @kayess9 itu menunjukkan bayi yang tampak penasaran dengan kopi sachet.

Parahnya, bukan melarangnya sang ibu malah menyeduh dan memberikan kopi itu kepada anaknya. Dari aksinya itu, membuat sang anak mengalami diare karena meminum kopi sachet tersebut. Hal ini diungkapkan dalam keterangan dalam video kalau bayi itu buang air besar (BAB) sampai 9 kali.

Menurut sang ibu, pemberian kopi itu justru membantu anak yang sebelumnya BAB hingga 10 kali dalam sehari. Alasan lain ibu tersebut memberikan kopi sachet itu karena ada kandungan susu di dalamnya.

Ilustrasi Bayi [Pexels]
Ilustrasi Bayi [Pexels]

"Bayi minum kopi G****** kan ada susunya dari pada dikasih susu F********** katanya nda ada susunya," tulisnya dialam video yang diunggah beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Dokter Gizi, dr. Marya Haryono, M. Gizi, Sp.GK, FINEM mengatakan, perbuatan ibu itu adalah salah. Ia menjelaskan, tidak ada pembenaran memberikan kopi sachet kepada anak di bawah 12 bulan. Bahkan, jika yang diberikan itu mengandung susu. Hal ini karena tidak semua yang mengandung susu dapat diberikan kepada anak.

"Tidak ada pembenaran apapun sih atas hal itu. Ini berarti pentingnya edukasi, jadi jangan sampai yang dikatakan ada komponen susunya itu bisa langsung diberikan," tegas dr. Marya saat diwawancarai, Rabu (25/1/2023).

Menurut dr. Marya, orang tua seharusnya bisa memberikan makanan yang lebih bermanfaat, apalagi jika usia anak memasuki tahap MPASI. Padahal, orang tua bisa saja memberikan anak itu telur yang jelas kandungannya baik untuk pertumbuhan anak.

 Apakah harus susu gitu? Apakah kalau sudah MPASI harus susu gitu? Kalau pendamping ASI kan makanan, berarti tidak harus susu," jelas dr. Marya.

 "Bisa beli kopi kenapa enggak bisa beli telur gitu. Anak-anak aja ada batasan usia, tidak sembarang memberikan susu kepada bayi 12 bulan ke bawah" Lamjutnya.

 Tidak hanya itu, pemberian kopi juga bisa membuat anak menjadi stunting. Pasalnya, pemberian makanan atau minuman yang kurang baik akan memengaruhi pencernaan sang anak. Kondisi itu juga bisa sebabkan penyerapan nutrisi anak terganggu.

 "Kalau dikasih kopi doang bisa saja berdampak stunting, gizi buruk bahkan. Jadi kalau itu berjalan terus menerus pasti ada dampak ya, diare terus, kemudian jadi sakit. Lingkungan cernanya udah enggak bagus berbagai penyerapan nutrisinya juga bisa keganggu," pungkas dr. Marya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta Siswa SMP Disiram Cairan Misterius di Jaksel: Warna Memudar dari Kuning ke Putih

Fakta Siswa SMP Disiram Cairan Misterius di Jaksel: Warna Memudar dari Kuning ke Putih

News | Rabu, 25 Januari 2023 | 19:51 WIB

Menengok Tugas Posyandu dan BKKBN, Disentil Jokowi Kalah Cepat dari Kapolri Soal 'Bayi Minum Kopi'

Menengok Tugas Posyandu dan BKKBN, Disentil Jokowi Kalah Cepat dari Kapolri Soal 'Bayi Minum Kopi'

News | Rabu, 25 Januari 2023 | 19:26 WIB

2 Anak Korban Pemukulan Raden Indrajana Trauma Hingga Berhenti Sekolah

2 Anak Korban Pemukulan Raden Indrajana Trauma Hingga Berhenti Sekolah

News | Rabu, 25 Januari 2023 | 16:47 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB