Pentingnya Perlindungan Bagi Pekerja Rentan, Apa Peran yang Bisa Dilakukan Rumah Sakit?

M. Reza Sulaiman
Pentingnya Perlindungan Bagi Pekerja Rentan, Apa Peran yang Bisa Dilakukan Rumah Sakit?
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Pekerja rentan seperti penjual makanan dan minuman keliling, kurir, hingga tenaga kesehatan dan pekerja sosial, tidak lepas dari ancaman penyakit.

Suara.com - Pekerja rentan seperti penjual makanan dan minuman keliling, kurir, hingga tenaga kesehatan dan pekerja sosial, tidak lepas dari ancaman penyakit.

Apalagi ancaman penyakit menular dan penyakit tidak menular yang terus meningkat di Indonesia, pekerja rentan tentu perlu mendapatkan perlindungan. Apa peran yang bisa dilakukan rumah sakit?

Indonesia tercatat memiliki 92 juta pekerja yang berpotensi mendapat perlindungan dari BPJamsostek, namun masih ditemukan sekitar 65% dari mereka yang belum berstatus sebagai anggota aktif1 berdasarkan iuran yang harus dipenuhi.

Rumah Sakit Royal Progress, yang telah memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama 31 tahun, kembali memperkuat dedikasi pelayanan kesehatan yang terintegrasi bagi masyarakat melalui program kerjasama yang bersinergi bersama BPJamsostek.

Baca Juga: Mendadak Masuk Rumah Sakit saat Ramadhan, King Nassar: Ya Allah Jangan Lama-lama

Inisiasi ini merupakan bentuk dukungan pada Gerakan Nasional Perlindungan Pekerja Rentan yang diprakarsai oleh pemerintah guna memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan khususnya di Jakarta Utara.

"Melanjutkan komitmen kami dalam menyediakan pelayanan kesehatan terintegrasi bagi masyarakat, Rumah Sakit Royal Progress bersemangat untuk bersinergi bersama BPJamsostek dalam mengadakan program donasi perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Program ini ditujukan bagi ribuan peserta yang bukan termasuk dalam kategori penerima upah (BPU) dan belum menjadi peserta BPJamsostek karena kondisi dan keterbatasannya. Kami berharap dukungan tersebut dapat membantu pekerja rentan setempat untuk terlindungi dari risiko kesehatan yang mungkin terjadi di tempat kerja," tutur dr. Ivan R. Setiadarma, MM, Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress, dalam keterangan yang diterima Suara.com.

dr. Ivan Setiadarma, Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress, dan Yudi Amrinal, Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Mangga Dua. (Dok. Rumah Sakit Royal Progress)
dr. Ivan Setiadarma, Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress, dan Yudi Amrinal, Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Mangga Dua. (Dok. Rumah Sakit Royal Progress)

Sementara itu, Derice Sumantri, Direktur Healthcare Division Progress Group, mengatakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat terus dikembangkan melalui pelayanan terintegrasi yang melibatkan berbagai pihak mulai dari tim medis, pasien beserta keluarganya, kolega korporasi, asuransi hingga BPJS sebagai lembaga penjamin sosial.

"Hal ini dapat dilakukan dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan pelayanan, serta terus berupaya untuk menciptakan sinergi antar pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan. Kami percaya bahwa dengan terus bekerja sama dan bersinergi, kami dapat memberikan pelayanan kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat," paparnya.

Rumah Sakit Royal Progress memiliki beragam layanan kesehatan unggulan yaitu Royal Cardiac Centre, Royal Sports Medicine Centre, Royal Spine & Pain Intervention Centre, Royal Family Eye Centre, Royal Dermatology & Aesthetic Centre, dan Royal Women Centre.

Baca Juga: Biasa Tampil Energik, King Nassar Kini Terbaring Lemah di Rumah Sakit

Tak hanya memiliki layanan kuratif, Rumah Sakit Royal Progress juga memiliki layanan kesehatan untuk tindakan promotif, preventif, dan rehabilitatif yang terintegrasi dengan dokter spesialis yang ahli di bidangnya. Untuk tindakan promotif khususnya di bidang olahraga, Rumah Sakit Royal Progress memiliki layanan Royal Sports Performance Centre yang berfokus kepada peningkatan performa olahraga serta memberikan rekomendasi persiapan latihan yang tepat seperti fitness test yang mencakup pemeriksaan komposisi tubuh dan postur, fleksibilitas, kekuatan otot, ketahanan otot, dan ketahanan jantung paru.