Gejalanya Mirip, Ini Beda Sakit Kepala Biasa dan Tanda Stroke

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 09 Februari 2023 | 08:46 WIB
Gejalanya Mirip, Ini Beda Sakit Kepala Biasa dan Tanda Stroke
Pria yang sedang mengalami sakit kepala (Freepik/wavebreakmedia_micro)

Suara.com - Sakit kepala termasuk keluhan kesehatan yang cukup sering dialami banyak orang. Kebanyakan orang mungkin akan memilih obat pereda nyeri untuk menghilangkan sakit kepala tersebut. 

Tetapi, perlu diketahui perbedaan antara sakit kepala biasa yang masih wajar dengan yang mengarah gangguan kesehatan serius, misalnya stroke. Dokter spesialis saraf dr. Zicky Yombana, Sp.S., menjelaskan bahwa ada tanda-tanda tertentu sakit kepala yang perlu diwaspadai.

"Sakit kepalanya yang bertambah berat, yang tadinya pakai obat warung 1 buah mempan, kemudian tidak lagi. Lalu sakit kepalanya sering, tidak hilang dan intensitasnya bertambah. Frekuensinya sering dan makin tidak mempan dengan obat," jelasnya saat ditemui di Neuro Care by Klinik Pintar, Jakarta, Rabu (8/2/2023). 

Kondisi seperti itu umumnya akan mengganggu aktivitas dan membuat seseorang jadi tidak produktif. Dokter Zicky menyarankan, bila sudah mengulang konsumsi obat sebanyak 2-3 kali tapi gejala sakit kepala tidak kunjung reda, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

"Bukannya malah beli satu obat tidak mempan kemudian diganti (merek obat), tidak. Dulu pakai ini mempan sekarang tidak, itu berarti ada sesuatu. Makanya pada kemasan obat ditulis bila sakit berlanjut hubungi dokter," paparnya.

Selain itu, sakit kepala yang mengarah pada stroke, umumnya menyebab nyeri lebih hebat. Bahkan bisa sampai kehilangan kesadaran akibat pecah pembuluh darah.

Secara medis, jelasnya, sakit kepala terbagi menjadi dua. Yakni, primer dan sekunder. Sakit kepala primer berarti tidak terlalu bahaya, seperti migrain, sakit kepala tegang, atau cluster. 

Sedanglan sakit kepala sekunder lebih berbahaya, seperti tumor otak, perdarahan otak, atau meningitis. 

"Stroke perdarahan yang muncul tiba-tiba mendadak pasti sakit kepala yang luar biasa hebat. Sakit kepala yang kronik progresif yang makin lama makin hebat, diperburuk dengan bersin, ngeden pagi-pagi berat, ini mengarah ke tumor. Sakit kepala luar biasa hebat sampai jambak kepala, jedotin kepala diikuti demam, kemungkinan meningitis," ungkapnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dialami Indra Bekti, Kenapa Sih Stroke Bisa Ganggu Penglihatan?

Dialami Indra Bekti, Kenapa Sih Stroke Bisa Ganggu Penglihatan?

Lifestyle | Kamis, 09 Februari 2023 | 08:39 WIB

Kenali 5 Gejala Stroke, Lakukan Penanganan Sedini Mungkin

Kenali 5 Gejala Stroke, Lakukan Penanganan Sedini Mungkin

Health | Kamis, 02 Februari 2023 | 17:18 WIB

5 Mitos tentang Penyakit Stroke yang Dipercaya Masyarakat, Begini Faktanya!

5 Mitos tentang Penyakit Stroke yang Dipercaya Masyarakat, Begini Faktanya!

Your Say | Rabu, 18 Januari 2023 | 13:13 WIB

Terkini

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Penjelasan KPU Soal Keabsahan Syarat Dokumen Gibran di Pemilu 2024

Penjelasan KPU Soal Keabsahan Syarat Dokumen Gibran di Pemilu 2024

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Perang Harga Logistik Bikin Waswas, Menhub Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat

Perang Harga Logistik Bikin Waswas, Menhub Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:11 WIB

KBRI Riyadh Minta WNI Waspada Usai Serangan Houthi Guncang Arab Saudi

KBRI Riyadh Minta WNI Waspada Usai Serangan Houthi Guncang Arab Saudi

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:08 WIB

Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia

Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia

Malang | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:07 WIB

Kondisi Keuangan Berubah, 4 Shio Ini Berpeluang Dapat Rezeki Setelah 10 Oktober 2026

Kondisi Keuangan Berubah, 4 Shio Ini Berpeluang Dapat Rezeki Setelah 10 Oktober 2026

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Raja Malaysia Minta Sekolah Ditutup Jika Pencemaran Udara Kebakaran Hutan Makin Parah

Raja Malaysia Minta Sekolah Ditutup Jika Pencemaran Udara Kebakaran Hutan Makin Parah

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:03 WIB

×