Menkes Sebut Dua Suspek Gagal Ginjal Akut Kemungkinan Hanya Alami Infeksi Campak, Apa Alasannya?

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Senin, 20 Februari 2023 | 15:51 WIB
Menkes Sebut Dua Suspek Gagal Ginjal Akut Kemungkinan Hanya Alami Infeksi Campak, Apa Alasannya?
Ilustrasi gagal ginjal akut. (Freepik/Freepik)

Suara.com - Baru-baru ini muncul informasi mengenai suspek gagal ginjal akut pada anak di Jawa Barat dan Maluku. Menanggapi hal tersebut Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini terdapat dua kasus yang masih menjadi suspek.

Untuk konfirmasi atau tidaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap dua suspek tersebut. Budi menuturkan, untuk indikasi dua suspek tersebut yaitu adanya infeksi biasa dan bukan gagal ginjal akut.

“Itu ada dua, sekarang sedang di cek, apakah itu gagal ginjal atau enggak. Indikasi sementara, sepertinya infeksi bisa karena campak,” jelas Budi saat diwawancarai saat acara Penandatangan Nota Kesepahaman Antara Kementerian Kesehatan RI dengan PT Astrazeneca Indonesia, Senin (20/2/2023).

Budi mengatakan, alasan kuat mengapa dua suspek tersebut dinilai hanya infeksi karena sejauh ini belum ada penanganan dari fomepizole. Kedua suspek tersebut saat ini hanya diberi obat-obatan anti infeksi. Namun, rupanya hal tersebut bekerja pada pasien.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Fajar/Suara.com)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Fajar/Suara.com)

Kondisi ini berbanding terbalik jika dua suspek tersebut mengalami gagal ginjal akut. Pasalnya, jika dua suspek itu mengalami gagal ginjal akut, dengan memberikan obat anti infeksi sendiri pasti tidak akan mempan dan butuh terapi fomepizole untuk- menyembuhkannya.

“Karena yang gagal ginjal itu, misalnya gini kalau dia dikasih obat-obatan biasanya dia tidak bereaksi. Sekarang ini dikasih obat-obatan anti infeksi, enggak dikasih fomepizole. Nah ini dikasih obat obatan anti infeksi langsung turun,” sambung Budi.

Oleh sebab itu, Budi mengungkapkan, dari pihak RSCM sejauh ini melihat kemungkinan dua suspek tersebut hanya mengalami infeksi biasa dan bukan gagal ginjal akut.

“Jadi kemungkinan temen-temen RSCM itu masih lihat ini sepertinya bukan GGA,” ujar.

Meski demikian, untuk lebih memastikan apakah dua suspek tersebut benar alami gagal akut atau tidak, itu masih membutuhkan pemeriksaan lab. Budi menjelaskan, dengan pemeriksaan lab, itu akan jelas karena diperiksa secara menyeluruh, baik dari darah, plasma, hingga obat yang pernah dikonsumsinya.

baca juga

“Keduanya kita tunggu juga data labnya. Karena labnya kita menunggu data darah, plasma, dan data obat-obatannya,” pungkas Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Keluarkan Edaran Baru Soal Kasus Gagal Ginjal Akut, Minta Dinkes Pantau Penggunaan Obat Sirup

Kemenkes Keluarkan Edaran Baru Soal Kasus Gagal Ginjal Akut, Minta Dinkes Pantau Penggunaan Obat Sirup

Health | Senin, 20 Februari 2023 | 11:42 WIB

13 Juta Kematian Akibat Penyakit Kanker

13 Juta Kematian Akibat Penyakit Kanker

Tantrum | Senin, 20 Februari 2023 | 11:38 WIB

Komisi XI Minta Kemenkes Cari Strategi Penanganan TBC, HIV dan Diabetes Pada Anak

Komisi XI Minta Kemenkes Cari Strategi Penanganan TBC, HIV dan Diabetes Pada Anak

DPR | Rabu, 15 Februari 2023 | 14:15 WIB

Terkini

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 07:15 WIB

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:09 WIB

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

×