Obesitas Masih Jadi Masalah, Ahli Gizi Ungkap Beberapa Kendala Saat Ingin Turunkan Berat Badan

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Selasa, 28 Februari 2023 | 09:15 WIB
Obesitas Masih Jadi Masalah, Ahli Gizi Ungkap Beberapa Kendala Saat Ingin Turunkan Berat Badan
Ilustrasi anak obesitas (freepik.com/maophotostocker)

Suara.com - Obesitas masih menjadi salah satu masalah bagi banyak orang. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kemenkes RI (Riskesdas), prevalensi obesitas di Indonesia meningkat dari 14, 8 persen menjadi 21,8 persen pada 2018.

CEO Inovasi Gizi Nusantara, Esti Nurwanti, S.Gz, RD, MPH, Ph.D, mengatakan, obesitas bukanlah hal yang dapat didiamkan begitu saja. Pasalnya, obesitas jika dibiarkan akan berisiko sebabkan berbagai penyakit lain.

“Ini orang yang alami diabetes tidak bisa didiamkan, soalnya bisa menyebabkan berbagai masalah mulai dari jantung, diabetes tipe 2, hingga penyakit kanker,” ucap Esti dalam Launching Flimeal varian baru, Minggu (26/2/2023).

Ilustrasi Penderita Obesitas (unsplash/taufiquw barbhuiya)
Ilustrasi Penderita Obesitas (unsplash/taufiquw barbhuiya)

Ketika orang-orang alami berat badan berlebih, mereka biasanya akan melakukan berbagai cara untuk menurunkannya. Namun, Esri mengatakan, terkadang cara orang-orang untuk menurunkan berat badan itu salah.

Berikut terdapat beberapa cara yang dinilai kurang tepat dalam menurunkan berat badan, di antaranya:

1. Melakukan diet ekstrem

Diet pada dasarnya diperbolehkan dan menjadi cara yang baik untuk turunkan berat badan. Namun, ketika diet tersebut sudah berlebihan, itu justru dapat sebabkan masalah seperti gangguan pencernaan, jantung, hingga osteoporosis.

2. Memakai korset atau pengencang perut

Beberapa orang yang ingin menurunkan berat badan, terkadang memilih untuk menggunakan korset atau pengencang perut. Padahal, hal ini dapat merusak organ di dalam tubuh. Penggunaan korset juga memengaruhi postur tubuh.

3. Kebiasaan makan yang buruk

Pola makan yang kurang baik juga menjadi penyebab berat badan sulit turun. Pasalnya, beberapa orang masih suka mengonsumsi camilan meski telah mengurangi porsi makan. Padahal, makanan yang dikonsumsi bisa saja memiliki kalori yang tinggi. Selain itu, kebiasaan makan dengan waktu yang kurang baik juga membuat diet menjadi tidak maksimal.

4. Motivasi yang kurang

Untuk menurunkan berat badan, membutuhkan motivasi yang kuat. Jika motivasinya kurang, itu akan memengaruhi proses penurunan berat badan. Hal ini karena orang tersebut bisa dengan mudah merasa putus ada karena penurunan berat badan yang lambat.

Melihat banyaknya orang yang ingin menurunkan berat badan dalam mencegah obesitas, CEO Flimty, Dennis Hadi mengatakan, pihaknya mencoba untuk membuat berbagai produk mengatasi masalah itu.

Dennis mengatakan, saat ini pihaknya telah membuat produk Flimeal yaitu pengganti makanan dengan tiga varian rasa yang kaya akan nutrisi sehingga membantu proses penurunan berat badan. Bedanya, kali ini pihaknya juga bersama dengan ahli gizi agar kandungan produknya itu benar-benar baik.

“Kita mau kerja sama dengan ahli gizi karena kita ingin produknya itu emang udah bagus dari segi pandangan ahli gizi juga. Kita mau kepercayaan produk dapat langsung dari ahli gizinya gitu,” jelas Dennis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lakukan Hal Ini Setelah Subuh, Tanboy Kun Beberkan Rahasia Anti Obesitas Meski Hobi Mukbang

Lakukan Hal Ini Setelah Subuh, Tanboy Kun Beberkan Rahasia Anti Obesitas Meski Hobi Mukbang

Lifestyle | Senin, 12 September 2022 | 16:33 WIB

Benarkah MSG Bisa Picu Obesitas?

Benarkah MSG Bisa Picu Obesitas?

Health | Rabu, 07 September 2022 | 09:58 WIB

Tanya Dokter Gizi: Apakah Benar Penggunaan MSG Bikin Bodoh dan Obesitas?

Tanya Dokter Gizi: Apakah Benar Penggunaan MSG Bikin Bodoh dan Obesitas?

Health | Selasa, 06 September 2022 | 18:35 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB