Apa Itu Disease X? Ancaman Pandemi Baru Lebih Mematikan dari Covid-19

Rifan Aditya

Senin, 29 Mei 2023 | 15:08 WIB
Apa Itu Disease X? Ancaman Pandemi Baru Lebih Mematikan dari Covid-19
Ilustrasi Pandemi. (Pexels) - apa itu Disease X

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan prediksi munculnya Disease X dalam pertemuan ke-76 Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa, Swiss, Senin (22/5/2023) lalu. Apa itu Disease X yang disebut sebagai kemungkinan pandemi baru kendati Covid-19 saat ini jauh lebih terkendali?

Mengutip National Center for Biotechnology Information, WHO mendefinisikan Disease X sebagai kemungkinan epidemi baru yang disebabkan oleh patogen yang saat ini belum diketahui namun bisa mengakibatkan penyakit bagi manusia.

Apa itu Disease X?

Istilah Disease X sendiri sebenarnya bukan hal baru karena WHO telah menggunakannya sejak 2018 untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya epidemi baru yang juga berpotensi menjadi pandemi.

CEO Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) atau Koalisi untuk Kesiapsiagaan Epidemi, Richard Hetchett menyatakan meskipun Disease X terdengar seperti kisah fiksi, namun ada kemungkinan hal tersebut terjadi dan harus dipersiapkan.

Dalam daftar penyakit yang dianggap prioritas tinggi oleh WHO, Disease X mengacu pada Ebola, Zika, dan terakhir Covid-19. Wabah-wabah penyakit menular tak terduga ini telah berulang kali mengejutkan dunia medis. 

Beberapa ahli bahkan berkomentar bahwa Covid-19, yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 memenuhi standar untuk dianggap sebagai Disease X pertama di dunia. Ilmuwan lainnya juga menyebut Zika sebagai bagian dari Disease X. Namun, belum ada yang bisa memastikan apakah akan ada Disease X lain dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi.

Disease X disebabkan oleh patogen X yang bersifat zoonosis, yakni ditularkan dari hewan ke manusia, baik hewan liar, hewan ternak, maupun hewan peliharaan. Kemungkinan besar, virus RNA-nya muncul dari kawasan dengan faktor risiko penularan yang tinggi.

Tentang faktor risiko ini, WHO sebelumnya pernah dikritik karena dinilai tidak tanggap dalam bereaksi terhadap pandemi Ebola pada 2014 silam. Alasannya adalah keterbatasan dana dan posisi tawar politik yang lemah.

baca juga

WHO memang dinilai sering gagal mengambil tindakan dalam mengurangi penyebaran penyakit menular. Pemerintah sejumlah negara juga dikritik karena kurangnya koordinasi. 

Sementara itu, mengutip situs resmi WHO, organisasi kesehatan tersebut meluncurkan metode ilmiah global untuk memperbarui daftar patogen prioritas yang dapat menyebabkan wabah atau pandemi.

Metode ini bisa menjadi panduan penelitian global terkait perawatan, pelacakan penyakit, serta vaksinasi. Metode ini dibuat dengan mengumpulkan lebih dari 300 ilmuwan dari seluruh dunia. Sekian penjelasan singkat tentang apa itu Disease X.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma COVID-19, WHO Minta Dunia Harus Siap Hadapi Ancaman Kesehatan Yang Lebih Mematikan

Bukan Cuma COVID-19, WHO Minta Dunia Harus Siap Hadapi Ancaman Kesehatan Yang Lebih Mematikan

Denpasar | Rabu, 24 Mei 2023 | 05:13 WIB

WHO Beri Peringatan soal Konsumsi Pemanis Buatan sebagai Pengganti Gula

WHO Beri Peringatan soal Konsumsi Pemanis Buatan sebagai Pengganti Gula

Indotnesia | Selasa, 16 Mei 2023 | 16:49 WIB

6 Gejala Fisik yang Muncul Akibat Anxiety Disorder

6 Gejala Fisik yang Muncul Akibat Anxiety Disorder

Your Say | Senin, 15 Mei 2023 | 14:35 WIB

Apa Itu Disease X? Pandemi Baru di Masa Depan

Apa Itu Disease X? Pandemi Baru di Masa Depan

Health | Selasa, 05 Januari 2021 | 13:19 WIB

Terkini

Serunya BABYMONSTER dan MONSTIEZ Jalani Misi Planet Reno

Serunya BABYMONSTER dan MONSTIEZ Jalani Misi Planet Reno

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 06:47 WIB

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

×