Kemenkes: Orangtua Perokok Bikin Anak Gak Bisa Tumbuh Seperti Teman Sebaya

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 08 Juni 2023 | 11:25 WIB
Kemenkes: Orangtua Perokok Bikin Anak Gak Bisa Tumbuh Seperti Teman Sebaya
Ilustrasi rokok - larangan rokok ketengan mulai kapan (Pexels)

Suara.com - Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) atau World No Tobacco Day, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tegaskan rokok menyebabkan stunting pada anak yang akan mempengaruhi masa depan bangsa Indonesia. 

Stunting adalah keadaan anak gagal tumbuh baik secara fisik ataupun kognitif (kemampuan berpikir). Biasanya anak tumbuh lebih pendek dari teman sebayanya. Ini terjadi karena anak kurang mendapat asupan gizi seimbang, termasuk ASI dan zat yang merusak sel.

Penelitian Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (UI) pada 2018 menemukan balita yang tinggal dengan orang tua perokok tumbuh cenderung kurang 1,5 kilogram dari anak-anak yang tinggal dengan orang tua bukan perokok. 

Ilustrasi rokok - alasan harga rokok naik (Pexels)
Ilustrasi rokok - alasan harga rokok naik (Pexels)

Penelitian tersebut juga menyebutkan 5,5% balita yang tinggal dengan orang tua perokok punya risiko lebih tinggi menjadi stunting. 

“Kita tahu bahwa angka stunting kita masih tergolong tinggi menurut kategori WHO yaitu di atas 20%, sementara Indonesia masih 21%. Kalau Balita berpotensi terpapar rokok di rumahnya maka ini menjadi salah satu hambatan kita dalam menurunkan stunting,” ujar Dirjen Endang melalui keterangan yang diterima suara.com, Rabu (7/6/2023).

Berdasarkan penelitian ini, dr. Endang berharap keluarga Indonesia mengalihkan belanjanya dan melakukan prioritas ulang pengeluarannya bukan untuk rokok. Apalagi data Global Adult Tobacco Survey mendapati biaya orang dewasa untuk beli rokok di satu keluarga mencapai Rp 382 ribu per bulan.

Dana ini seharusnya bisa dialihkan untuk beli protein hewani yang sangat dibutuhkan anak untuk tumbuh agar tidak stunting. 

“Kalau mau berkontribusi untuk stunting, para orang tua tidak usah merokok dan lebih baik gunakan uangnya untuk membeli protein hewani seperti telur,” ungkap Endang. 

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu menambahkan, konsumsi rokok dan hasil tembakau berdampak terhadap sosial ekonomi dan Kesehatan. 

Data Survei Sosial Ekonomi Nasioanl (Susenas) 2021 menemukan pengeluaran untuk konsumsi rokok tiga kali lebih banyak daripada pengeluaran untuk kebutuhan protein di keluarga. 

“Berdasarkan data tersebut belanja rokok merupakan belanja terbesar kedua di keluarga dan tiga kali lebih tinggi daripada beli telur,” ucap Maxi. 

Rokok, tambah dr. Maxi, jadi persentase pengeluaran keluarga terbesar kedua sebanyak 11,9% baik di perkotaan maupun di pedesaan, dibandingkan untuk mereka yang mengkonsumsi makanan bergizi seperti telur, daging, dan ayam. 

Selain itu anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Dr. Feni Fitriani Taufik mengungkap penelitian bayi di RS Persahabatan. Ada tiga kelompok bayi yang dilahirkan yakni dari ibu yang tidak merokok, ibu yang jadi perokok pasif, dan ibu perokok aktif. 

Hasilnya didapatkan plasenta bayi dengan ibu perokok aktif dan pasif itu sama-sama ditemukan nikotin. Lalu saat lahir panjang badan dan berat badan bayi jauh lebih kecil dan lebih pendek, dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu yang tidak merokok. 

“Jadi, pajanan rokok berpengaruh bukan saja setelah lahir, tapi di dalam kehamilan pun itu sudah sangat berpengaruh kepada bayi,” ungkap dr. Feni. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lolly Mohon-mohon Minta Nikita Mirzani Bayar Tagihan Sekolahnya: Hanya Mama Saya yang Bisa Bayar

Lolly Mohon-mohon Minta Nikita Mirzani Bayar Tagihan Sekolahnya: Hanya Mama Saya yang Bisa Bayar

Your Say | Kamis, 08 Juni 2023 | 08:41 WIB

8 Gaya Artis Dampingi Anak Wisuda, Outfit Soimah Serba Putih dan Sederhana

8 Gaya Artis Dampingi Anak Wisuda, Outfit Soimah Serba Putih dan Sederhana

Entertainment | Kamis, 08 Juni 2023 | 08:45 WIB

Daftar 13 Musuh Nikita Mirzani Mulai Musisi, Pengusaha, Pengacara Hingga Influencer

Daftar 13 Musuh Nikita Mirzani Mulai Musisi, Pengusaha, Pengacara Hingga Influencer

| Kamis, 08 Juni 2023 | 08:30 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB