Diklaim Cepat Turunkan Berat Badan, Apa Itu Diet GI Rendah?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 05 Agustus 2023 | 16:07 WIB
Diklaim Cepat Turunkan Berat Badan, Apa Itu Diet GI Rendah?
Ilustrasi diet GI rendah. (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak jenis diet untuk menurunkan berat badan. Salah satunya diet indeks glikemik atau diet GI rendah yang dinilai ahli nutrisi cukup ampuh untuk menurunkan berat badan secara cepat. Memang gimana sih caranya?

Dijelaskan Nutrition Advisory Board (NAB) Herbalife, dr. Rimbawan diet GI rendah jadi salah satu alternatif yang mempertimbangkan beban glikemik rendah yang ada di tubuh.

Indeks glikemik (IG) adalah indikator cepat atau lambatnya unsur karbohidrat dalam bahan pangan dalam meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

"Ini artinya diet ini tidak hanya nilai GI yang kita pertimbangkan, tetapi juga jumlah karbohidrat yang kita konsumsi juga penting," ujar dr. Rimbawan dalam rilis peluncuran Healthy Active Lifestyle (HAL) Challenge 2023, yang diterima suara.com, Sabtu (5/8/2023).

Ilustrasi diet (Pexels/Ketut Subiyanto)
Ilustrasi diet (Pexels/Ketut Subiyanto)

Diet ini dinilai efektif berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap lelaki China yang menjalani diet GI rendah dan yang diet GI tinggi. Riset ini dilakukan dengan cara memantau glukosa terus menerus saat malam hari saat tidak makan.

"Hasil penelitian menunjukan bahwa indeks glikemik pangan memainkan peran penting dalam mengontrol nafsu makan," jelas dr. Rimbawan.

Manfaat Diet GI rendah

Sederet manfaat yang akan dirasakan pelaku diet ini, akan lebih mampu menunda rasa lapar dan tetap kenyang lebih lama. Ada juga konsumsi makanan GI rendah bisa meningkatkan respons glikemik di siang hari.

"Makan pada porsi yang lebih kecil tetapi lebih sering di pagi hari (intermakan), dengan jumlah kalori total yang sama dengan jumlah kalori makanan yang pernah dikonsumsi, meningkatkan respons glikemik dan mengurangi nafsu makan untuk makan siang di siang hari," jelas dr. Rimbawan.

Selain itu, Senior Director and General Manager Herbalife Indonesia, Andam Dewi juga mengingatkan pentingnya komunitas atau lingkungan sekitar mendukung upaya penurunan berat badan pada seseorang, agar tetap konsisten menerapkan pola hidup sehat yang dijalaninya.

Ilustrasi makanan untuk diet GI rendah. (Freepik/jcomp)
Ilustrasi makanan untuk diet GI rendah. (Freepik/jcomp)

"Dukungan dari kelompok atau komunitas ini juga membantu memastikan kesuksesan para member Herbalife yang menghubungkan dengan komunitas atau coach untuk menyusun rencana personal dan memberikan edukasi mengenai praktik terbaik dalam nutrisi, dengan memberikan bimbingan dan memotivasi untuk mencapai tujuan kesehatan dan kesejahteraan mereka,” timpal Andam.

Cara Melakukan Diet GI Rendah

Melansir situs resmi Kementerian Kesehatan, umumnya diet GI rendah ini wajib diterapkan pada pengidap diabetes, tapi program penurunan berat badan ini bisa diterapkan oleh siapapun dengan cara sederhana.

Berikut ini cara diet GI rendah menurut Joyce Hendley, dalam bukunya The EatingWell Diabetes Cookbook:

1. Makan Potongan Besar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral di TikTok, Ketahui Manfaat dan Risiko Diet One Meal a Day

Viral di TikTok, Ketahui Manfaat dan Risiko Diet One Meal a Day

Lifestyle | Jum'at, 04 Agustus 2023 | 18:25 WIB

Wajib Dicoba! 5 Buah Ini Bantu Diet Sehat dan Segar

Wajib Dicoba! 5 Buah Ini Bantu Diet Sehat dan Segar

Your Say | Jum'at, 04 Agustus 2023 | 11:25 WIB

Ingin Hidup Lebih Sehat, Ini Tips Diet Nyaman Anti Gagal ala Personal Trainer Aditya Pratama

Ingin Hidup Lebih Sehat, Ini Tips Diet Nyaman Anti Gagal ala Personal Trainer Aditya Pratama

Press Release | Selasa, 01 Agustus 2023 | 17:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB