Angka Kematian Kanker Paru di Indonesia Tembus 30 Ribuan, Skrining dan Deteksi Dini Jadi Pencegahan Terbaik?

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Jum'at, 25 Agustus 2023 | 09:03 WIB
Angka Kematian Kanker Paru di Indonesia Tembus 30 Ribuan, Skrining dan Deteksi Dini Jadi Pencegahan Terbaik?
Ilustrasi Kanker Paru-Paru (Freepik/user17432319)

Suara.com - Kanker paru menjadi hal yang tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, Data Globocan 2020 mengungkapkan, di Indonesia Indonesia kasus kanker paru bisa terjadi sebanyak 34.783 orang terdiagnosis setiap tahunnya. Bahkan, hal ini mengakibatkan kematian hingga 30.843 kasus.

Kondisi ini menjadi lebih parah karena nyatanya tidak banyak masyarakat Indonesia yang memahami kalau dirinya alami kanker paru. Presiden Direktur AstraZeneca, Se Whan Chon mengatakan, hanya sekitar 4 persen penderita yang terdiagnosis kanker paru.

Sementara itu, 90 persen masyarakat yang terdiagnosis diketahui telah memasuki stadium lanjut. Padahal, jika kanker paru diketahui saat stadium awal, ini akan membantu proses penyembuhan pasien lebih baik. Bahkan, beberapa pasien dapat hidup normal kembali.

“Ketika kanker paru terdeteksi pada stadium 1 dan 2, tingkat kelangsungan hidup meningkat secara signifikan,” ucap Se Whan dalam acara Peluncuran Konsensus Skrining Kanker Paru Nasional, Rabu, (23/8/2023).

Peluncuran Konsensus Skrining Kanker Paru Nasional. (Fajar/Suara.com)
Peluncuran Konsensus Skrining Kanker Paru Nasional. (Fajar/Suara.com)

Sebab hal tersebut, sebenarnya perlu adanya skrining atau deteksi dini bagi masyarakat. Melalui skrining atau deteksi dini ini, akan membantu melihat kondisi kesehatan masyarakat. Ini juga membantu untuk mencegah hingga tindakan cepat jika kanker paru terdeteksi.

Proses skrining dan deteksi dini ini sendiri berbeda. Ketua Pokja Onko PDPI, Dr. Sita Laksmi Andarini mengatakan, proses skrining ini dilakukan untuk menemukan adanya penyakit sedini mungkin. Dengan begitu, orang tersebut dapat melakukan tindakan lebih awal ketika diketahui ada penyakit tertentu.

Sementara untuk proses deteksi dini, ini biasanya dilakukan para mereka yang sudah terdapat gejala kanker paru. Biasanya, mereka yang sudah memiliki gejala dan faktor risiko tinggi akan diperiksa apakah terdiagnosa kanker paru atau tidak.

“Kalau skrining ini buat mereka yang sehat, jadi dilakukan pengecekan apakah ada penyakit atau tidak sehingga bisa pencegahan dan penanganan awal. Kalau deteksi dini ini lebih ke orang yang sudah ada gejala, sama mereka yang ada faktor risiko seperti usia di atas 45 tahun, merokok, ada riwayat keluarga,” jelas Dr. Sita.

Mendukung pentingnya proses skrining kanker paru, Yayasan Kanker Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dan Asosiasi Pengkajian Onkologi Thoraks Indonesia (IASTO), meluncurkan ‘Konsensus Skrining Kanker Paru Indonesia’. Ini adalah peralihan dari sinar-X dada yang tradisional menjadi prosedur yang lebih canggih yang dikenal sebagai tomografi komputer berdosis rendah (LDCT).

baca juga

Skrining kanker paru ini dibantu dengan kecerdasan buatan, yang melibatkan penggunaan algoritma komputer dan teknik pembelajaran mesin untuk menganalisis data gambar medis, seperti CT scan atau sinar-X dada, atau gambar relevan lainnya.

Algoritma kecerdasan buatan ini dapat membantu dalam mendeteksi nodul paru-paru, lesi, atau pola yang mencurigakan yang dapat mengindikasikan keberadaan kanker paru pada populasi berisiko tinggi.

Executive Director di Indonesian Association for the Study on Thoracic Oncology (IASTO), Prof. Dr. dr. Elisna Syahruddin, Sp.P(K), Ph.D., menjelaskan, proses skrining dengan teknologi ini dapat membantu deteksi awal dan menjadi peluang untuk penyembuhan lebih besar. Dengan begitu, akan banyak nyawa pasien kanker paru yang bisa diselamatkan.

“Skrining LDCT digunakan sebagai alat skrining utama dan sinar-X dada dapat didukung oleh kecerdasan buatan untuk perokok aktif dan perokok pasif berusia 45–75 tahun, dengan riwayat keluarga menderita kanker paru-paru, Ini akan menyelamatkan lebih banyak nyawa dari kanker paru,” pungkas dr. Elisna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Bayi Baru Lahir Meninggal karena Penyakit Jantung Bawaan, Orangtua Harus Tahu Pentingnya Skrining

Cegah Bayi Baru Lahir Meninggal karena Penyakit Jantung Bawaan, Orangtua Harus Tahu Pentingnya Skrining

Health | Selasa, 18 Juli 2023 | 15:26 WIB

Rumah Sakit di Malaysia Hadirkan Program Perawatan Klinik Kanker Payudara, Ini Dia Keunggulannya: Ada Perawat Pendamping

Rumah Sakit di Malaysia Hadirkan Program Perawatan Klinik Kanker Payudara, Ini Dia Keunggulannya: Ada Perawat Pendamping

Health | Senin, 19 Juni 2023 | 08:45 WIB

Jemput Bola Skiring TB di Tamanmartani, Masyarakat Sambut Antusias

Jemput Bola Skiring TB di Tamanmartani, Masyarakat Sambut Antusias

Jogja | Kamis, 15 Juni 2023 | 14:04 WIB

Terkini

8 Kontribusi BRI untuk Indonesia Dalam Momentum HUT ke-81 RI

8 Kontribusi BRI untuk Indonesia Dalam Momentum HUT ke-81 RI

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Tebus Sembako Rp100 Ribu, Pertamina Ajak Warga Rayakan Kemerdekaan Sekaligus Bantu Korban Gempa NTT

Tebus Sembako Rp100 Ribu, Pertamina Ajak Warga Rayakan Kemerdekaan Sekaligus Bantu Korban Gempa NTT

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Bromo Belum Sepenuhnya Aman: Debu Setan Mengancam Savana yang Terluka

Bromo Belum Sepenuhnya Aman: Debu Setan Mengancam Savana yang Terluka

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:11 WIB

HUT ke-81 RI: BRI Bersama Danantara Terus Mendukung Ekonomi Rakyat, Termasuk UMKM

HUT ke-81 RI: BRI Bersama Danantara Terus Mendukung Ekonomi Rakyat, Termasuk UMKM

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Meski 4 Pasar Rusak, Pemerintah Jamin Warga NTT Tak Kelaparan

Meski 4 Pasar Rusak, Pemerintah Jamin Warga NTT Tak Kelaparan

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Persija Masuk Fase Panas TC Thailand, Shin Tae-yong Mulai Tentukan Pemain Pilihan

Persija Masuk Fase Panas TC Thailand, Shin Tae-yong Mulai Tentukan Pemain Pilihan

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:07 WIB

HUT ke-81 RI, BRI Dukung Danantara Senantiasa Perkuat Ekonomi Rakyat

HUT ke-81 RI, BRI Dukung Danantara Senantiasa Perkuat Ekonomi Rakyat

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:03 WIB

Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib

Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib

Sumut | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:02 WIB

Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan

Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi

Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi

Bali | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

×