Tak Lagi Bergantung Kemoterapi, Pengobatan Kanker Paru-Paru Bisa Pakai Obat Tablet?

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Minggu, 04 Juni 2023 | 08:58 WIB
Tak Lagi Bergantung Kemoterapi, Pengobatan Kanker Paru-Paru Bisa Pakai Obat Tablet?
Ilustrasi Kanker Paru-Paru (Freepik/user17432319)

Suara.com - Kemoterapi kerap menjadi salah satu pilihan teratas ketika bicara perawatan dan penyembuhan kanker. Dengan kemoterapi, itu dapat membantu mematikan serta mengangkat sel kanker yang ada di dalam tubuh.

Tidak bisa dipungkiri kemoterapi memiliki berbagai efek samping yang akan berpengaruh langsung pada tubuh. Namun,  saat ini untuk pasien kanker paru-paru terdapat opsi baru untuk melakukan proses pengobatan tanpa kemoterapi, yakni targeted therapy.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PDPI, dr Sita Laksmi Andarini PhD, SpP (K). mengatakan, targeted therapy merupakan metode pengobatan pasien kanker paru-paru dengan tablet. Nantinya pasien akan mengonsumsi tablet yang diberikan untuk menyembuhkan kanker dalam tubuhnya.

Kanker Paru-Paru (pexels.com)
Kanker Paru-Paru (pexels.com)

“Sekarang tidak perlu kemoterapi, sekitar 55 persen masyarakat sekarang bisa melakukan pengobatan dengan tablet targeted therapy,” ucap dr Sita media gathering Memperingati World No Tobacco Day, Rabu (31/5/2023).

Meski demikian, untuk targeted therapy ini, tablet yang diberikan tidak sembarangan. Berdasarkan penjelasan dr Sita, tipe kanker paru-paru ini ada small cell lung cancer (SCLC) atau kanker paru sel kecil dan non-small cell lung cancer (NSCLC).

Nantinya pasien akan diperiksa terlebih dahulu untuk mengetahui tipe kanker yang dialaminya sehingga bisa disesuaikan dengan obat. Sementara untuk kanker paru-paru sendiri sekitar 80 persen itu merupakan kondisi NSCLC. Pda tipe NSCLC ini 40 persennya mengalami mutasi reseptor pertumbuhan epidermal (EGFR) untuk menghambat tyrosine kinase,

Tidak hanya itu, dengan targeted therapy ini nantinya akan membantu menghambat penyebaran sel kanker dalam tubuh. Dengan targeted therapy juga tidak memiliki efek samping seperti kemoterapi. Pasalnya, kemoterapi membuat sel rambut rontok, mual, muntah, dan lain-lain.

 "Kalau kemoterapi membunuh sel kanker dan sel-sel sehat, efek sampingnya misalnya rambut rontok, infeksi, mudah berdarah, mual, muntah. Biasanya diinfus bisa one-day care, artinya enggak perlu dirawat," ujar dr Sita.

Di Indonesia nantinya metode pengobatan targeted therapy ini akan diterapkan sebagai pilihan untuk para pasien kanker paru-paru. Salah satu obat yang digunakan untuk atasi masalah kanker paru-paru yaitu Erlotinib yang dibuat oleh PT Kalbe Farma.

baca juga

Presiden Direktur PT Global Onkolab Farma Selvinna berharap, dengan adanya obat tersebut masyarakat bisa melakukan pengobatan tanpa efek samping seperti kemoterapi. Selain itu, negara juga tidak perlu impor sehingga sistem pengobatan di Indonesia semakin baik.

“Kita ingin sekali obat itu mandiri, enggak usah impor. Jadi karena kami satu-satunya yang punya fasilitasnya, kita dukunglah pemerintah dengan cara bikin obat tabletnya," jelas Selvinna.

Sementara angka kanker paru-paru hingga kini masih sangat besar. Angka ini juga berisiko terus meningkat seiring jumlah perokok masih tinggi. Pada 10 tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah perokok dewasa yakni 60,3 juta pada tahun 2011 menjadi 69,1 juta pada tahun 2021.

Kanker paru-paru di Indonesia juga berisiko terjadi usia muda dibandingkan dewasa; Hal ini dipicu karena angka perokok yang masih tinggi.

“Usia kanker paru di Indonesia lebih muda. Iya betul. Kalau kita lihat data di luar negeri, kanker paru itu umurnya 68.  Data di Indonesia, 10 tahun lebih muda, median usia tengah dari penderita kanker yaitu 58 tahun,” pungkas dr Sita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sandra Dewi Ungkap Rahasia Pilih Obat-obatan Hingga Suplemen yang Aman Demi Kesehatan Keluarga

Sandra Dewi Ungkap Rahasia Pilih Obat-obatan Hingga Suplemen yang Aman Demi Kesehatan Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Juni 2023 | 19:45 WIB

WASPADA! Polisi Tangkap Lima Orang Pengedar Obat Palsu hingga Bernilai Rp130,04 Miliar: Belajar Otodidak

WASPADA! Polisi Tangkap Lima Orang Pengedar Obat Palsu hingga Bernilai Rp130,04 Miliar: Belajar Otodidak

Bandungbarat | Rabu, 31 Mei 2023 | 20:47 WIB

Angka Kanker Paru-Paru di Indonesia Masih Tinggi, Paling Banyak Terjadi Pada Usia Muda?

Angka Kanker Paru-Paru di Indonesia Masih Tinggi, Paling Banyak Terjadi Pada Usia Muda?

Health | Rabu, 31 Mei 2023 | 16:32 WIB

Terkini

Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an

Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah

Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma

Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028

Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun

Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun

Video | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Sumut | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:51 WIB

×