Hari Kanker Kelenjar Getah Bening Sedunia 2023, Kenali Gejala Limfoma yang Disebut Mirip Tuberkulosis

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 17 September 2023 | 09:11 WIB
Hari Kanker Kelenjar Getah Bening Sedunia 2023, Kenali Gejala Limfoma yang Disebut Mirip Tuberkulosis
Ilustrasi kanker kelenjar getah bening alias limfoma. (Pexels)

Suara.com - Pada 15 September lalu diperingati sebagai Hari Kesadaran Limfoma Sedunia 2023, yang ditujukan agar masyarakat paham kanker kelenjar getah bening ini semakin banyak ditemukan di masyarakat. Mirisnya lagi gejala limfoma mirip tuberkulosis atau TB loh. Gimana ya cara membedakannya?

Limfoma adalah kanker kelenjar getah bening yang disebabkan oleh sel darah putih yang berubah menjadi ganas. Sel darah putih ini memperbanyak diri dengan tidak terkendali pada kelenjar getah bening, atau di organ-organ pembentuk sel darah putih.

Sedangkan tuberculosis atau TB adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberkulosis, yang menyerang paru dan berpotensi menjadi serius.

Diakui Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik, Dr. dr. Andhika Rachman, Sp.PD KHOM, FINASIM pada gejala awal banyak dokter salah mentafsirkan gejala limfoma sebagai penyakit TB. Selain karena gejalanya yang cenderung mirip yakni benjolan di leher membesar, kelelahan hingga dada sesak napas, ditambah Indonesia juga negara dengan endemik TB.

Apalagi kata Dr. Andhika pada gejala awal kanker ini juga lebih dulu menyerang paru, seperti pada kasus TB yang menyebabkan penumpukan cairan kelenjar getah bening di organ pernapasan itu.

Hari Kesadaran Limfoma Sedunia 2023 oleh Cancer Information Support Center (CISC) dan Takeda di Jakarta Selatan, 15 September 2023. (Dini/Suara.com)
Hari Kesadaran Limfoma Sedunia 2023 oleh Cancer Information Support Center (CISC) dan Takeda di Jakarta Selatan, 15 September 2023. (Dini/Suara.com)

“Kanker limfoma jenis Hodgkin umumnya menyebar bertahap melalui pembuluh getah bening. Pada stadium lanjut bisa menyebar melalui aliran darah ke organ vital seperti hati, paru-paru dan sumsum tulang belakang, meski sangat jarang," ujar Dr. Andika dalam acara Hari Kesadaran Limfoma Sedunia 2023 oleh Cancer Information Support Center (CISC) dan Takeda di Jakarta Selatan, 15 September 2023.

Menurut Dr. Andhika, cara paling mudah membedakan TB dengan limfoma yaitu meski sama-sama diawali benjolan di leher, pada limfoma benjolan ini bisa menyebar yakni ada juga di ketiak, lipatan paha, selangkangan hingga sekitar organ dalam.

Benjolan ini sangat berbeda dengan TB, selain hanya terjadi di leher umumnya benjolan pada TB akan membesar dan warna kulit bisa berubah keunguan. Padahal benjolan limfoma cenderung tidak membesar, tapi bisa bertahan di lokasi yang sama selama beberapa minggu.

Adapun limfoma terbagi dalam dua jenis yakni limfoma hodgkin dan limfoma non hodgkin. Pada limfoma hodgkin, kanker terjadi akibat mutasi sel B pada sistem limfatik, yang ditandai dengan adanya sel reed sternberg melalui pemeriksaan patologi. Sedangkan limfoma non hodgkin, yang tidak ditemukan adanya sel reed sternberg.

Dr. Andhika menyampaikan pentingnya masyarakat mengenali gejala limfoma Hodgkin. Di antaranya pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau pangkal paha, dan bisa disertai dengan B symptoms. Yaitu demam lebih dari 38 derajat celcius, berkeringat pada malam hari, penurunan bobot lebih dari 10 persen selama 6 bulan, gatal-gatal, dan kelelahan yang luar biasa. Sebagian besar kasus limfoma Hodgkin menjangkiti usia muda yakni usia 15 hingga 30 tahun.

“Kasus limfoma Hodgkin banyak ditemukan di usia muda karena sistem imun belum terbentuk secara matang, sehingga mudah mengalami perubahan,” terang dr. Andika.

Namun demikian, usia dewasa akhir lebih dari 55 tahun juga berisiko. Secara biologis, penyakitnya berbeda dengan yang terjadi di usia muda. Ditengarai ada keterlibatan dari berbagai faktor, termasuk histologi selularitas, virus Epstein-Barr, dan lain-lain.

Di sisi lain Head of Patient Value Access PT. Takeda Indonesia, Shinta Caroline mengatakan akan mendukung para pasien limfoma dengan program JKN serta program bantuan pasien berupa Takeda BISA dan diusahakan agar dapat pengobatan inovatif.

"Lebih jauh, kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat akan berbagai penyakit. Oleh karena itu, kami juga telah memiliki nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama dengan kementerian kesehatan yang mencakup peningkatan kesadaran masyarakat akan upaya promotif dan preventif,” ujar Shinta.

Sesangkan Ketua CISC Aryanthi Baramuli Putri, SH., MH berharap semakin banyak akses yang terbuka untuk pasien limfoma hodgkin untuk mendapat tetapai kanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPJS Kesehatan Bersama Kemenkes Luncurkan Program Pembiayaan Tuberkulosis

BPJS Kesehatan Bersama Kemenkes Luncurkan Program Pembiayaan Tuberkulosis

Bisnis | Rabu, 30 Agustus 2023 | 08:40 WIB

Komitmen DPM Mendukung Pengentasan Stunting dan TBC

Komitmen DPM Mendukung Pengentasan Stunting dan TBC

Sumut | Minggu, 20 Agustus 2023 | 21:28 WIB

Peneliti Luar Negeri Ungkap Sebab Indonesia Jadi Negara Ke-2 Dunia TB Terbanyak, Gegara Pandemi Covid-19?

Peneliti Luar Negeri Ungkap Sebab Indonesia Jadi Negara Ke-2 Dunia TB Terbanyak, Gegara Pandemi Covid-19?

Health | Jum'at, 18 Agustus 2023 | 11:55 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB