Keutamaan Melakukan Skrining Kanker Payudara: Lindungi Kesehatan Perempuan di Indonesia

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Sabtu, 23 September 2023 | 05:00 WIB
Keutamaan Melakukan Skrining Kanker Payudara: Lindungi Kesehatan Perempuan di Indonesia
ilustrasi kanker payudara. (shutterstock)

Suara.com - Skrining kanker payudara memiliki manfaat yang signifikan dalam upaya pencegahan kanker payudara di Indonesia. Sayangnya kurangnya pemahaman masyarakat serta akses yang terbatas membuat kesadaran untuk melakukan skrining berkurang.

Skrining kanker payudara dapat mengurangi angka kematian akibat penyakit ini. Menurut Global Cancer Observatory, pada tahun 2020, diperkirakan terdapat lebih dari 22.000 kematian akibat kanker payudara di Indonesia. Namun, dengan skrining yang tepat waktu, sebagian besar dari kematian tersebut dapat dicegah. Pemeriksaan mamografi dan pemeriksaan payudara sendiri yang teratur dapat membantu mengidentifikasi adanya perubahan yang mencurigakan pada payudara sehingga dapat dilakukan tindakan lebih lanjut untuk menghentikan penyebaran kanker.

Skrining juga memungkinkan deteksi dini kanker payudara, yang merupakan kunci untuk meningkatkan tingkat kesembuhan. Menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia, tingkat kesembuhan kanker payudara stadium awal bisa mencapai lebih dari 90%, sementara di stadium lanjut, tingkat kesembuhan jauh lebih rendah, hanya sekitar 40%. Dengan skrining yang rutin, lebih banyak kasus kanker payudara dapat terdeteksi pada tahap awal, memungkinkan penanganan yang lebih efektif dan tingkat kesembuhan yang lebih tinggi.

Inisiatif kampanye skrining yang menyasar wanita Indonesia, terutama yang memiliki keterbatasan akses, dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang kanker payudara, mempromosikan pola hidup sehat, dan mengurangi stigma seputar penyakit ini. Seiring dengan dukungan dari pemerintah dan lembaga kesehatan, skrining kanker payudara dapat menjadi alat yang kuat dalam melindungi kesehatan dan kehidupan wanita Indonesia.

Pembahasan soal skrining kanker payudara menjadi topik utama dalam diskusi "Semangat Lawan Kanker - Bincang Sehat Bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang," yang baru saja digelar di RS Siloam Lippo Village, Kabupaten Tangerang. Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, dr. H. Achmad Muchlis. MARS, memaparkan kebijakan penanganan kanker payudara yang inovatif di wilayah tersebut.

Hingga Agustus 2023, lebih dari 110 ribu wanita usia subur di Kabupaten Tangerang telah menjalani skrining kanker payudara dari total 539 ribu yang bersedia untuk mengikuti program ini. Ini adalah langkah besar dalam mendeteksi kanker payudara sejak dini, dan Dinkes Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan partisipasi wanita usia subur dalam skrining ini.

Dinkes Kabupaten Tangerang gelar diskusi kanker payudara bekerja sama dengan Siloam Hospitals. (dok. Siloam)
Dinkes Kabupaten Tangerang gelar diskusi kanker payudara bekerja sama dengan Siloam Hospitals. (dok. Siloam)

Pada awal September 2023, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) dan anak perusahaan layanan kesehatannya, PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), telah menggelar sosialisasi dan memberikan layanan skrining kanker payudara yang revolusioner. Layanan ini ditujukan khusus untuk wanita pekerja informal yang seringkali memiliki keterbatasan akses di sekitar kawasan Lippo Village, Tangerang.

SILO, sebagai penyedia layanan kanker swasta terbesar di Indonesia, meluncurkan kampanye SELANGKAH (SEmangat LAwan KANker) untuk meningkatkan komitmen mereka dalam memberikan layanan skrining kanker payudara kepada wanita-wanita Indonesia yang memiliki keterbatasan akses.

Kampanye ini akan berlangsung hingga Desember 2023 dan melibatkan penggunaan teknologi mutakhir seperti mesin mamografi di 14 RS Siloam di seluruh Indonesia, yang akan memeriksa lebih dari 25.000 wanita. Inisiatif ini sejalan dengan program Lippo Untuk Indonesia PASTI (Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, dan Independen) yang berfokus pada kesehatan masyarakat.

Presiden Komisaris SILO dan CEO LPKR, John Riady, menyatakan bahwa SILO berada di posisi strategis untuk membantu transformasi layanan kesehatan di Indonesia, serta mendukung upaya Kementerian Kesehatan RI. Dengan 41 RS Siloam yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia, SILO siap memberikan layanan skrining kanker payudara yang luar biasa ini. John juga menekankan bahwa RS Siloam memiliki kompetensi medis dan fasilitas yang memadai untuk mendeteksi dini kanker payudara dan memberikan perawatan yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Spesialis Urologi: Belum Ada Penelitian Air Galon Guna Ulang Picu Kanker Prostat

Dokter Spesialis Urologi: Belum Ada Penelitian Air Galon Guna Ulang Picu Kanker Prostat

Health | Jum'at, 22 September 2023 | 18:02 WIB

Kanker Ginjal Vidi Aldiano Masih Menyebar Usai Dioperasi, Memang Seganas Itu?

Kanker Ginjal Vidi Aldiano Masih Menyebar Usai Dioperasi, Memang Seganas Itu?

Lifestyle | Kamis, 21 September 2023 | 16:04 WIB

Segera Wamil, Suga BTS Dapat Pesan Tak Terduga dari ARMY: Aku Sakit kanker!

Segera Wamil, Suga BTS Dapat Pesan Tak Terduga dari ARMY: Aku Sakit kanker!

Your Say | Kamis, 21 September 2023 | 14:11 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB