Begini Dampak Kemajuan Teknologi Kesehatan Bagi Perawatan Pasien

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Minggu, 05 November 2023 | 19:25 WIB
Begini Dampak Kemajuan Teknologi Kesehatan Bagi Perawatan Pasien
Ilustrasi dokter. (Pixabay/parentingupstream)

Suara.com - Kemajuan teknologi juga berdampak pada pelayanan kesehatan. Dengan teknologi yang ada, akan sangat membantu untuk memperbaiki sistem kesehatan yang lebih terorganisir lebih baik lagi.

Managing Director, Philips APAC, Peter Quinlan mengatakan, adanya perkembangan teknologi di bidang kesehatan ini akan sangat membantu baik dari perawatan, pengobatan, serta pelayanan yang lebih baik untuk para pasien.

Tidak hanya itu, perkembangan teknologi juga akan membantu para tenaga medis dalam memberikan pelayanan pasien. Hal ini akan memberikan sistem kesehatan dan taraf hidup yang lebih baik.

“Adanya inovasi perkembangan teknologi akan membantu membuat transformasi digital dalam industri perawatan kesehatan yang lebih baik. Hal ini akan membuat pelayanan kepada para pasien serta peningkatan para staf yang bekerja juga jauh lebih baik,” ucap Peter dalam media briefing bersama Philips, Rabu (1/11/2023).

Ilustrasi Dokter (Freepik/Senivpetro)
Ilustrasi Dokter (Freepik/Senivpetro)

Masalah dan tantangan

Sementara itu, Peter mengatakan, saat ini pihaknya juga menyoroti berbagai kondisi kesehatan dan tantangan yang saat ini terjadi di Indonesia, di antaranya:

  • Adanya peningkatan penyakit kronis di masyarakat. Apalagi hal ini juga didorong oleh faktor ekonomi yang membuat masyarakat bingung lakukan pengobatan.
  • Penyedia layanan kesehatan juga masih kekurangan sumber daya untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi. Inefisiensi seperti ini membebani sumber daya layanan kesehatan yang sudah terbatas dan berdampak pada pemberian layanan berkualitas kepada mereka yang paling membutuhkan.
  • Pasien sulit mencapai akses kesehatan yang dibutuhkan. Akhirnya, mereka mencari layanan kesehatan yang lebih dekat dengan mereka.

Inovasi yang ditingkatkan

Dengan permasalahan tersebut, Peter mengungkapkan, perlu adanya inovasi kesehatan yang lebih baik untuk mengatasi berbagai kekurangan tersebut. Beberapa inovasi yang dibutuhkan itu di antaranya:

  1. Teknologi berbasis cloud, untuk meningkatkan layanan dan kolaborasi pasien.
  2. Adanya catatan kesehatan digital.
  3. Adanya perawatan virtual profesional-ke-pasien layanan kesehatan. Investasi ini memungkinkan para profesional layanan kesehatan terhubung dengan pasien dari jarak jauh. Dokter dapat memberikan konsultasi, memantau kemajuan, dan memberikan perawatan di luar pengaturan layanan kesehatan tradisional sehingga perawatan tidak hanya terjadi di rumah sakit.
  4. Adanya teknologi yang memungkinkan para profesional layanan kesehatan untuk berkolaborasi, berkonsultasi, dan bertukar pengetahuan dari jarak jauh.

Dampak

baca juga

Jika hal tersebut diterapkan, maka itu akan memberikan berbagai dampak positif bagi industri kesehatan, di antaranya:

  • Memberikan hasil kesehatan yang lebih baik.
  • Adanya peningkatan pelayanan bagi pasien. Dengan begitu, pasien mendapat pelayanan kesehatan dan monitoring yang baik.
  • Meningkatkan pengalaman staf. Perkembangan teknologi akan membuat para pekerja menjadi lebih mudah. Hal ini membuat mereka dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal.
  • Biaya perawatan juga akan jadi lebih rendah karena pengeluaran difokuskan pada kebutuhan dari pasien.

Hal-hal ini juga yang menjadi fokus utama Philips untuk membantu membuat sistem kesehatan di Indonesia menjadi lebih baik. Bahkan, Peter mengungkapkan, pihaknya juga sedang berfokus untuk membuat rumah sakit pintar yang dapat menghubungkan manusia, data, dan teknologi dengan cara yang cerdas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pentingnya Support bagi Kesehatan Mental, Psikolog: Islam Mengajari Cara Atasinya

Pentingnya Support bagi Kesehatan Mental, Psikolog: Islam Mengajari Cara Atasinya

Your Say | Minggu, 05 November 2023 | 11:40 WIB

Dapat Menunda Kehamilan, Berikut 3 Risiko Mengonsumsi Talas Berlebihan

Dapat Menunda Kehamilan, Berikut 3 Risiko Mengonsumsi Talas Berlebihan

Your Say | Minggu, 05 November 2023 | 09:05 WIB

Selain sebagai Bumbu dan Obat Tradisional, Ini 3 Manfaat Lain Akar Jahe

Selain sebagai Bumbu dan Obat Tradisional, Ini 3 Manfaat Lain Akar Jahe

Your Say | Minggu, 05 November 2023 | 08:57 WIB

Terkini

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

×