Penderita Kanker Paru-Paru di Indonesia Jauh Lebih Muda Dibandingkan Luar Negeri, Rokok Jadi Biang Kerok

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Selasa, 05 Desember 2023 | 09:47 WIB
Penderita Kanker Paru-Paru di Indonesia Jauh Lebih Muda Dibandingkan Luar Negeri, Rokok Jadi Biang Kerok
Ilustrasi Kanker Paru-Paru (Freepik/user17432319)

Suara.com - Kanker paru-paru menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak di Indonesia. Penyakit satu ini tidak bisa dianggap remeh, pasalnya banyak kasus kematian akibat kanker paru-paru. Apalagi, kanker paru-paru terkadang tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Sementara itu, beberapa pasien mengetahui kondisinya saat stadium kanker sudah tinggi. Hal ini sebabkan pengobatan sulit dilakukan hingga membuat pasien meninggal dunia.

Bukan hanya itu, di Indonesia sendiri kanker paru-paru terjadi pada usia lebih muda dibandingkan rata-rata dunia. Berdasarkan keterangan Dokter Spesialis Paru, dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D, Sp.P(K), usia penderita kanker paru-paru di Indonesia bahkan 10 tahun jauh lebih muda.

“Di Indonesia sendiri penderita kanker paru-paru 10 tahun lebih muda dibandingkan rata-rata di luar negeri,” ucap dr. Sita media briefing secara daring bersama PB IDI, Senin (4/12/2023).

Ilustrasi kanker paru-paru (Freepik/freepik)
Ilustrasi kanker paru-paru (Freepik/freepik)

Kondisi kanker paru-paru ini terjadi usia para perokok di Indonesia jauh lebih muda. Akibatnya, risiko kanker paru-paru pada generasi muda lebih besar dibandingkan di luar negeri.

“Penyebabnya itu yang pertama karena usia merokok di Indonesia jauh lebih muda dibandingkan negara lain,” jelas dr.Sita.

Bukan hanya itu, ia menambahkan, angka perokok yang tinggi juga membuat anggota keluarga terpapar asap rokok. Banyaknya para perokok di rumah membuat anggota keluarga hingga anak berisiko terpapar asap rokok.Paparan yang terus menerus ini berisiko membuat anak mengalami kanker paru-paru di usia muda.

"Angka perokoknya sangat tinggi pada laki-laki sehingga seluruh keluarga terkena asap rokoknya karena ada paparan yang terus menerus pada anak. Ini bisa meningkatkan kanker paru dengan sangat muda," sambungnya.

Oleh sebab itu, bagi para perokok penting untuk bisa merokok tidak di depan anggota keluarga, terutama anak-anak.

baca juga

Dr. Sita juga menuturkan, sebab gejala yang tidak terdeteksi ini, penting adanya skrining atau deteksi untuk mengetahui kondisi kesehatan. Skrining maupun deteksi dini ini akan membantu membuat seseorang mendapat penanganan segera.

“Gejala lebih banyak tidak bergejala. Karena paru tidak memiliki saraf perasa. Karena itu kita perlu melakukan skrining kanker paru sebelum ada gejala, terutama bagi orang yang risiko tinggi,” ucap dr. Sita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mitos dan Fakta Kanker Paru-paru Stadium 4, Penyakit yang Diidap Kiki Fatmala

Mitos dan Fakta Kanker Paru-paru Stadium 4, Penyakit yang Diidap Kiki Fatmala

Lifestyle | Sabtu, 02 Desember 2023 | 20:53 WIB

Sebelum Meninggal, Kiki Fatmala Sempat Sembuh dari Kanker setelah 6 Kali Kemoterapi

Sebelum Meninggal, Kiki Fatmala Sempat Sembuh dari Kanker setelah 6 Kali Kemoterapi

Lifestyle | Jum'at, 01 Desember 2023 | 11:10 WIB

Profil Kiki Fatmala, Meninggal Dunia Usai Kena Kanker Paru-paru Stadium 4

Profil Kiki Fatmala, Meninggal Dunia Usai Kena Kanker Paru-paru Stadium 4

Lifestyle | Jum'at, 01 Desember 2023 | 10:12 WIB

Terkini

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:02 WIB

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau

Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:00 WIB

×