3 Bahaya Konsumsi Daging Anjing, Bisa Mengancam Kesehatan Manusia

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 10 Januari 2024 | 14:25 WIB
3 Bahaya Konsumsi Daging Anjing, Bisa Mengancam Kesehatan Manusia
Ilustrasi anjing. (Pexels/sergioseuza)

Suara.com - Polrestabes Semarang baru saja mengamankan sebuah truk yang mengangkut 200 lebih ekor anjing yang diduga tanpa dokumen resmi, Sabtu (06/01).

Truk pembawa ratusan ekor anjing itu diamankan saat melintas masuk Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah. Dikabarkan, anjing-anjing itu akan dijagal ke warung makan di Solo.

Sebagai informasi, Solo menjadi salah satu kota dengan tingkat konsumsi daging anjing yang tinggi. Berdasar laporan Dog Meat Free Indonesia, di tahun 2020 sebanyak 13,700 anjing dikonsumsi di kota ini.

Terkait konsumsi daging anjing, perlu diketahui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menyebutkan bahwa daging anjing bukanlah termasuk produk pangan.

Ilustrasi Anjing -Photo by Sasha Sashina on Unsplash
Ilustrasi Anjing -Photo by Sasha Sashina on Unsplash

Selain bukan termasuk produk pangan, konsumsi daging anjing sebenarnya memiliki sejumlah bahaya, antara lain:

1. Rabies

Salah satu bahaya dari makan daging anjing adalah adanya risiko penyebaran rabies. Pasalnya saat penyembelihan, penjagal dapat dengan mudah terinfeksi rabies dan menyebarkan penyakit ke anjing lain dan manusia.

2. Infeksi bakteri

Ada banyak sekali bakteri yang dapat menjangkit manusia karena konsumsi daging anjing, termasuk parasit Trichinellosis. Ini adalah salah satu parasit yang dapat dengan mudah ditularkan dari anjing yang terinfeksi ke manusia.

Pada manusia, parasit Trichinellosis dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan dapat berakibat fatal jika tidak segera diobati.

Selain itu, konsumsi daging anjing juga dapat memicu infeksi parasit seperti E.Coli107 dan salmonella.

Ilustrasi anjing (shutterstock)
Ilustrasi anjing (shutterstock)

3. Kolera

Melansir One Green Planet, sepanjang proses pengangkutan masal anjing untuk dipotong dan diolah menjadi makanan, bakteri Vibrio cholerae dikatakan mudah menyebar dan berkembang biak.

Vibrio cholerae merupakan penyebab penyakit kolera, yang dapat memicu diare cair yang parah sehingga memicu dehidrasi. Jika tidak mendapat pengobatan segera, kondisi ini dapat berujung kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Kota dan Kabupaten dengan Konsumsi Daging Anjing Terbesar di Indonesia

3 Kota dan Kabupaten dengan Konsumsi Daging Anjing Terbesar di Indonesia

Lifestyle | Senin, 08 Januari 2024 | 14:46 WIB

Pemprov DKI Grebek Lokasi Diduga Tempat Jagal Anjing, Pemilik Mengelak dengan Cara Ini

Pemprov DKI Grebek Lokasi Diduga Tempat Jagal Anjing, Pemilik Mengelak dengan Cara Ini

News | Jum'at, 24 Februari 2023 | 21:08 WIB

Bersama Animal Defenders Indonesia, Gojek Berantas Penjualan Daging Anjing

Bersama Animal Defenders Indonesia, Gojek Berantas Penjualan Daging Anjing

News | Senin, 22 Agustus 2022 | 19:29 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB