Jangan Sampai Terlambat, Ini Pentingnya Deteksi Dini Myopia pada Anak Usia Sekolah

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Selasa, 30 Januari 2024 | 08:33 WIB
Jangan Sampai Terlambat, Ini Pentingnya Deteksi Dini Myopia pada Anak Usia Sekolah
Pemeriksaan mata anak.

Suara.com - Masalah rabun jauh atau myopia pada anak kerap tidak disadari oleh banyak orangtua. Padahal, tanpa mendapatkan penanganan yang tepat, hal itu akan berdampak ke berbagai faktor dalam tumbuh kembangnya.

Untuk itu penting bagi orangtua untuk selalu rutin memeriksakan mata anak. Kabar baiknya, HOYA Vision Care, perusahaan produsen lensa global asal Jepang, menggelar acara "MiYOSMART Goes to School" di An Nahl Islamic School, Kabupaten Bogor. Lebih dari 300 peserta didik dari SD hingga SMP mendapat pemeriksaan mata gratis dalam kolaborasi dengan VIO Optical Clinic dan Vision Therapy, fokus pada layanan Myopia Control Management dan Low Vision.

Managing Director HOYA Lens Indonesia, Dodi Rukminto, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan mendeteksi gangguan refraksi pada anak usia sekolah, terutama myopia.

Pemeriksaan mata anak. (Dok. Istimewa)
Pemeriksaan mata anak. (Dok. Istimewa)

Anak-anak seringkali menunjukkan gejala myopia seperti kesulitan melihat benda jelas saat belajar di sekolah. Dodi juga memberikan edukasi kepada orangtua tentang opsi kontrol myopia, dengan menyoroti lensa kacamata terapi MiYOSMART sebagai inovasi terkini.

Dodi menyatakan bahwa kesadaran terhadap kesehatan mata di Indonesia masih rendah, terutama terkait risiko dan penanganan myopia pada anak. Banyak anak mengalami myopia tanpa koreksi, dan orang tua tidak menyadari masalah ini. Dengan deteksi dini dan manajemen myopia, dapat menghindari masalah mata yang lebih serius di masa depan.

Marketing Assistant Manager HOYA Lens Indonesia, Nihla Azkiya, menambahkan bahwa pemeriksaan mata gratis melibatkan lebih dari 300 peserta didik dari SD hingga SMP di An-Nahl Islamic School.

Hasil deteksi dini disampaikan kepada orangtua untuk tindakan preventif dan penanganan yang efektif. Harapannya, program tersebut meningkatkan kesadaran orang tua terhadap kesehatan mata anak dan memastikan anak dapat mengakses pendidikan dengan maksimal.

Dari peserta didik yang diperiksa, lebih dari 60% mengalami gangguan refraksi, dengan lebih dari 70% diantaranya adalah myopia. Lebih dari 50% anak dengan gangguan refraksi belum mendapatkan koreksi berupa kacamata. 

Baca Juga: Putus Rantai Anemia Indonesia, Ini Caranya Pastikan Kebutuhan Zat Besi Anak Terpenuhi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI