Perempuan Skoliosis Sering Sakit Pinggang, Aman Gak Sih untuk Hamil?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 02 Februari 2024 | 13:58 WIB
Perempuan Skoliosis Sering Sakit Pinggang, Aman Gak Sih untuk Hamil?
Ilustrasi Ibu Hamil (Pexels/Jonathan Borba)

Suara.com - Nyeri punggung jadi keluhan umum yang dialami ibu hamil karena harus menahan berat janin dan otot perut yang meregang. Pertanyaannya, amankah perempuan dengan skoliosis hamil?

National Health Service (NHS) mendefinisikan skoliosis sebagai kondisi tulang belakang melengkung ke samping atau terpelintir.

Penyakit ini bisa dialami siapa saja dari bayi hingga orang dewasa, tapi umumnya mulai menyerang remaja remaja usia 10 hingga 15 tahun dan bisa semakin parah jika tidak ditangani hingga dewasa, bahkan bisa mempengaruhi perempuan saat jadi ibu hamil loh.

Gejala skoliosis meliputi tulang belakang tampak melengkung, condong ke satu sisi, bahu tidak rata, satu bahu atau pinggul menonjol, tulang rusuk mencuat di satu sisi, dan pakaian jadi tidak pas.

Ilustrasi perempuan kena skoliosis [shutterstock]
Ilustrasi perempuan kena skoliosis [shutterstock]

Hubungan skoliosis dan ibu hamil

Melansir Scoliosis Support & Research, Jumar (2/2/2024) skoliosis terbagi dua jenis, skoliosis bawaan sejak lahir seperti distrofi otot atau poliomielitis dan skoliosis remaja atau idiopatik.

Skoliosis idiopatik jadi kondisi yang paling umum dan banyak ditemukan, yaitu kondisi tulang melengkung ke samping saat proses pertumbuhan di usia 10 hingga 14 tahun.

Nah, menariknya khusus ibu hamil dengan skoliosis idiopatik jarang mengalami masalah pernapasan selama kehamilan dan seiring bertambahnya usia. Ini karena skoliosis terjadi pada masa paru-paru dan jantung sudah terbentuk semporna.

Sedangkan ibu hamil dengan skoliosis bawaan seperti distrofi otot atau poliomielitis, kemungkinan skoliosis terjadi sejak lahir yang menyebabkan ukuran dan kapasitas paru-paru cenderung terbatas, karena tidak punya yang untuk terbentuk maksimal.

Kondisi ini terjadi karena otot yang melebarkan tulang rusuk lemah sehingga sistem pernapasan akan berpengaruh.

Perlu diingat, kapasitas paru-paru untuk bernapas sangat mempengaruhi kadar oksigen, karena bisa terjadi hipoksemia yaitu penurunan kadar oksigen. Kadar oksigen yang rendah inilah yang berbahaya bagi pertumbuhan bayi dan juga bisa menyebabkan jantung menegang.

Beruntungnya, kondisi ini bisa jarang terjadi dan untuk mencegahnya bisa dengan memantau kadar oksigen saat berolahraga dan di malam hari.

adapun cara mengukur kapasitas vital paru-paru dengan cara tes tiupan sederhana, yang ditujukan untuk mengetahui jumlah total udara yang dapat dikeluarkan dari paru setelah mengambil napas maksimal.

Jika kapasitas vital paru kurang dari 50 persen, disarankan melakukan pemeriksaan lengkap kepada dokter spesialis paru.

Tapi di beberapa kasus dengan skoliosis parah, bantuan pernapasan di malam hari bisa dilakukan dengan ventilasi non invasif. Selama alat bantu pernapasan ini digunakan dan dipantau dengan cermat, maka kesehatan ibu dan perkembangan bayi bisa tercapai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diisukan Hamil Anak Reino Barack, Syahrini Pakai Outfit Ratusan Juta buat Tutupi Perut?

Diisukan Hamil Anak Reino Barack, Syahrini Pakai Outfit Ratusan Juta buat Tutupi Perut?

Lifestyle | Kamis, 01 Februari 2024 | 15:23 WIB

Arya Khan Ogah Akui Kehamilan Pinkan Mambo, Alasannya Bikin Melongo

Arya Khan Ogah Akui Kehamilan Pinkan Mambo, Alasannya Bikin Melongo

Entertainment | Rabu, 31 Januari 2024 | 12:36 WIB

Hamil Tua, Jessica Mila Ngaku Ngidam Liburan ke Tempat Sejuk dan Pemandangan Indah

Hamil Tua, Jessica Mila Ngaku Ngidam Liburan ke Tempat Sejuk dan Pemandangan Indah

Lifestyle | Minggu, 28 Januari 2024 | 21:35 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB