Buka Puasa Jangan Langsung Merokok! Pakar Ingatkan Risiko Penyakit karena Tubuh Kekurangan Oksigen

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Kamis, 21 Maret 2024 | 17:34 WIB
Buka Puasa Jangan Langsung Merokok! Pakar Ingatkan Risiko Penyakit karena Tubuh Kekurangan Oksigen
ilustrasi puasa (jannoon028/Freepik)

Suara.com - Puasa selama bulan Ramadan tidak hanya dilakukan untuk menimbun banyak pahala, tetapi juga untuk memperbaiki kesehatan tubuh. Salah satunya, bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk berhenti merokok. Dokter spesialis paru prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS., juga mengingatkan kepada para perokok jangan langsung mengisap rokok begitu waktu berbuka puasa tiba.

"Dari kacamata kesehatan, tentu kita harus berbuka dengan makanan yang sehat dan bergizi. Dan kita semua tahu bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan, jadi jangan berbuka dengan merokok," kata prof Tjandra lewat keterangan tertulisnya, Kamis (21/3/2024).

Prof Tjandra juga mengingatkan agar mengutamakan konsumsi hidangan manis, seperti kurma, sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad. Rasa kurma yang manis bisa membantu untuk segera menambah energi yang turun selama seharian berpuasa. Sementara itu, merokok tidak menjadi sumber energi sama sekali.

Pedagang melayani pembeli makanan di Pasar Takjil Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (13/3/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang melayani pembeli makanan di Pasar Takjil Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (13/3/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Sesudah kita berpuasa seharian tentu kita relatif agak lemah. Jadi tentu sangat tidak baik kalau keadaan itu lalu diperburuk lagi dengan merokok untuk berbuka," imbau Direktur Pasca Sarjana Universitas Yarsi tersebut.

Merokok juga tidak bisa selalu dijadikan alasan sebagai 'penyemangat' untuk melakukan aktivitas. Sehari penuh berpuasa tanpa menghisap rokok sama sekali dan tetap bisa beraktivitas, justru menjadi bukti kalau tubuh memang bisa beradaptasi.

Artinya, lanjut prof Tjandra, anggapan kalai harus merokok dahulu agar bisa bekerja menjadintidak valid. Karena pengalaman nyata di bulan Ramadan telah membuktikan hal sebaliknya.

"Seharusnya puasa Ramadan tahun ini dipakai sebagai momentum untuk berhenti merokok. Karena sudah terbukti bahwa kita dapat beraktifitas dengan baik dari pagi sampai sore, jadi “ketagihan” rokok sudah bisa kita kendalikan," ujarnya.

Dia pun menyarankan agar proses pengendalian diri untuk tidak merokok itu dilanjutkan lagi ketika malam hari usai berbuka puasa.

"Puasa Ramadan ini kita dapat momentum hidup sehat tanpa rokok, dan karena rokok merusak kesehatan maka kita dapat momentum juga menjauhi kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan," pungkasnya.

baca juga

Dikutip dari situs Kementeria Kesehatan, merokok ketika keadaan perut masih kosong, berarti hal pertama yang masuk dalam tubuh merupakan zat-zat beracun. Efek Nikotin akan langsung ke otak. Nikotin yang masuk dalam waktu singkat dengan jumlah banyak berefek mual dan menimbulkan sakit kepala.

Pemicunya karena kandungan karbon monoksida yang terdapat pada asap rokok mengikat hemoglobin darah 300 kali lebih kuat dibanding oksigen. Alhasil, sirkulasi monoksida dalam tubuh menjadi sangat banyak sehingga tubuh menjadi kekurangan oksigen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Variasi Sahur dengan Spaghetti Bolognese: Resep Sederhana yang Bisa Dicoba Siapa Saja!

Variasi Sahur dengan Spaghetti Bolognese: Resep Sederhana yang Bisa Dicoba Siapa Saja!

Lifestyle | Kamis, 21 Maret 2024 | 16:42 WIB

Berkah Ramadan 2024, Indahnya Berbagi di Bulan Suci

Berkah Ramadan 2024, Indahnya Berbagi di Bulan Suci

Press Release | Kamis, 21 Maret 2024 | 16:35 WIB

Catat! Ini Amalan yang Tepat di 10 Malam Kedua Bulan Ramadhan, Penuh Ampunan Allah SWT

Catat! Ini Amalan yang Tepat di 10 Malam Kedua Bulan Ramadhan, Penuh Ampunan Allah SWT

Lifestyle | Kamis, 21 Maret 2024 | 16:02 WIB

Terkini

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 20:30 WIB

Terbentur Modal, UMKM Sulam Kasab Aceh Bangkit Berkat PNM Mekaar dan BRI

Terbentur Modal, UMKM Sulam Kasab Aceh Bangkit Berkat PNM Mekaar dan BRI

Bri | Minggu, 20 September 2026 | 20:20 WIB

Untung Rugi PT 5 Persen, Bikin Parlemen Efektif atau Hanguskan Suara Rakyat?

Untung Rugi PT 5 Persen, Bikin Parlemen Efektif atau Hanguskan Suara Rakyat?

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:15 WIB

×