Hari Posyandu Nasional, Yuk Jangan Malas Datang ke Posyandu untuk Cegah Stunting

M. Reza Sulaiman

Selasa, 30 April 2024 | 08:15 WIB
Hari Posyandu Nasional, Yuk Jangan Malas Datang ke Posyandu untuk Cegah Stunting
Ilustrasi posyandu. (Antara)

Suara.com - Hari Posyandu Nasional, yang ditetapkan pada 29 April, menjadi momentum untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam mendukung posyandu dan mengurangi angka stunting di Indonesia.

Partisipasi masyarakat di posyandu menjadi kunci penting dalam upaya penurunan angka stunting, menurut Deputi Advokasi, Penggerakan, dan Informasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sukaryo Teguh Santoso.

"Demi mendukung percepatan penurunan stunting, kehadiran masyarakat di posyandu sangatlah penting. Jika posyandu buka di hari tertentu, seharusnya seluruh keluarga wajib berpartisipasi dan mendukung kegiatan tersebut," ujar Teguh dikutip dari ANTARA, Selasa (30/4/2024).

Pemberian Suplementasi Vitamin A Pada Balita di Posyandu (Dok. Istimewa)
Pemberian Suplementasi Vitamin A Pada Balita di Posyandu (Dok. Istimewa)

Teguh menekankan pentingnya partisipasi ibu hamil dan ibu dengan bayi di bawah dua tahun (baduta) dalam mendukung program-program posyandu. Mereka perlu datang untuk memeriksa berat, tinggi badan, lingkar kepala, serta aspek kesehatan lainnya guna mencegah stunting.

Posyandu harus mampu meningkatkan partisipasi masyarakat agar menjadi pusat pelayanan dasar keluarga yang berbasis di tingkat masyarakat paling bawah, tambah Teguh. Dengan menjalankan kegiatan posyandu dengan baik, upaya pencegahan stunting bisa dilakukan secara optimal. Posyandu memiliki peran penting dalam pemeriksaan kesehatan ibu hamil, yang dianjurkan dilakukan enam kali selama masa kehamilan.

Selain partisipasi masyarakat, Teguh juga mendorong posyandu untuk memperkuat pengukuran balita melalui Sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) guna mencapai target penurunan stunting 14 persen pada tahun 2024.

"Untuk mencapai target ini, balita perlu diukur dengan baik. Posyandu harus mendukung EPPGBM dan meningkatkan partisipasi keluarga hingga di atas 90 persen," ujarnya.

Pemerintah daerah diharapkan menggerakkan masyarakat untuk mendukung posyandu melalui kelompok kerja nasional (pokjanal) dan tokoh agama. Teguh menegaskan pentingnya intervensi pemerintah daerah dalam program posyandu, seperti pemberian makanan tambahan, imunisasi, dan keluarga berencana, untuk benar-benar sampai ke sasaran.

Posyandu harus menjadi pusat pelayanan dasar keluarga yang berbasis gotong royong. Saat ini, posyandu juga melayani pasien secara fisik dan non-fisik, termasuk perkembangan kejiwaan.

baca juga

BKKBN telah mengintegrasikan posyandu dengan program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI), yang memberikan penyuluhan dan edukasi tentang pola asuh, pendidikan karakter, dan pembangunan keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Stunting, Preisden Jokowi Soroti Masalah Angka Kematian di Indonesia yang Masih Tinggi

Tak Cuma Stunting, Preisden Jokowi Soroti Masalah Angka Kematian di Indonesia yang Masih Tinggi

Health | Jum'at, 26 April 2024 | 09:59 WIB

Setelah Jadi Wapres Terpilih, Gibran Tancap Gas ke Penjaringan, Ternyata Pengin Ini

Setelah Jadi Wapres Terpilih, Gibran Tancap Gas ke Penjaringan, Ternyata Pengin Ini

News | Rabu, 24 April 2024 | 16:14 WIB

Kemenag Libatkan 9 Ribu Penghulu dan 50 Ribu Penyuluh Agama Kampanye Pencegahan Stunting

Kemenag Libatkan 9 Ribu Penghulu dan 50 Ribu Penyuluh Agama Kampanye Pencegahan Stunting

News | Kamis, 18 April 2024 | 10:02 WIB

Terkini

Bamus Betawi Minta Warga Pati Tahan Diri, Tak Perlu Ramai-ramai Demo ke Jakarta

Bamus Betawi Minta Warga Pati Tahan Diri, Tak Perlu Ramai-ramai Demo ke Jakarta

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Pesan GrabFood Pakai BRI Bisa Hemat Rp81.000, Begini Caranya!

Pesan GrabFood Pakai BRI Bisa Hemat Rp81.000, Begini Caranya!

Bri | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Selundupkan Sabu Pakai Pesawat Militer, Mayor Faisal Divonis 10 Tahun Bui dan Dipecat

Selundupkan Sabu Pakai Pesawat Militer, Mayor Faisal Divonis 10 Tahun Bui dan Dipecat

Sumut | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:00 WIB

20 Contoh Kata-kata Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Status WA

20 Contoh Kata-kata Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Status WA

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Lebih Banyak Mudaratnya! Menkes Kabinet Bayangan Desak MBG Dihentikan

Lebih Banyak Mudaratnya! Menkes Kabinet Bayangan Desak MBG Dihentikan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Bukan Gaming, Ini 5 Aktivitas yang Diam-Diam Bikin Laptop Panas

Bukan Gaming, Ini 5 Aktivitas yang Diam-Diam Bikin Laptop Panas

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:56 WIB

Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?

Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Bamus Betawi soal Demo Warga Pati ke Jakarta: Jangan Datang Banyak-banyak

Bamus Betawi soal Demo Warga Pati ke Jakarta: Jangan Datang Banyak-banyak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Industri Aftermarket Roda Dua Indonesia Kembali Menggeliat Lewat IMHAX 2026

Industri Aftermarket Roda Dua Indonesia Kembali Menggeliat Lewat IMHAX 2026

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:50 WIB

KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor

KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:45 WIB

×