BBPOM Ingatkan Bahaya Bromat Berlebih pada AMDK Bagi Kesehatan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 28 Mei 2024 | 06:43 WIB
BBPOM Ingatkan Bahaya Bromat Berlebih pada AMDK Bagi Kesehatan
Ilustrasi air minum yang sehat (Pexels/LisaFotios)

Suara.com - Hingga kini kandungan senyawa bromat masih kerap menjadi pembicaraan di masyarakat. Hal ini setelah temuan adanya temuan adanya air minum dalam kemasan (AMDK) mengandung senyawa bromat melebihi ambang batas.

Hal tersebut bukan hanya merugikan, tapi juga berbahaya bagi kesehatan. Hal itu disampaikan oleh Ahli Madya Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang Azfrianty dalam diskusi bersama Klik Positif, Rabu (22/5).

“Sesuai regulasi, AMDK yang terbukti memiliki kandungan senyawa bromat di atas ambang batas membahayakan kesehatan dan bisa ditarik dari peredaran,” ujar Azfrianty.

Berdasarkan standar SNI, kandungan bromat dalam air minum dalam kemasan (AMDK) tidak boleh melebihi 10 ppb. Namun, kekhawatiran publik meningkat setelah informasi mengenai kandungan bromat di beberapa merek AMDK menyebar di media sosial. Salah satu merek bahkan ditemukan mengandung bromat hingga 58 ppb.

Uji laboratorium yang dilaporkan oleh CekFakta Klik Positif juga menunjukkan bahwa 3 dari 11 merek AMDK mengandung bromat melebihi batas yang ditetapkan, yaitu 19 ppb, 29 ppb, dan 48 ppb.

Guru Besar Lingkungan Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Indang Dewata, menjelaskan bahwa bromat dalam AMDK dapat terbentuk akibat proses ozonisasi air yang mengandung bromida.

“Jika sumber air mengandung bromida maka bisa dipastikan air kemasannya mengandung bromat,” katanya.

Namun, kandungan bromat dalam AMDK dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pH air, konsentrasi ion bromida, kadar ozon, dan durasi proses ozonisasi atau filtrasi air yang mengandung bromida.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengujian produk AMDK secara berkala, karena regulasi telah menetapkan ambang batas kandungan bromat dalam AMDK.

Plt. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Zulnadi, menyayangkan bahwa pertumbuhan industri AMDK yang pesat tidak diimbangi dengan ketersediaan laboratorium yang memadai untuk menguji kandungan bromat.

"Di Sumbar misalnya, air minum dalam kemasan produksi lokal jumlahnya sudah puluhan, dengan berbagai macam merek. Sementara, kadar bromat-nya kemungkinan besar belum diuji di Laboratorium. Sumbar tidak punya Laboratorium untuk menguji kadar Bromat," kata Zulnadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Makanan yang Bisa Meminimalisir Terjadinya Penyakit Batu Empedu

3 Makanan yang Bisa Meminimalisir Terjadinya Penyakit Batu Empedu

Your Say | Senin, 27 Mei 2024 | 19:46 WIB

Cegah Dampak Polusi Udara Jakarta, Ini Tips Ampuh Lindungi Kulit dari Dokter Spesialis!

Cegah Dampak Polusi Udara Jakarta, Ini Tips Ampuh Lindungi Kulit dari Dokter Spesialis!

Lifestyle | Senin, 27 Mei 2024 | 19:03 WIB

3 Jenis Minuman yang Sebaiknya Dihindari untuk Dikonsumsi Saat Perut Kosong

3 Jenis Minuman yang Sebaiknya Dihindari untuk Dikonsumsi Saat Perut Kosong

Your Say | Senin, 27 Mei 2024 | 16:24 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB