Pemerintah Didesak Lebih Gencar Ingatkan Bahaya Bromat di Air Minum, Berpengaruh ke Kesehatan?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 04 Juni 2024 | 10:57 WIB
Pemerintah Didesak Lebih Gencar Ingatkan Bahaya Bromat di Air Minum, Berpengaruh ke Kesehatan?
Ilustrasi air putih (Unsplash/engin akyurt)

Suara.com - Isu mengenai bromat dalam kandungan air minum dalam kemasan (AMDK)masih menjadi pembicaraan. Oleh karena itu, Pengamat Hukum Kesehatan, Firdaus Diezo mendesak pemerintah lebih gencar dalam menyosialisasikan bahaya Bromat yang terkandung dalam setiap air minum dalam kemasan (AMDK).

Hal ini menyusul ancaman kanker yang disebabkan oleh zat beracun tersebut di dalam tubuh. Seperti diketahui, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa bromat dapat menyebabkan kanker, namun pengaruhnya terhadap manusia masih belum diketahui.

Ia menekankan bahwa bahaya bromat perlu diketahui oleh masyarakat luas. Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjaga kesehatan masyarakat karena hal ini sangat berkaitan dengan produktivitas dan hak mereka untuk hidup layak.

Ilustrasi air putih (Dok. Pribadi/ Rion Nofrianda)
Ilustrasi air putih (Dok. Pribadi/ Rion Nofrianda)

Ia melanjutkan bahwa sosialisasi merupakan bentuk pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat tidak jatuh sakit. Menurutnya, penting untuk mengantisipasi bahaya bromat sebelum terlambat sehingga tidak ada korban yang berjatuhan.

Ia juga mengungkapkan bahwa bromat telah terbukti dapat menyebabkan diare, sebuah penyakit yang tidak bisa dianggap remeh karena sering terjadi di masyarakat. Keberadaan diare, tambahnya, menunjukkan bahwa Indonesia masih belum sepenuhnya lepas dari status negara berkembang.

"Indonesia uniknya gitu. Tidak makan, busung lapar; kalau makan, keracunan makanan. Nah pantaslah negara kita jadi negara dunia ketiga terus kalau begini," katanya.

Ketua YLKI Sumatera Barat, Zulnadi mengatakan bahwa pemerintah seharusnya dapat memberikan perhatian lebih terkait perlindungan masyarakat. Dia melanjutkan, pemerintah harus membuat kebijakan yang mendukung kesehatan masyarakat terkait bromat.

"Pengambil keputusan harus berani tidak membiarkan konsumen atau masyarakat teraniaya dari produk-produk yang berkeliaran di pasaran," kata Zulnadi.

Ia menekankan bahwa pemerintah, melalui lembaga terkait, harus melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap produk yang beredar di pasar. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjamin kualitas produk yang akan dikonsumsi oleh masyarakat.

baca juga

Zulnadi menambahkan bahwa perlindungan konsumen adalah tanggung jawab bersama antara produsen dan pemerintah. Ia melanjutkan bahwa konsumen juga memiliki tanggung jawab untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan produk yang mereka pilih.

"Kita harapkan konsumen kita itu teliti di dalam menentukan yang menjadi pilihannya apakah ini berbahaya atau tidak berbahaya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Alat Skrining Kanker Payudara yang Paling Utama, Sistem Mammografi Pertama Akhirnya Hadir di Dili Timor Leste

Jadi Alat Skrining Kanker Payudara yang Paling Utama, Sistem Mammografi Pertama Akhirnya Hadir di Dili Timor Leste

Health | Selasa, 04 Juni 2024 | 10:00 WIB

Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan dan Kedokteran di Indonesia

Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan dan Kedokteran di Indonesia

Health | Senin, 03 Juni 2024 | 13:30 WIB

Polri Uji Coba Kepesertaan Aktif BPJS Kesehatan sebagai Syarat Bikin dan Perpanjang SIM

Polri Uji Coba Kepesertaan Aktif BPJS Kesehatan sebagai Syarat Bikin dan Perpanjang SIM

Bisnis | Senin, 03 Juni 2024 | 13:10 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×