Analisis asupan zat gizi subjek penelitian menunjukkan bahwa penyandang prediabetes memiliki pola asupan zat gizi berisiko tinggi, seperti kelebihan asupan energi, proporsi karbohidrat, lemak, dan asam lemak jenuh yang lebih tinggi, serta asupan serat yang lebih rendah. Skor DII (Dietary Inflammatory Index) mereka juga lebih tinggi, yang menunjukkan potensi pola makan terhadap inflamasi. Interaksi antara varian genetik berisiko dengan pola asupan zat gizi yang berisiko meningkatkan risiko progresivitas prediabetes.
“Dengan demikian, untuk mencegah perkembangan prediabetes menjadi diabetes pada individu yang memiliki varian genetik risiko tinggi, diberikan rekomendasi diet yang spesifik yang berbeda dengan individu tanpa varian genetik risiko tinggi. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi diet spesifik untuk 8 varian genetik risiko tinggi prediabetes,” ujar dr. Witri.