Tak Semua Penyakit Jantung Koroner Perlu Pasang Cincin, Ini Alasannya

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 06 Juni 2024 | 12:57 WIB
Tak Semua Penyakit Jantung Koroner Perlu Pasang Cincin, Ini Alasannya
Ilustrasi penyakit jantung. (freepik.com/kjpargeter)

Suara.com - Penyakit jantung masih menempati urutan pertama penyebab kematian tertinggi di Indonesia, bahkan di dunia. Semakin tingginya kasus penyakit jantung di Tanah Air membuat kebutuhan masyarakat Indonesia akan layanan jantung dan pembuluh darah yang modern dan lengkap menjadi sangat penting. 

Pasang ring jantung adalah salah satu prosedur medis yang kerap dilakukan kepada penderita jantung koroner. Tindakan ini akan memasang alat ring jantung atau stent yang berfungsi membuka penyumbatan pada arteri. Namun, tidak semua orang yang mengidap penyakit jantung koroner peelu tindakan ini.

Menurut Dr. dr. Dafsah Arifa Juzar, Sp.JP(K) – Chairman Heartology Cardiovascular Hospital, penyakit jantung koroner ada bersifat akut dan juga kronis. Yang bersifat akut atau mendadak itu bisa menyebabkan serangan jantung, kemudian juga bisa stroke. Tapi kalau untuk yang kronis relatif stabil.

"Karena sebenarnya ini adalah penyakit degeneratif, jadi sesuatu yang perlu dikontrol faktor risikonya, dan pemasangan cincin itu hanya di atasnya. Jadi fondasinya obat," kata Dr. Dafsah di konferensi ilmiah kardiovaskular bertajuk CARES (Cardiac & Vascular Excellence Scientific Updates 2024).

"Idealnya kita tahu mana sih yang kalau dipasang pasiennya akan mendapat benefit, karena nggak semua yang sempit perlu dipasang. Maksudnya kalau ada penyempitan, bukan berarti harus dipasang," kata Dr. Dafsah lagi. 

Mengetahui dengan tepat kriteria pasien seperti apa yang bisa mendapatkan prosedur ini, akan memberi benefit maksimal dan juga pencegahan terjadinya penyumbatan berulang.

Lalu, apa yang menjadi pertimbangan dokter dalam memasang cincin atau stent pada pasien penyakit jantung koroner?

Yang pertama, menurut Dr. Dafsah, dilihat dari lokasi penyumbatan di pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah di bagian pangkal dampaknya berbeda dengan penyumbatan yang ada di ujung pembuluh darah. 

"Kalau di ujung pangkal, berarti daerah yang terkena luas. Kelihatannya penyempitan nggak terlalu berat, tapi karena daerahnya luas, dia berdampak luas. Beda sama yang di ujung, karena dia di ujung, mungkin penyempitannya 90%, tapi karena di ujung, daerahnya kecil, mungkin nggak ada maknanya (tidak terlalu berat)," katanya.

Kemudian yang kedua, pasang cincin ini, menurut Dr. Dafsah, sudah ada panduan optimalnya supaya tidak berulang dipasang, dan agar jangan sampai dengan pemasangan cincin malah terjadi serangan jantung.

"Bisa terjadi kalau pemasangannya enggak optimal. Makanya untuk tahunya dia optimal dan awet, gimana? Kita harus bisa nilai hasil akhirnya baik enggak," katanya.

Salah satu teknologi untuk melihat pembuluh darah, intravascular ultrasound, bisa melihat dari dalam pembuluh darah, dan terbukti mempunyai benefit dari segi mortalitas dan juga keawetan, serta komplikasi, pada kasus-kasus yang kompleks.

"Kompleks maksudnya perlu cincinnya panjang, perlu cincinnya banyak, kemudian pasang di percabangan, atau pembuluh darahnya tadinya tertutup buntu total. Jadi itu adalah benefit terbesar terlihat," jelas Dr. Dafsah.

Teknologi ini memungkinkan para dokter dan tenaga media untuk menangani kasus yang kompleks, dan mememastikan bahwa hasil tindakan yang dilakukan sudah optimal. 

"Intinya kalau nggak pakai (teknologi ini), kita enggak tahu hasil akhir kita ini sebenarnya sudah optimal atau nggak.

Ibaratnya ya bisa aja optimal, tapi kita enggak tahu, kita tunggu saja nanti ada masalah nggak di depannya," pungkas Dr. Dafsah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

80 Persen Penyakit Jantung Bawaan pada Anak Tidak Diketahui Penyebabnya, Dokter: Waspada Obat Jerawat pada Ibu Hamil

80 Persen Penyakit Jantung Bawaan pada Anak Tidak Diketahui Penyebabnya, Dokter: Waspada Obat Jerawat pada Ibu Hamil

Health | Senin, 03 Juni 2024 | 09:31 WIB

Deteksi Penyakit Jantung dengan CT Scan Kini Cuma Butuh Waktu Kurang Dari 1 Detik, Paparan Radiasinya Lebih Rendah?

Deteksi Penyakit Jantung dengan CT Scan Kini Cuma Butuh Waktu Kurang Dari 1 Detik, Paparan Radiasinya Lebih Rendah?

Health | Jum'at, 31 Mei 2024 | 14:57 WIB

Penyakit Jantung Kini Tak Kenal Usia, Hati-Hati Bagi yang Hobi Rebahan dan Malas Olahraga

Penyakit Jantung Kini Tak Kenal Usia, Hati-Hati Bagi yang Hobi Rebahan dan Malas Olahraga

Health | Rabu, 29 Mei 2024 | 15:03 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB