Cara Mencegah Hipertensi untuk Usia di Atas 40 Tahun, Hati-hati Si Silent Killer!

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 13 Juni 2024 | 11:06 WIB
Cara Mencegah Hipertensi untuk Usia di Atas 40 Tahun, Hati-hati Si Silent Killer!
Ilustrasi Hipertensi pada Usia di Atas 40 Tahun. (Shutterstock)

Suara.com - Usia 40 tahun ke atas berisiko alami lonjakan tekanan darah atau hipertensi. Penyakit ini merupakan salah satu silent killer atau kondisi yang diam-diam mematikan, karena bisa menyebabkan sakit jantung, gagal ginjal, hingga stroke. Lantas, bagaimana cara mengantisipasinya?

Medical Underwriter Sequis, dr. Debora Aloina Ita Tarigan, mengatakan bahwa saat seseorang sudah memasuki usia di atas 40 tahun, tekanan darahnya kerap menunjukan angka lebih dari 140/90 ketika diperiksa. 

Meski mayoritas hipertensi dialami usia di atas 40 tahun tapi kata dr. Debora, saat ini usia milenial sudah mulai mengalami tekanan darah tinggi. Hal ini sesuai dengan Data dari Riset Kesehatan Dasar (2018) yang menyebutkan prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1 persen, dengan orang-orang berusia 25 hingga 44 tahun dan mereka yang tinggal di perkotaan memiliki risiko lebih tinggi.  

Kondisi ini dipengaruhi multi faktor, dan paling banyak disebabkan gaya hidup yang tidak sehat seperti sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol, sering mengonsumsi junk food, kurang bergerak, kebiasaan merokok dan menggunakan vape, konsumsi alkohol berlebihan, jam tidur tidak teratur, dan stres. 

"Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat merusak kesehatan dan jika terus dilakukan, risiko terkena hipertensi juga semakin tinggi," papar dr. Debora.

Faktor lain yang juga dapat memicu hipertensi adalah konsumsi obat penghilang rasa nyeri, pil kontrasepsi, obat penurun berat badan yang populer di kalangan milenial, dan zat-zat stimulan seperti nikotin, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu, faktor genetik dan penuaan juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap hipertensi.

“Jika sudah terkena hipertensi, harus dikelola sebelum terjadi masalah kesehatan yang lebih serius. Cegah komplikasi dengan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan anjuran sesuai kondisi riwayat kesehatan. Kepatuhan menjalankan pengobatan dengan konsumsi obat hipertensi sesuai dosis dan jadwal serta melakukan pemeriksaan secara berkala menjadi kunci untuk mengendalikan tekanan darah pada tingkat yang lebih baik," jelas dr. Debora.

"Jika tidak diobati dan dikelola, hipertensi dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal serta masalah kesehatan serius lainnya,” sambungnya.

Perlu diketahui hipertensi cenderung tidak dapat sembuh, tetapi dapat dikontrol dengan mengonsumsi obat sesuai dosis dari dokter. Konsisten dan disiplin mengonsumsi obat sangat penting untuk memastikan efektivitasnya. 

“Jika Anda merasa baik-baik saja, tidak ada salahnya memeriksakan diri dahulu. Jika hasil pemeriksaan berulang menunjukan tekanan darah tinggi tidak menurun, maka lakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapat pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Inisiatif memeriksa tekanan darah sangat baik dilakukan karena hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala awal atau disebut dengan silent killer,“ papar dr. Debora.

Inilah sebabnya, mencegah hipertensi untuk usia di atas 40 tahun juga cenderung kompleks, tapi di saat bersamaan jadi kunci untuk menekan naiknya prevalensi hipertensi. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat.

Beberapa gaya hidup itu seperti olahraga rutin, tidur cukup, pola makan dengan diet yang sehat serta mengurangi asupan garam dan MSG, berhenti merokok dan vape, menghindari minuman beralkohol, serta rutin memeriksakan tekanan darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Soal Hipertensi, Benarkah Bisa Sembuh Sendiri Tanpa Obat?

5 Fakta Soal Hipertensi, Benarkah Bisa Sembuh Sendiri Tanpa Obat?

Health | Selasa, 11 Juni 2024 | 05:44 WIB

Mitos atau Fakta: Tak Ada Gejala dan Olahraga Cukup, Obat Hipertensi Tak Lagi Penting?

Mitos atau Fakta: Tak Ada Gejala dan Olahraga Cukup, Obat Hipertensi Tak Lagi Penting?

Health | Sabtu, 08 Juni 2024 | 06:15 WIB

Hipertensi Bikin Hidup Susah? 3 Langkah Mudah Ini Solusinya!

Hipertensi Bikin Hidup Susah? 3 Langkah Mudah Ini Solusinya!

Health | Selasa, 21 Mei 2024 | 11:17 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB