Terlanjur Obesitas, Bisakah Cuma Diet Untuk Turunkan Berat Badan?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 27 Juni 2024 | 15:50 WIB
Terlanjur Obesitas, Bisakah Cuma Diet Untuk Turunkan Berat Badan?
Obesitas (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Suara.com - Pengidap diabetes kerap kali tidak cukup lakukan perawatan tubuh secara mandiri dengan diet menurunkan berat badan. Terlebih apabila kelebihan berat badan itu telah sampai menimbulkan berbagai masalah fungsi organ. 

Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dr. Qori Haly, Sp.BP-RE., menjelaskan bahwa penanganan obesitas bisa juga dilakukan dengan tindakan medis dengan body slimming dan body contouring. Sebab, obesitas sendiri bisa menyebabkan beberapa penyakit komorbid seperti, diabetes mellitus, penyakit pembuluh darah jantung dan otak, hingga gangguan organ seperti gagal ginjal. 

Berdasarkan pemeriksaan dokter akan dicari masalah yang terjadi sebelum menjalani program dan melakukan pemeriksaan penunjang laboratorium serta radiologi. Pada tahap awal akan dilakukan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan usia dan kondisi pasien. 

”Setelah dokter memutuskan apakah pasien dalam kondisi optimal untuk menjalani program atau perlu koreksi dan terapi, maka akan dilakukan pemilahan pertama," kata dokter Qori dalam diskusi media di Jakarta, Kamis (27/6/2024).

Ilustrasi anak obesitasi (Freepik/maophotostocker)
Ilustrasi anak obesitasi (Freepik/maophotostocker)

Pasien dengan tingkat ibesitas besar ditandai dengan Indeks Massa Tubuh BMI di atas 40 atau di atas 35 dengan penyakit pemberat, maka termasuk golongan ’Morbid Obese’. Untuk golongan tersebut akan disarankan lebih dulu lakukan program ’Body slimming’ atau menurunkan berat badan dengan tanpa operasi.

Caranya dengan mengatur pola

makan yang dipantai oleh ahli gizi dan spesialis gizi medik, melakukan latihan fisik dengan bimbingan ahli fisioterapi atau dokter spesialis olahraga dan rehabilitasi medik, konsultasi dan terapi dari dokter spesialis penyakit dalam atau anak bagian endokrin atau tumbuh kembang.

"Apabila program penurunan berat badan tidak berhasil, maka dapat dilakukan pembedahan Bariatrik (potong lambung) yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah digestif dan sedot lemak (liposuction) oleh spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik,” imbuh dokter Qori.

Akan tetapi, terapi sedot lemak hanya bisa dilakukan secara bertahap untuk mengurangi lapisan lemak di bawah kulit bagian leher, dada, lengan atas, paha atas, bokong dan perut. Dokter Qori menegaskan bahwa sedot lemak bukan untuk mengurangi lemak di dalam rongga perut, karena untuk itu harus dilakukan dengan mengurangi asupan kalori dan aktifitas fisik. 

baca juga

"Liposuction bukan cara untuk menurunkan berat badan tapi untuk mengurangi lapisan lemak dalam yang memungkinkan penurunan massa lemak di tubuh. Namun lemak permukaan tetap ada untuk mempertahankan permukaan kulit rata tidak bergelombang," jelasnya. 

Meski sudah dibantu dengan tindakan medis, lapisan lemak itu masih akan kemungkinan bertambah dan menjadi obesitas kembali apabila tidak menjaga asupan kalori setelah tindakan. Oleh sebab itu, dokter Qori mengingatkan bahwa tetap harus lakukan pola hidup sehat dengan menjaga makanan dan aktifitas fisik agar terhindar dari obesitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Thariq Halilintar Goda Aaliyah Massaid yang sedang Diet, Berapa Penurunan Berat Badan yang Sehat?

Thariq Halilintar Goda Aaliyah Massaid yang sedang Diet, Berapa Penurunan Berat Badan yang Sehat?

Lifestyle | Kamis, 27 Juni 2024 | 11:56 WIB

Alami Obesitas, Komika Mo Sidik Turun 10 Kg Dalam 2 Bulan: Ini Daftar Pantangannya!

Alami Obesitas, Komika Mo Sidik Turun 10 Kg Dalam 2 Bulan: Ini Daftar Pantangannya!

Lifestyle | Sabtu, 15 Juni 2024 | 13:01 WIB

Lucinta Luna Tampil Bak Dewi Korea Usai Turun 26 Kg karena Diet, Netizen: Ini Terlalu Cantik!

Lucinta Luna Tampil Bak Dewi Korea Usai Turun 26 Kg karena Diet, Netizen: Ini Terlalu Cantik!

Lifestyle | Sabtu, 15 Juni 2024 | 07:34 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

×