Viral Sopir Taksi Diduga Kena Angin Duduk, Kenali Penyebabnya

Baehaqi Almutoif | Suara.com

Kamis, 08 Agustus 2024 | 15:47 WIB
Viral Sopir Taksi Diduga Kena Angin Duduk, Kenali Penyebabnya
Ilustrasi gejala masuk angin. (Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels)

Suara.com - Beberapa waktu lalu viral sopir taksi menolong temannya seprofesi yang sedang sakit diduga terkena angin duduk.

Video aksi sopir taksi itu beredar di media sosial. Tampak dia sedang memijat sembari membalurkan minyak angin ke beberapa tubuh temannya tersebut. Momen dramatis tersebut direkam seseorang yang sedang berada di bangku penumpang taksi.

Diketahui peristiwa tersebut terjadi saat sopir taksi tersebut dalam proses mengganti ban di pinggir jalan tol Jorr. Tiba-tiba temannya tersebut merasa tidak enak badan.

Sopir taksi itu dengan sigap menolong dengan membalurkan minyak angin sembari memijat beberapa bagian tubuh rekannya itu.

Apa Itu Angin Duduk?

Mengutip laman Siloam Hospital, angin duduk atau angina pectoris merupakan nyeri dada yang terjadi karena gangguan aliran darah ke otot jantung. Hal itu terjadi karena terhambatnya pasokan oksigen ke jantung.

Biasanya, penderita angin duduk dialami oleh orang yang melakukan aktivitas berat, sehingga otot jantung bekerja lebih ekstra. Bisa juga terjadi pada orang yang menderita jantung koroner.

Penyebab Angin Duduk

Penyebab angin duduk bisa karena terjadinya penyempitan pembuluh darah koroner di jantung. Aliran oksigen yang dibawa darah terganggu oleh timbunan lemak atau kolestelor berlebih.

Orang dengan kondisi berikut ini berpotensi terserang angin duduk:

  • Mengidap penyakit diabetes, hipertensi (tekanan darah tinggi), atau kolesterol tinggi
  • Mengidap penyakit jantung, seperti gangguan struktur jantung serta pembengkakan jantung
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Jarang berolahraga
  • Gaya hidup tidak sehat, seperti mengonsumsi alkohol berlebihan dan merokok
  • Berusia di atas 45 tahun
  • Olahraga tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu

Ciri-cirinya

Gejala angin duduk bisa dirasakan. Penderita umumnya merasakan nyeri pada bagian dada. Namun, ada ciri-ciri lain yang juga dirasakan seseorang dengan angina pectoris.

  • Nyeri pada bagian dada. Biasanya nyeri dada ini memiliki ciri-ciri yang khas, yaitu terasa seperti ditekan atau tertimpa benda berat di bagian dada. Rasa nyeri ini juga disertai rasa terbakar yang menjalar hingga ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung.
  • Sesak napas
  • Pusing dan mual
  • Sebelum terjadi serangan, tubuh mudah merasa lelah
  • Pingsan
  • Keringat dingin

Apabila sudah merasakan gejala tersebut, disarankan untuk segera istirahat. Atur napas untuk membuat tubuh menjadi lebih rileks. Posisikan tubuh rebahan dengan kepala lebih tinggi.

Demikian penyabab dan gejala angin duduk, semoga bisa membantu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diet Kolesterol, 5 Makanan Enak yang Wajib Dikonsumsi dan Dihindari

Diet Kolesterol, 5 Makanan Enak yang Wajib Dikonsumsi dan Dihindari

Your Say | Selasa, 06 Agustus 2024 | 10:08 WIB

Mengenal Lifestyle Medicine, Pengobatan yang Disebut Bisa Atasi Penyakit Jantung Koroner

Mengenal Lifestyle Medicine, Pengobatan yang Disebut Bisa Atasi Penyakit Jantung Koroner

Health | Selasa, 06 Agustus 2024 | 08:34 WIB

Ditangkap Gegara Cabul! Sopir Taksol di Jaksel Lecehkan Wanita Disabilitas, 2 Kali Cium Korban usai Turun Mobil

Ditangkap Gegara Cabul! Sopir Taksol di Jaksel Lecehkan Wanita Disabilitas, 2 Kali Cium Korban usai Turun Mobil

News | Kamis, 18 Juli 2024 | 17:27 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB