Tantangan Membesarkan Anak Bilingual, Benarkah Dapat Sebabkan Speech Delay?

Vania Rossa

Rabu, 28 Agustus 2024 | 16:26 WIB
Tantangan Membesarkan Anak Bilingual, Benarkah Dapat Sebabkan Speech Delay?
Ilustrasi membesarkan anak bilingual (Freepik/creativeart)

Suara.com - Di zaman yang semakin modern dan global, tak sedikit orang tua yang memilih untuk membesarkan anak bilingual, alias berbicara dalam dua bahasa. Meski cara ini terdengar menjanjikan untuk masa depan anak, membesarkan anak bilingual juga penuh tantangan, lho.

Tak jarang orang tua akan menghadapi kendala dalam proses membesarkan anak yang fasih berbicara dua bahasa atau lebih. Salah satunya adalah kekhawatiran akan terjadinya speech delay atau keterlambatan bicara. Lalu, benarkan membesarkan anak bilingual akan menyebabkan speech delay?

Sebelum mengambil kesimpulan lebih jauh, ada baiknya Anda menyimak pernyataan dari Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K) yang disampaikan dalam media briefing secara daring, Selasa (20/8/2024) lalu. Menurutnya, ada banyak faktor yang menyebabkan seorang anak mengalami speech delay. Dan mungkin saja salah satunya adalah karena anak mendapat stimulasi dengan bilingual.

"Jadi jangan kebalik, tidak semua yang bilingual akan mengalami speech delay. Tapi kalau dia speech delay, dan stimulasinya dalam dua bahasa, maka kita akan nilai lagi," kata Prof. Rini.

Kemudian, Prof. Rini mengingatkan, meski speech delay yang dialami anak karena ia berbicara dalam dua bahasa, jangan sampai orang tua malah mengambinghitamkan bilingual ini.

Faktanya, banyak orang tua yang membesarkan anak bilingual dan berhasil. Namun, ada pula yang tidak berhasil menerapkan bilingual.

Lebih lanjut, Prof. Rini menegaskan bahwa mengajarkan anak dua bahasa sejak dini bisa memberikan banyak manfaat bagi perkembangan otak dan kognitif anak. Jika stimulasi dilakukan dengan tepat dan konsisten, anak dapat tumbuh menjadi individu yang bilingual dan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik.

Orang tua juga perlu ingat, bahwa manfaat bilingual ini akan menjadi maksimal jika didukung juga oleh lingkungan.

"Jadi, hati-hati terapkan bilingual itu, kita hidupnya di mana," kata Prof. Rini.

baca juga

Misalnya, jika anak tinggal di lingkungan monolingual, maka akan sulit untuk memberikan paparan bahasa kedua secara konsisten.

Sehingga solusinya, orang tua perlu mencari komunitas atau kelompok bermain yang mendukung bilingualisme. Manfaatkan teknologi seperti aplikasi pembelajaran bahasa atau video call dengan kerabat yang berbahasa berbeda.

Nah, kini Anda sebagai orang tua sudah tahu tantangan membesarkan anak bilingual. Ternyata, tak selalu menyebabkan speech delay, kok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manfaat Bilingual: Anak Lebih Fleksibel, Peka, dan Kreatif

Manfaat Bilingual: Anak Lebih Fleksibel, Peka, dan Kreatif

Lifestyle | Selasa, 20 Agustus 2024 | 16:35 WIB

Anak Kecanduan Gadget Berisiko Tinggi Alami Speech Delay, Ini Penjelasan IDAI!

Anak Kecanduan Gadget Berisiko Tinggi Alami Speech Delay, Ini Penjelasan IDAI!

Video | Jum'at, 26 Juli 2024 | 07:00 WIB

Awas! Keterlambatan Bicara pada Balita Terus Meningkat, Gadget Jadi Biang Kerok

Awas! Keterlambatan Bicara pada Balita Terus Meningkat, Gadget Jadi Biang Kerok

News | Rabu, 24 Juli 2024 | 13:27 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×