Bolehkah Teh untuk Balita? Ketahui Dampaknya untuk Kesehatan

Vania Rossa

Kamis, 17 Oktober 2024 | 16:50 WIB
Bolehkah Teh untuk Balita? Ketahui Dampaknya untuk Kesehatan
Ilustrasi teh. (Pixabay.com/congerdesign)

Suara.com - Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan template Instagram Story yang berisikan foto resep dari seorang dokter terkait imbauan larangan pemberian teh kepada balita. Hal ini lantas memicu pertanyaan, bolehkah teh untuk balita?

Dalam resep yang beredar, sang dokter mengimbau untuk tidak memberikan teh sebagai minuman untuk balita lantaran bisa dapat mengganggu proses penyerapan zat besi.

"Mohon tidak memberikan teh kepada anak balita. Karena teh dapat menghambat penyerapan zat besi yang dapat memicu anemia," bunyi keterangan dalam resep tersebut.

Template Instagram Story itu pertama kali dibagikan oleh salah seorang konten kreator sekaligus dokter anak. Ia mengatakan jika zat besi sangat penting dan dibutuhkan oleh anak-anak. Sebagaimana diketahui, zat besi diperlukan dalam proses perkembangan otak, meningkatkan imunitas tubuh, jadi sumber energi otot, hingga bisa mencegah stunting pada anak.

Bolehkah Teh untuk Balita?

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa penelitian tentang khasiat teh banyak dilakukan pada orang dewasa. Sementara itu, masih belum jelas mengenai manfaat teh manis untuk anak atau balita.

Namun yang jelas, pada 6 bulan pertama, anak tidak boleh diberikan teh karena di masa ini anak masih membutuhkan ASI eksklusif. Kemudian, setelah usia 6 bulan sampai 2 tahun, anak masih belajar menerima jenis makanan baru, antara lain yaitu makanan pendamping ASI (MPASI).

Meskipun sudah mengonsumsi MPASI, sebaiknya teh juga belum diberikan di usia tersebut. Sebab, saluran cerna anak masih perlu beradaptasi dengan tekstur makanan baru.

Dampak Teh untuk Kesehatan

baca juga

Minuman teh, terutama teh manis, sering menjadi pilihan favorit anak. Namun, ada baiknya orang tua tidak terlalu sering memberikannya kepada balita karena dikhawatirkan akan muncul beberapa dampak yang tidak diinginkan. Berikut beberapa dampak teh untuk kesehatan balita yang perlu diketahui. 

1. Meningkatkan Risiko Anemia Defisiensi Zat Besi

Teh mengandung zat bernama fitat yang bisa menghambat penyerapan zat besi dalam saluran pencernaan, terutama zat besi yang bersumber dari sumber tumbuh-tumbuhan. Apabila anak terbiasa makan sambil minum teh, maka penyerapan zat besi dari makanan akan terhambat sehingga dalam jangka waktu yang lama bisa menimbulkan anemia karena kekurangan zat besi.

2. Memengaruhi Penyerapan Zat Makanan Lain

Kandungan fitat dalam teh juga bisa menyebabkan gangguan penyerapan zat-zat lain, seperti berbagai jenis vitamin hingha mineral. Zat fifat dalam teh berkaitan dengan vitamin dan mineral dalam saluran cerna anak sehingga akan terbuang melalui BAB. Dalam waktu lama, kondisi itu bisa menyebabkan anak mengalami kekurangan berbagai vitamin hingga mineral.

3. Risiko Obesitas

Anak yang terlalu sering minum teh manis akan berisiko mengalami obesitas. Sebab, teh manis mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Konsumsi gula terlalu sering bisa menyebabkan anak gemar makan dan minum manis. Kelebihan gula dalam tubuh akan berubah jadi lemak. Penumpukan lemak di tubuh dalam jangka waktu yang panjang bisa menyebabkan anak mengalami obesitas.

4. Sulit Tidur

Tak hanya kopi, teh dan cokelat juga mengandung kafein sehingga bisa membuat anak sulit tidur. Hal tersebut tentunya dapat merugikan kesehatan anak. Sebab tidur menjadi salah satu hal untuk menunjang tumbuh kembang anak.

5. Lebih Sering Buang Air Kecil

Dampak dari kandungan kafein di dalam teh selain sulit tidur adalah si kecil yang sering buang air kecil. Kafein pada dasarnya bersifat diuretik. Hal ini tersebut berarti tubuh akan lebih banyak mengeluarkan air seni.

Demikian penjelasan mengenai bolehkah teh untuk balita. Pada dasarnya, pemberian teh terhadap anak sebaiknya diminimalkan untuk menghindari beberapa dampak yang tak diinginkan.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Pengasuh Cekoki Balita Obat Steroid Biar Gemoy dan Nafsu Makan, Ortu Wajib Tahu Bahayanya buat Anak!

Viral Pengasuh Cekoki Balita Obat Steroid Biar Gemoy dan Nafsu Makan, Ortu Wajib Tahu Bahayanya buat Anak!

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 16:00 WIB

Viral Balita Dicekoki Streroid Agar Gemuk, IDAI Minta Pengawasan Penjualan Obat Keras Diperketat

Viral Balita Dicekoki Streroid Agar Gemuk, IDAI Minta Pengawasan Penjualan Obat Keras Diperketat

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 13:37 WIB

Penurunan Stunting di Indonesia: PR Jokowi untuk Pemerintahan Prabowo

Penurunan Stunting di Indonesia: PR Jokowi untuk Pemerintahan Prabowo

Your Say | Kamis, 17 Oktober 2024 | 08:47 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×