Perbedaan Vasektomi dan Kebiri, Mana yang Paling Bahaya Efeknya Bagi Pria?

Riki Chandra Suara.Com
Jum'at, 15 November 2024 | 19:07 WIB
Perbedaan Vasektomi dan Kebiri, Mana yang Paling Bahaya Efeknya Bagi Pria?
Ilustrasi vasektomi. [Dok.Antara]

Suara.com - Vasektomi dan kebiri memiliki perbedaan mendasar yang mungkin belum banyak diketahui. Kedua prosedur ini sering dianggap serupa. Padahal, keduanya memiliki mekanisme dan tujuan yang sangat berbeda.

“Banyak orang salah memahami bahwa vasektomi sama dengan kebiri. Faktanya, keduanya memiliki prosedur dan dampak yang tidak sama,” ujar Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Wahidin, Jumat (15/11/2024).

Menurut Wahidin, vasektomi adalah metode kontrasepsi permanen pada pria yang dilakukan dengan memotong dan mengikat saluran sperma (vas deferens). Prosedur ini tidak memengaruhi hormon testosteron, libido, maupun kemampuan ereksi.

“Pria yang menjalani vasektomi tetap dapat mencapai orgasme dan ejakulasi, hanya saja ejakulasi tidak mengandung sperma,” jelasnya.

Sebaliknya, kebiri bertujuan untuk menekan libido dan kemampuan reproduksi secara drastis. Kebiri dapat dilakukan melalui bedah, yaitu mengangkat testis, atau dengan metode kimia melalui penyuntikan hormon yang menurunkan produksi testosteron.

Pada prosedur vasektomi, dokter akan membuat sayatan kecil di skrotum untuk memotong dan mengikat saluran sperma. Setelah prosedur ini, sperma yang dihasilkan tubuh akan diserap kembali tanpa menyebabkan gangguan kesehatan.

Efek samping vasektomi umumnya ringan, seperti nyeri, bengkak, atau pendarahan ringan yang bisa diatasi dengan perawatan sederhana,” kata Wahidin.

Namun, komplikasi serius seperti infeksi atau pembentukan granuloma sperma tetap bisa terjadi meski jarang. Dalam kasus tertentu, vasektomi juga dapat gagal akibat rekanalisasi spontan, di mana saluran sperma tersambung kembali secara alami.

Berbeda dengan vasektomi, kebiri memiliki dampak yang signifikan terhadap hormon pria. Penurunan drastis produksi testosteron akibat kebiri dapat menyebabkan disfungsi ereksi, hilangnya libido, dan kemandulan permanen.

“Selain itu, kebiri kimia sering kali memerlukan pengobatan berulang untuk menjaga efek penurunan hormon,” tambah Wahidin.

Kemendukbangga menegaskan bahwa vasektomi merupakan pilihan kontrasepsi permanen yang aman dan efektif, berbeda dengan kebiri yang memiliki fungsi utama sebagai tindakan penegakan hukum pada kasus tertentu. (antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI