Kasus Miopia pada Anak Indonesia Kian Meningkat, Dokter Mata Bagikan Tips Penanganan yang Tepat

Vania Rossa

Senin, 25 November 2024 | 12:14 WIB
Kasus Miopia pada Anak Indonesia Kian Meningkat, Dokter Mata Bagikan Tips Penanganan yang Tepat
Ilustrasi miopia pada anak. (Unsplash/Cristi Ursea)

Suara.com - Sebanyak 3,6 juta anak Indonesia mengalami kelainan refraksi atau miopia menurut Kemenkes, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat. Bahkan di dunia, jumlah kasus miopia sudah sangat tinggi dan diproyeksikan mencapai 275 juta pada 2050.

Penyebab pasti miopia pada anak belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa faktor yang diduga berperan, antara lain faktor genetik, terlalu banyak waktu dihabiskan di depan layar, hingga kurang aktivitas di luar ruangan.

Tentu saja hal ini tidak bisa dibiarkan, dan harus mendapat penanganan secara cepat. Pasalnya, ukuran minus pada anak-anak dapat naik pada masa pertumbuhan dan hal ini jika dibiarkan dapat menyebabkan meningkatnya risiko terjadi komplikasi seperti kelainan retina, glaukoma, dan katarak. Demikian dikatakan dr. Yulinda Indarnila Soemiatno, Sp.M dari PERDAMI JAYA (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia Jakarta Raya) dalam acara hybrid bertajuk “Managing Myopia in Children: Confidence through Evidence with D.I.M.S. Technology” di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Minggu (24/11/2024).

Dalam acara yang diikuti oleh sekitar 70 dokter spesialis mata di Jakarta secara offline dan lebih dari 1.600 peserta online melalui platform Zoom dan aplikasi Alomedika, memungkinkan para profesional untuk mendapatkan kredit profesional yang dapat meningkatkan pengetahuan mereka dalam penanganan miopia.

Menurut dr. Yulinda, perlu ada upaya-upaya yang dapat memperlambat progresi miopia, seperti meningkatkan perhatian pada gaya hidup anak, terapi tetes mata, serta penggunaan lensa-lensa khusus yang dapat menahan kenaikan minus pada anak.

Menanggapi hal itu, dr. Kianti Raisa Darusman, Sp.M (K), MMedSci anggota PERDAMI JAYA, menyebut bahwa salah satu lensa manajemen miopia yang bisa dimanfaatkan adalah MiYOSMART dari HOYA yang dilengkapi dengan teknologi D.I.M.S. Kelebihan terapi ini adalah tidak menggunakan alat atau obat yang terkontak langsung dengan bola mata seperti obat tetes dan lensa kontak.

Acara Managing Myopia in Children. (dok. Alo Medika)
Acara Managing Myopia in Children. (dok. Alo Medika)

Menurut Managing Director PT HOYA Lens Indonesia, Dodi Rukminto, bahwa teknologi D.I.M.S. pada MiYOSMART telah terbukti secara klinis efektif dalam menahan pertumbuhan miopia pada anak-anak.

“Teknologi D.I.M.S. telah melalui penelitian klinis jangka panjang yang membuktikan kemampuannya dalam menahan progresi miopia dan mengurangi risiko komplikasi penglihatan,” pungkas Dodi.

Selain penanganan miopia pada anak yang bertujuan untuk memperbaiki penglihatan dan mencegah perburukan kondisi, penting juga dilakukan langkah-langkah yang dapat membantu memperlambat perkembangan miopia, misalnya membatasi waktu penggunaan gadget, memastikan anak mendapatkan cukup sinar matahari, menggunakan pencahayaan yang cukup saat membaca atau belajar, hingga memeriksakan mata secara teratur.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahun 2050 Setengah Penduduk Bumi Diprediksi Bakal Kena Rabun Jauh, Simak Cara Mencegahnya!

Tahun 2050 Setengah Penduduk Bumi Diprediksi Bakal Kena Rabun Jauh, Simak Cara Mencegahnya!

Lifestyle | Jum'at, 11 Oktober 2024 | 20:19 WIB

Jangan Abai, Ini Bahaya Mata Kering Pada Anak Akibat Screen Time Berlebihan

Jangan Abai, Ini Bahaya Mata Kering Pada Anak Akibat Screen Time Berlebihan

Health | Rabu, 31 Juli 2024 | 18:18 WIB

Tips Menjaga Penglihatan Anak dari Dampak Penggunaan Gadget yang Berlebihan

Tips Menjaga Penglihatan Anak dari Dampak Penggunaan Gadget yang Berlebihan

Health | Senin, 10 Juni 2024 | 16:25 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×