Mengenal Metode Endoskopi Untuk Deteksi Dini Penyakit: Benarkah Hasilnya Lebih Akurat?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 27 Februari 2025 | 15:18 WIB
Mengenal Metode Endoskopi Untuk Deteksi Dini Penyakit: Benarkah Hasilnya Lebih Akurat?
Ilustrasi mengenal teknik Endoskopi [shutterstock]

Suara.com - Banyak pasien mengalami keterlambatan diagnosis akibat keterbatasan fasilitas medis yang canggih. Dampaknya, penanganan penyakit menjadi lebih lama dan berisiko memperburuk kondisi pasien.

Salah satu metode efektif untuk mendeteksi penyakit sejak dini adalah endoskopi. Namun, belum semua rumah sakit memiliki fasilitas ini.

Endoskopi adalah prosedur medis yang memungkinkan dokter melihat bagian dalam tubuh secara langsung. Metode ini dilakukan dengan memasukkan tabung panjang dan tipis yang dilengkapi kamera kecil—disebut endoskop—melalui mulut atau lubang alami lainnya.

Prosedur ini biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk menelusuri gejala tertentu dan dilakukan di unit endoskopi rumah sakit.

Menjawab tantangan tersebut, RS Siloam Lippo Cikarang kini menghadirkan layanan endoskopi dengan teknologi mutakhir.

Ilustrasi penanganan endoskopi. [Shutterstock]
Ilustrasi penanganan endoskopi. [Shutterstock]

Prosedur ini memungkinkan diagnosis yang lebih akurat, bersifat minimal invasif, serta mempercepat pemulihan pasien.

"Endoskopi sangat membantu dalam mendeteksi penyakit sejak dini. Dengan alat ini, kami bisa melihat kondisi organ dalam secara langsung dan melakukan tindakan lebih cepat," ujar dr. Sandra Adityavarna, Hospital Director RS Siloam Lippo Cikarang.

Menurut riset Kementerian Kesehatan dan Asosiasi Gastroenterologi Indonesia, sekitar 1–1,5 juta prosedur endoskopi dilakukan setiap tahun di Indonesia. Teknologi ini terbukti meningkatkan akurasi diagnosis lebih dari 90% serta mengurangi risiko komplikasi.

Selain untuk pemeriksaan, endoskopi juga digunakan dalam intervensi medis seperti biopsi, terapi laser, hingga ablasi gelombang mikro. Dengan layanan baru ini, RS Siloam Lippo Cikarang siap memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat Cikarang dan sekitarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Cegah Kanker Usus Besar, Kenali 3 Metode Skrining Ini

Cara Cegah Kanker Usus Besar, Kenali 3 Metode Skrining Ini

Health | Rabu, 26 Februari 2025 | 20:54 WIB

Apa Gejala Abses Hati? Penyakit yang Diderita Hotman Paris sampai Harus Berobat ke Singapura

Apa Gejala Abses Hati? Penyakit yang Diderita Hotman Paris sampai Harus Berobat ke Singapura

Lifestyle | Rabu, 26 Februari 2025 | 18:21 WIB

Deteksi Dini Osteoporosis dengan BMD: Cegah Patah Tulang Sebelum Terlambat

Deteksi Dini Osteoporosis dengan BMD: Cegah Patah Tulang Sebelum Terlambat

Health | Rabu, 26 Februari 2025 | 20:30 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB