Detoks Alami Selama Puasa: Pentingnya Pilihan Air Murni yang Tepat

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 07 Maret 2025 | 13:57 WIB
Detoks Alami Selama Puasa: Pentingnya Pilihan Air Murni yang Tepat
Ilustrasi air putih (Unsplash/engin akyurt)

Suara.com - Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ini juga kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan membersihkan diri dari zat beracun. Salah satu kunci agar proses detoksifikasi berjalan optimal adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Saat berpuasa, organ pencernaan seperti hati, pankreas, lambung, dan usus besar beristirahat selama sekitar 12 jam. Ketika berbuka, organ-organ ini bekerja lebih optimal dalam menyerap nutrisi. Dengan asupan cairan yang cukup, tubuh lebih mudah mengeluarkan racun dan menjalankan fungsi metabolisme.

Dalam buku Your Water and Your Health, Dr. Allan E. Bani menyebutkan bahwa konsumsi air non-mineral lebih bermanfaat karena tidak mengandung tambahan mineral anorganik yang dapat menumpuk dalam tubuh.

Ilustrasi minum air (Freepik.com/pressfoto)
Ilustrasi minum air (Freepik.com/pressfoto)

Air non-mineral juga berperan dalam membersihkan mineral anorganik yang tidak dibutuhkan. Hal senada disampaikan Dr. Charles Mayo dari Mayo Clinic.

Menurutnya, air biasa sering mengandung mineral anorganik yang justru membebani sel tubuh. Tubuh manusia sebenarnya membutuhkan mineral organik yang diperoleh dari buah, sayur, atau daging, bukan dari air minum.

Oleh karena itu, air dengan kadar mineral yang sangat rendah lebih bermanfaat bagi kesehatan.

Sementara itu, Commercial Director PT. Amidis Tirta Mulia, Susilo Gunadi air murni bisa menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan selama puasa.

"Amidis adalah satu-satunya air murni yang diproses dengan pemanasan di atas 100 derajat Celsius, sehingga bebas dari bakteri, virus, dan partikel berbahaya," ujarnya dalam keterangan pers.

Air murni dengan Total Dissolved Solids (TDS) 0 ppm lebih mudah diserap tubuh. Ini membantu ginjal dalam menyaring darah dan membuang racun. Untuk menjaga keseimbangan cairan, dianjurkan mengonsumsi 2–2,5 gelas air murni saat sahur dan berbuka.

Tak hanya hidrasi, asupan makanan kaya serat dan vitamin juga penting agar tubuh tetap bugar selama berpuasa. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dan pola makan tetap seimbang. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konsumsi Gula Berlebih Saat Puasa Ramadan Bikin Anak Rentan Depresi dan Gangguan Mental? Ini Penjelasan Dokter

Konsumsi Gula Berlebih Saat Puasa Ramadan Bikin Anak Rentan Depresi dan Gangguan Mental? Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Jum'at, 07 Maret 2025 | 03:35 WIB

TAKIS: Buka Puasa Kalap? Atur Porsi Makanmu Biar Tetap Sehat!

TAKIS: Buka Puasa Kalap? Atur Porsi Makanmu Biar Tetap Sehat!

Video | Jum'at, 07 Maret 2025 | 10:00 WIB

Tetap Bugar Saat Puasa: Tips Olahraga Tanpa Lemas! KATANYA SPESIAL RAMADAN

Tetap Bugar Saat Puasa: Tips Olahraga Tanpa Lemas! KATANYA SPESIAL RAMADAN

Video | Jum'at, 07 Maret 2025 | 08:00 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB