Jaga Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan , Ini Solusi Pengelolaan Limbah Medis di Indonesia

Vania Rossa

Jum'at, 28 Maret 2025 | 08:35 WIB
Jaga Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan , Ini Solusi Pengelolaan Limbah Medis di Indonesia
Ilustrasi limbah medis masker. (ist)

Suara.com - Sektor kesehatan di Indonesia terus berkembang pesat, menghasilkan volume limbah medis yang signifikan setiap harinya. Limbah ini meliputi jarum suntik bekas, perban terkontaminasi, sisa infus, bagian tubuh manusia, hingga obat-obatan kadaluarsa dan kemasan farmasi. 

Karakteristik limbah medis yang infeksius, toksik, dan berpotensi menularkan penyakit menjadikannya ancaman serius pada kesehatan masyarakat dan lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.

Demikian pula, limbah farmasi, baik dari industri maupun sisa konsumsi rumah tangga, mengandung senyawa kimia aktif yang dapat mencemari air, tanah, dan udara. 

Pembuangan obat-obatan kadaluarsa ke saluran air atau tempat sampah biasa dapat menyebabkan resistensi antimikroba, merusak ekosistem perairan, dan bahkan membahayakan kesehatan manusia melalui rantai makanan.

Indonesia masih dihadapkan pada tantangan besar dalam pengelolaan limbah medis dan farmasi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2019, sekitar 290 ton limbah medis dihasilkan setiap hari dari 2.820 rumah sakit dan 9.884 puskesmas di seluruh Indonesia.

Namun, proses pengelolaannya masih belum optimal, karena banyak Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang belum dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah yang memadai.

Salah satu kendala utama dalam pengelolaan limbah medis dan farmasi di Indonesia adalah keterbatasan infrastruktur yang memadai.

Jumlah fasilitas pengolahan limbah medis yang memenuhi standar masih jauh dari ideal, terutama di daerah-daerah terpencil. Banyak fasilitas kesehatan, terutama skala kecil, kesulitan mengakses layanan pengolahan yang aman dan terjangkau.

baca juga

Pemerintah pun terus menghimbau agar limbah medis dapat dikelola secara bertanggung jawab sesuai regulasi. 

Jika sektor fasyankes belum memiliki fasilitas pengolahan limbah sendiri, maka fasyankes diharuskan bekerja sama dengan pihak ketiga yang berizin, salah satunya Universal Eco, perusahaan jasa pengolah limbah ramah lingkungan.

Dalam proses pengelolaan limbah, Universal Eco sendiri menunjukkan komitmen tinggi melalui solusi terpadu yang meliputi pengangkutan, pengolahan, pemusnahan dan pembuangan limbah medis sesuai peraturan yang berlaku dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Sepanjang tahun 2024, Universal Eco telah berhasil mengelola limbah medis lebih dari 5.000 ton yang berasal dari fasyankes di berbagai wilayah, seperti rumah sakit, puskesmas, klinik serta laboratorium kesehatan dan farmasi. 

“Melalui teknologi insinerator ramah lingkungan, sifat bahaya dari limbah medis dapat diatasi sehingga mengurangi risiko lingkungan dan penularan penyakit,” kata Bobby Simon, CEO Universal Eco.

Sejak tahun 2020, Universal Eco sudah aktif melakukan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan cakupan wilayah pelayanan berada hingga di 21 provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan hingga Sulawesi. 

“Pengelolaan limbah memegang peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Di Indonesia, meskipun tantangan dalam pengelolaan limbah medis ini masih besar, keberadaan kami, Universal Eco dapat memberikan harapan bagi perbaikan di masa depan” ujar Bobby Simon.

Selain pengelolaannya yang sesuai standar, Universal Eco sendiri dilengkapi dengan pelaporan alur limbah sehingga dapat menjadi mitra strategis bagi rumah sakit, puskesmas dan fasyankes lainnya. Di sisi lain, Universal Eco juga konsisten memberikan sosialisasi terkait pengelolaan limbah B3, khususnya limbah medis agar dapat diimplementasikan oleh para penghasil limbah.

Pengelolaan limbah yang efisien memberikan dampak positif yang besar bagi kelangsungan hidup dan lingkungan. Selain itu, penerapan prosedur pengelolaan limbah yang baik mendukung setiap fasilitas layanan kesehatan di Indonesia dalam mematuhi regulasi dari pemerintah, menghindari sanksi, serta menjaga citra institusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buku 'Mengurai Sampah Jarum Suntik dan Limbah Medis', Bahaya Limbah Medis

Buku 'Mengurai Sampah Jarum Suntik dan Limbah Medis', Bahaya Limbah Medis

Your Say | Selasa, 14 November 2023 | 18:39 WIB

Kronologi Kantong Darah HIV Berserakan di TPS Bangkalan, Keteledoran PMI yang Sangat Berbahaya!

Kronologi Kantong Darah HIV Berserakan di TPS Bangkalan, Keteledoran PMI yang Sangat Berbahaya!

News | Jum'at, 24 Februari 2023 | 15:52 WIB

3 Peraturan Pengelolaan Limbah Medis, Tidak Boleh Sembarangan Dibuang

3 Peraturan Pengelolaan Limbah Medis, Tidak Boleh Sembarangan Dibuang

News | Rabu, 22 Februari 2023 | 15:39 WIB

Terkini

Harga Nasional Cabai Rawit Merah Anjlok 18,84 Persen, Kini Dijual Rp83.550 per Kg

Harga Nasional Cabai Rawit Merah Anjlok 18,84 Persen, Kini Dijual Rp83.550 per Kg

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Cara Membedakan Sepatu Nike Air Force 1 Asli dan Palsu Sebelum Beli di Online Shop

Cara Membedakan Sepatu Nike Air Force 1 Asli dan Palsu Sebelum Beli di Online Shop

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:41 WIB

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:39 WIB

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis: TWS Unik dengan Desain Jepit Telinga dan Baterai Awet

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis: TWS Unik dengan Desain Jepit Telinga dan Baterai Awet

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

×