Penuhi Kebutuhan Air Bersih dan Sanitasi Layak, Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Jum'at, 11 April 2025 | 13:39 WIB
Penuhi Kebutuhan Air Bersih dan Sanitasi Layak, Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor
Ilustrasi Air Bersih (pexels/farooq)

Suara.com - Akses air bersih dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan dua pilar utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif. Namun, tantangan akses terhadap air bersih masih menjadi isu serius di berbagai wilayah Indonesia. Padahal, air bersih bukan hanya soal kebutuhan dasar—ia juga merupakan fondasi utama dalam mencegah penyakit, meningkatkan kualitas hidup, dan membentuk pola hidup sehat secara menyeluruh.

Air yang tercemar dapat menjadi sumber berbagai penyakit seperti diare, kolera, hingga tifus, yang banyak menyerang anak-anak di daerah dengan sanitasi buruk. Menurut WHO (2019), sekitar 829.000 kematian setiap tahun disebabkan oleh diare akibat air minum yang tidak aman, buruknya sanitasi, dan kurangnya kebersihan tangan.

Laporan WHO/UNICEF Joint Monitoring Programme (2021) juga mencatat bahwa 2 miliar orang di dunia masih belum memiliki akses terhadap air minum yang dikelola secara aman. Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan RI (2023) menyebutkan bahwa beberapa provinsi masih memiliki cakupan akses air bersih di bawah 70%, yang artinya jutaan masyarakat hidup dalam kondisi sanitasi yang rentan terhadap penyakit.

PHBS: Cara Sederhana dengan Dampak Besar

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi cara efektif untuk memaksimalkan manfaat dari air bersih. Berdasarkan Permenkes No. 3 Tahun 2014, indikator PHBS di tingkat rumah tangga meliputi:

  • Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
  • Mengonsumsi air minum yang sudah dimasak atau disterilisasi
  • Menggunakan jamban sehat
  • Mengelola sampah rumah tangga dengan baik
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar

Riset yang diterbitkan oleh The Lancet Global Health (2022) menunjukkan bahwa intervensi berbasis air bersih, sanitasi, dan higiene (WASH) dapat menurunkan angka kejadian diare hingga 30%. Di Indonesia, data dari Badan Litbangkes (2021) menegaskan bahwa penerapan PHBS di rumah tangga berbanding lurus dengan penurunan angka penyakit menular.

Pemerintah dan masyarakat perlu terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses air bersih dan edukasi PHBS. Laporan Bank Dunia (2023) bahkan menyebut bahwa setiap satu dolar yang diinvestasikan untuk air bersih dan sanitasi dapat menghasilkan pengembalian ekonomi rata-rata lima kali lipat, melalui pengurangan biaya pengobatan dan peningkatan produktivitas masyarakat.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dampak Berkelanjutan

Pentingnya akses air bersih dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi fokus utama dalam kolaborasi antara Kao Indonesia, Kao Life-in-Harmony Foundation (LIHF), dan PT Gama Inovasi Berdikari (GIB) melalui Program RAIN (Rahmat Allah untuk Indonesia). Program ini kembali hadir dengan misi kuat: meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan air bersih dan edukasi kesehatan berkelanjutan.

Baca Juga: Hati-hati Pola Tidur Berantakan! Ini Dampaknya pada Otak, Emosi, dan Kesehatan Fisik

Setelah sebelumnya memasang teknologi pemanen air hujan GAMA-RainFilter (GRF) di Desa Girimulyo, Gunungkidul, kolaborasi ini kini diperluas dengan kegiatan edukasi PHBS yang langsung melibatkan warga setempat. Teknologi GRF terbukti memberi dampak positif bagi 30 keluarga dan 7 komunitas, memperkuat urgensi pentingnya akses air bersih sebagai fondasi hidup sehat.

Menurut Wisik Restu, Associate Vice President dari Kao Indonesia, kegiatan ini adalah bagian dari strategi Kirei Lifestyle Innovation, sebuah misi untuk menciptakan kehidupan bersih dan sehat melalui inovasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kontribusi sosial kami. Dengan memberikan akses air bersih serta edukasi PHBS, kami berharap dapat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat,” jelasnya.

Kolaborasi untuk Akses Air Bersih antara Kao Indonesia dan PT Gama Inovasi Berdikari (GIB) melalui Program RAIN (Rahmat Allah untuk Indonesia). (Dok. KAO)
Kolaborasi untuk Akses Air Bersih antara Kao Indonesia dan PT Gama Inovasi Berdikari (GIB) melalui Program RAIN (Rahmat Allah untuk Indonesia). (Dok. KAO)

Sementara itu, Yumi Takeuchi, President Kao Life-in-Harmony Foundation menambahkan bahwa edukasi ini menjadi bagian penting dari pemberdayaan masyarakat agar dapat mengelola sumber daya air secara mandiri.

Ridha Nurul Azizah, M.M., Direktur PT GIB, menekankan bahwa air bersih adalah pondasi penting dalam perubahan perilaku. Teknologi GAMA-RainFilter dikembangkan sebagai solusi praktis yang dapat memanen dan menyaring air hujan agar layak pakai. Edukasi yang menyertai teknologi ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat akan pentingnya pengelolaan air secara berkelanjutan.

“Melalui edukasi ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya akses air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI