Ibu Hamil Wajib Tahu! Gangguan Dasar Panggul Mengintai Pasca Melahirkan, Ini Cara Deteksi Dini

Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 23 April 2025 | 21:11 WIB
Ibu Hamil Wajib Tahu! Gangguan Dasar Panggul Mengintai Pasca Melahirkan, Ini Cara Deteksi Dini
Ibu Hamil Wajib Tahu! Risiko Rusak Otot Panggul Meningkat Drastis Usai Melahirkan, Ini Solusinya! (Dok. RS YPK Mandiri)

Suara.com - Kesehatan wanita, khususnya yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan panggul, sering kali kurang mendapatkan perhatian yang memadai.

Padahal, berbagai gangguan pada dasar panggul seperti inkontinensia urin, prolaps organ, dan disfungsi seksual dapat mengganggu kualitas hidup perempuan secara signifikan. 

Hal ini menjadi perhatian utama Prof. Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K), Ketua Himpunan Uroginekologi Indonesia (HUGI), yang menyoroti pentingnya deteksi dini dan intervensi terhadap gangguan dasar panggul.

Menurut Prof. Budi, kehamilan saja sudah cukup untuk menyebabkan kekenduran pada otot dasar panggul, yaitu otot levator ani. 

“Kehamilan itu sendiri sudah menyebabkan kekenduran atau kerusakan pada otot dasar panggul. Dalam penelitian saya, sekitar 2,5 hingga 7,5 persen wanita hamil mengalami kondisi ini," jelasnya saat ditemui dalam peluncuran teknologi PI-ONE di RS YPK Mandiri baru-baru ini.

Angka ini, lanjut Prof. Budi bahkan bisa meningkat lebih daru 15% setelah proses persalinan. Namun ironisnya, masih banyak wanita yang belum menyadari risiko ini, apalagi sampai mengambil tindakan pencegahan.

Merespons kebutuhan akan deteksi dini yang akurat dan minim invasif, RS YPK Mandiri memperkenalkan PI-ONE (Perfect Intelligentsia One Solution).

Ini adalah sebuah perangkat berbasis Artificial Intelligence (AI) pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, yang mampu mendiagnosis berbagai gangguan dasar panggul hanya dalam waktu dua detik. Inovasi ini merupakan langkah besar dalam pelayanan kesehatan wanita di tanah air.

Apa Itu PI-ONE dan Mengapa Penting?

PI-ONE adalah alat canggih yang mengombinasikan sensor elektromiografi (EMG), ultrasonografi, dan algoritma AI untuk memberikan diagnosis presisi terhadap kondisi otot dasar panggul. 

Proses pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa sakit, tidak membutuhkan operasi, dan tidak bias karena hasilnya berdasarkan data ilmiah, bukan persepsi subjektif dokter. Teknologi ini mampu mendeteksi hingga 13 parameter penting yang berkaitan dengan otot dasar panggul.

Beberapa kondisi yang dapat diidentifikasi oleh PI-ONE antara lain:

1. Inkontinensia urin

2. Prolaps organ panggul

3. Nyeri panggul kronis

4. Disfungsi seksual

Keunggulan Teknologi PI-ONE

1. Diagnosis Cepat dan Akurat: Pemeriksaan hanya memerlukan waktu dua detik untuk mendeteksi kelainan dasar panggul.

2. Terapi Non-Invasif: Memberikan rekomendasi terapi seperti stimulasi elektrik, magnetik, atau gelombang radiofrekuensi yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

3. Data Visual dan Terintegrasi: Hasil diagnosis disajikan dalam bentuk grafik yang mudah dipahami dan disimpan secara cloud untuk kolaborasi antarspesialis.

4. Berbasis Bukti Ilmiah: Telah digunakan di lebih dari 10.000 rumah sakit di Asia dan diakui secara internasional.

Kampanye Kesadaran dan Pelatihan Nasional

Dalam rangka memperluas manfaat teknologi ini, RS YPK Mandiri akan menyelenggarakan Workshop Intensif PI-ONE pada 21–25 April 2025, diikuti oleh 20 tenaga medis dari berbagai institusi kesehatan di Indonesia. 

Workshop ini bertujuan melatih tenaga medis dalam penggunaan PI-ONE serta membangun sistem kolaboratif untuk implementasi klinis di berbagai daerah.

Prof. Budi menegaskan bahwa gaya hidup sangat memengaruhi kekuatan otot dasar panggul. Kehamilan, aktivitas berat, dan faktor genetik bisa menjadi pemicu gangguan ini.

"Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal sebelum kehamilan, serta ditolong oleh tenaga kesehatan kompeten saat persalinan menjadi faktor kunci pencegahan," kata dia.

Tiga faktor risiko utama yang ditemukan dalam penelitiannya adalah:

1. Berat bayi lebih dari 3.200 gram,

2. Proses mengejan lebih dari satu jam,

3. Adanya pengguntingan (episiotomi) yang tidak terkendali.

Jika dua dari tiga faktor ini terjadi, lanjut dia risiko kerusakan otot dasar panggul meningkat hingga 72 persen. Karenanya, pemeriksaan pascapersalinan menggunakan PI-ONE sangat disarankan untuk deteksi dan penanganan dini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Mistis Pendaki Wanita yang Hilang dan Bertemu Sosok Gaib

Kisah Mistis Pendaki Wanita yang Hilang dan Bertemu Sosok Gaib

Lifestyle | Rabu, 23 April 2025 | 16:17 WIB

Cognitive Offloading: Ketika Otak Tak Lagi Jadi Tempat Menyimpan Informasi

Cognitive Offloading: Ketika Otak Tak Lagi Jadi Tempat Menyimpan Informasi

Your Say | Rabu, 23 April 2025 | 12:09 WIB

SIBAKUM Bongkar Fakta Ilmiah dan Tantangan Regulasi CBD di Indonesia

SIBAKUM Bongkar Fakta Ilmiah dan Tantangan Regulasi CBD di Indonesia

Health | Rabu, 23 April 2025 | 00:45 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB