7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring

M Nurhadi

Senin, 02 Juni 2025 | 20:05 WIB
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
Arsip-Kasus Covid-19 di Beijing China melonjak [Foto: ANTARA]

Suara.com - Kasus Covid dunia, terutama di Asia Tenggara makin menggila. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengeluarkan peringatan agar negara – negara di dunia, termasuk di wilayah Asia Tenggara untuk melakukan pencegahan agar virus ini tidak menyebar. Berikut adalah tujuh fakta kenaikan kasus Covid dunia, utamanya di Asia Tenggara

1. Thailand Berlakukan Sekolah Online

Thailand mencatatkan kasus Covid tertinggi di wilayahnya jika dibandingkan negara Asia Tenggara lain. Lebih dari 69.000 kasus dilaporkan hanya dalam kurun waktu April – Mei. Lonjakan terbesar salah satunya terjadi ketika Festival Songkran pada bulan April lalu.

Pemerintah mengambil langkah cepat dengan menutup sementara sejumlah sekolah, salah satunya Sekolah Bangkaew di Distrik Bangkaew. Dinas Kesehatan setempat juga mendistribusikan bantuan medis serta membuka konsultasi kesehatan online. Orang tua juga diimbau untuk tidak membawa bayi di bawah usia satu tahun ke tempat – tempat umum.

2. Malaysia Waspadai Lonjakan Kasus Saat Libur Sekolah

Sama seperti Thailand, Malaysia juga mewaspadai lonjakan kasus Covid saat libur sekolah, yakni 29 Mei – 9 Juni mendatang. Saat ini kasus Covid aktif di Malaysia telah menembus 8.000-an.

3. Kementerian Kesehatan Indonesia Terbitkan Surat Edaran

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Surat Edaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19 dan potensi wabah lainnya, menyusul lonjakan kasus di sejumlah negara Asia.

Meski kasus di Indonesia masih terkendali, pemerintah menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor.

baca juga

“Memasuki minggu ke-12 tahun 2025, Covid-19 menunjukkan peningkatan di Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura,” kata Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, dalam keterangan tertulis.

4. Varian Virus Covid-19

Murti menjelaskan, varian yang mendominasi berbeda-beda di tiap negara. Thailand mencatat dominasi varian XEC dan JN.1. Di Singapura, varian LF.7 dan NB.1.8—yang merupakan turunan JN.1—menjadi penyebab utama. Sementara itu, JN.1 juga terdeteksi kuat di Hongkong, dan Malaysia dilaporkan didominasi oleh varian XEC, juga turunan JN.1.

“Meski demikian, transmisi penularannya masih relatif rendah, dan angka kematiannya juga rendah,” ujar Murti. Sementara itu, Indonesia justru mencatat tren penurunan. Pada minggu ke-20, hanya tiga kasus konfirmasi COVID-19 terdeteksi, turun dari 28 kasus di minggu sebelumnya. Tingkat positivity rate tercatat sebesar 0,59 persen. Varian dominan di dalam negeri saat ini adalah MB.1.1.

Meski situasi dalam negeri terkendali, Kemenkes meminta para pemangku kepentingan di sektor kesehatan untuk tidak lengah. Kewaspadaan dan deteksi dini perlu diperkuat.

5. Instruksikan Pemantauan Tren Penyakit

Dalam Surat Edaran tersebut, Kemenkes menginstruksikan penguatan pemantauan terhadap tren penyakit seperti ILI (influenza-like illness), SARI (severe acute respiratory infection), pneumonia, dan COVID-19 melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Selain itu, fasilitas kesehatan juga diminta menggencarkan promosi gaya hidup sehat. Kemenkes menekankan kembali pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kebiasaan cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, dan penggunaan masker bagi masyarakat yang sakit atau berada di kerumunan.

6. Hubungan Covid – 19 dengan Perubahan Iklim

Sebuah jurnal berjudul Interactions between Climate and Covid-19 menyoroti tiga dimensi utama keterkaitan iklim dan pandemi.

Pertama, faktor cuaca seperti suhu, angin, dan kelembapan memengaruhi penularan Covid-19, meski pengaruhnya masih belum sepenuhnya dipahami. Studi menunjukkan bahwa faktor noniklim justru lebih dominan dalam penyebaran virus.

Kedua, peristiwa iklim ekstrem yang bertepatan dengan pandemi telah memperburuk situasi. Paparan penyakit meningkat, kerentanan masyarakat melonjak, respons darurat terganggu, dan sistem kesehatan menghadapi tekanan ganda.

7. Cara Meminimalkan Risiko

Penulis jurnal menekankan pentingnya memasukkan risiko iklim dalam respons dan pemulihan pandemi. Perencanaan terpadu yang menggabungkan kesehatan masyarakat, kesiapsiagaan bencana, pembangunan berkelanjutan, dan manajemen darurat dinilai krusial, terutama di wilayah yang rawan bencana iklim.

Pandemi COVID-19 telah memperlihatkan keterhubungan erat antara manusia, hewan, dan lingkungan. Konsep One Health, yang menekankan interkoneksi antara ketiganya, kembali menjadi perhatian utama dalam merespons krisis kesehatan global.

Konsep ini pertama kali dikenalkan oleh Dr. Rudolf Virchow pada abad ke-19, dan kini dikembangkan sebagai pendekatan lintas disiplin untuk menghadapi tantangan besar seperti penyakit zoonosis, resistensi antimikroba, perubahan iklim, dan pencemaran lingkungan.

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam Majelis Kesehatan Dunia 2020 menegaskan bahwa upaya membuat dunia lebih aman akan gagal jika mengabaikan “hubungan kritis antara manusia dan patogen, serta ancaman perubahan iklim.”

Krisis iklim memperburuk risiko kesehatan. Kenaikan suhu global, pencairan es, banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan memaksa manusia dan hewan bermigrasi. Perpindahan ini meningkatkan peluang kontak dan penularan penyakit lintas spesies.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 Meroket, Media Asing Khawatirkan Laga Timnas Indonesia vs China

Covid-19 Meroket, Media Asing Khawatirkan Laga Timnas Indonesia vs China

Bola | Senin, 02 Juni 2025 | 16:25 WIB

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 15:08 WIB

COVID-19 Hantui Timnas Indonesia vs China

COVID-19 Hantui Timnas Indonesia vs China

Bola | Senin, 02 Juni 2025 | 16:14 WIB

Covid-19 Kembali Melonjak di Berbagai Negara: Benarkah Ada Kaitannya dengan Perubahan Iklim?

Covid-19 Kembali Melonjak di Berbagai Negara: Benarkah Ada Kaitannya dengan Perubahan Iklim?

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 14:07 WIB

Fakta Menarik Singapore Open 2025, Lahir Juara Baru dan Dominasi China Surut

Fakta Menarik Singapore Open 2025, Lahir Juara Baru dan Dominasi China Surut

Your Say | Senin, 02 Juni 2025 | 12:24 WIB

Timnas Indonesia Dapat Ancaman dari Luar Jelang Hadapi China, Manajer Ungkap Kondisi Ruang Ganti

Timnas Indonesia Dapat Ancaman dari Luar Jelang Hadapi China, Manajer Ungkap Kondisi Ruang Ganti

Bola | Senin, 02 Juni 2025 | 11:34 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×