Lebih dari Sekadar Operasi, Perjalanan Panjang Perawatan Bibir Sumbing di Indonesia

Vania Rossa

Rabu, 04 Juni 2025 | 18:06 WIB
Lebih dari Sekadar Operasi, Perjalanan Panjang Perawatan Bibir Sumbing di Indonesia
Ilustrasi bibir sumbing. (Freepik)

Suara.com - Bibir sumbing masih menjadi tantangan kesehatan yang kerap terabaikan di Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika bibir atau langit-langit mulut bayi tidak terbentuk sempurna saat dalam kandungan.

Dampaknya bukan hanya pada penampilan, tapi juga dapat menimbulkan kesulitan dalam makan, bernapas, mendengar, dan berbicara, yang ada akhirnya memengaruhi tumbuh kembang anak.

Di seluruh dunia, setiap tiga menit lahir satu bayi dengan bibir sumbing. Anak-anak dengan kondisi ini sering kali mengalami diskriminasi sosial, seperti di-bully atau dikucilkan di beberapa negara.

Namun sayangnya, masih banyak anak di Indonesia yang belum mendapat akses perawatan tepat dan menyeluruh.

Dengan jumlah kelahiran yang tinggi dan wilayah geografis yang luas, kebutuhan akan perawatan bibir sumbing di Indonesia sangat besar.

Namun, belakangan, Indonesia mulai menunjukkan kemajuan dalam program perawatan bibir sumbing, yang bukan hanya sekadar operasi, tapi juga memberikan perawatan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Smile Train, organisasi yang fokus pada penanganan bibir sumbing, dengan model berkelanjutan dan lokal, hampir mencapai tonggak sejarah dengan melakukan 125.000 operasi (rata-rata 7.000 operasi per tahun) setelah 20 tahun berkomitmen menjangkau pasien di berbagai wilayah geografis yang beragam di Indonesia.

Operasi Bibir Sumbing dengan Standar Aman dan Berkualitas

Keselamatan pasien adalah prioritas utama, itu sebabnya penting menerapkan protokol keselamatan dan kualitas, yang menjadi standar wajib untuk operasi yang aman serta perawatan bibir sumbing komprehensif melalui Dewan Penasihat Medis.

baca juga

Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Smile Train tidak hanya mendukung operasi bibir sumbing, tetapi juga layanan ortodontik, nutrisi, terapi wicara, dan lainnya.

“Smile Train menyediakan pelatihan dan kesempatan pendidikan penting bagi dokter bedah bibir sumbing, ahli anestesi, perawat, dan tenaga medis terkait di seluruh dunia," jelas Dr. Larry Hollier, Ketua Dewan Medis Global Smile Train.

Dukungan yang diberikan juga mencakup untuk membiayai peralatan dan perlengkapan yang esensial untuk operasi bibir sumbing yang aman dan berkualitas, termasuk alat keselamatan seperti pulse oximeter, benang jahit, instrumen bedah khusus, ruang operasi, dan banyak lagi.

Smile Train bekerja sama dengan tenaga medis lokal di berbagai komunitas untuk mensponsori perawatan bibir sumbing bagi pasien di daerahnya masing-masing.

Model berkelanjutan ini membuat Smile Train lebih efektif dan efisien dibandingkan organisasi berbasis misi sementara, karena pasien dapat menerima perawatan sepanjang tahun, sehingga setiap orang bisa mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Walaupun Smile Train telah mendukung pasien bibir sumbing di lebih dari 95 negara di seluruh dunia, kami menghadapi tantangan dalam menjalankan program di negara kepulauan seperti Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

“Kemitraan lokal sangat penting karena memungkinkan Smile Train menjangkau lebih banyak pasien yang membutuhkan," tambah Mamta Caroll, Senior Vice President dan Regional Director untuk Asia.

Dengan kontribusi yang sudah berlangsung lebih dari dua decade, tahun lalu telah dilakukan operasi ke-2 juta terhadap seorang anak dengan bibir sumbing dari Sumatera Selatan.

"Kini kami dengan bangga mengumumkan kesiapan kami mencapai 125.000 operasi bibir sumbing di Indonesia atau 7.000 operasi per tahun,” kata Mamta.

Untuk memastikan kualitas dan keselamatan perawatan, Smile Train bekerja erat dengan lebih dari 1.000 mitra medis lokal untuk memastikan mereka mematuhi protokol keselamatan dan kualitas yang ketat.

Mitra juga diberikan akses ke perpustakaan Best Practice Guides agar setiap perawatan memenuhi standar dunia secara konsisten.

Selain itu, Smile Train telah memberikan lebih dari 40.000 kesempatan pelatihan kepada tenaga kesehatan di seluruh dunia, mencakup operasi aman, anestesi, dan perawatan perioperatif.

125.000 Operasi Bibir Sumbing dengan Standar Aman dan Berkualitas di Indonesia. (dok. Smile Train)
125.000 Operasi Bibir Sumbing dengan Standar Aman dan Berkualitas di Indonesia. (dok. Smile Train)

Tujuan mulia Smile Train untuk perawatan bibir sumbing di Indonesia sama seperti di negara lain, yaitu mendukung keluarga yang terdampak dengan memperkuat kapasitas perawatan lokal.

Ini mencakup pembiayaan operasi serta perawatan non-bedah penting seperti nutrisi, ortodontik, terapi wicara, dan konseling psikososial agar rehabilitasi semakin lengkap.

Mayor Jenderal TNI (Purn.) dr. Budiman, Ketua Dewan Medis Smile Train Asia Tenggara, menyoroti tantangan geografis dan demografis Indonesia yang luas dan beragam.

“Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, termasuk Sumatra, Jawa, Sulawesi, serta sebagian Borneo dan Papua. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan negara ke-14 terbesar berdasarkan luas wilayah, dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia memiliki tantangan geografis yang sangat besar. Meski begitu, Smile Train berhasil menerapkan standar operasi dan perawatan yang aman dan berkualitas di seluruh Indonesia,” katanya.

Untuk menjangkau pasien di seluruh Indonesia, Smile Train menjalin kemitraan dengan rumah sakit besar, termasuk rumah sakit pemerintah yang fokus pada anak.

Rumah sakit-rumah sakit ini juga berperan melatih tenaga medis di luar kota besar dalam melakukan operasi dan perawatan terkait bibir sumbing.

Perawatan bibir sumbing bukan hanya soal mengubah wajah, tapi juga tentang mengembalikan harapan, membuka akses terhadap pendidikan, dan memulihkan masa depan anak-anak Indonesia.

Ke depannya, diharapkan akan semakin banyak keluarga berani mencari pertolongan lebih awal, demi masa depan anak yang lebih sehat dan percaya diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak dengan Bibir Sumbing Perlu Operasi dan Terapi Sejak Dini, Ini Penjelasan Dokter

Anak dengan Bibir Sumbing Perlu Operasi dan Terapi Sejak Dini, Ini Penjelasan Dokter

Health | Kamis, 15 Mei 2025 | 15:36 WIB

Lebih dari Sekadar Estetika: Urgensi Penanganan Sumbing untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak

Lebih dari Sekadar Estetika: Urgensi Penanganan Sumbing untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak

Health | Jum'at, 21 Maret 2025 | 05:15 WIB

18 Anak Dapat Operasi Bibir Sumbing Gratis, Begini Tahapannya

18 Anak Dapat Operasi Bibir Sumbing Gratis, Begini Tahapannya

Health | Minggu, 07 Mei 2023 | 13:36 WIB

Terkini

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

×