Ventilator dan Perawatan Intensif: Kunci Penyelamat Nyawa di Tengah Transformasi Kesehatan Indonesia

Dinda Rachmawati

Senin, 09 Juni 2025 | 10:44 WIB
Ventilator dan Perawatan Intensif: Kunci Penyelamat Nyawa di Tengah Transformasi Kesehatan Indonesia
Ilustrasi Ventilator (Dok. Draeger)

Suara.com - Akses terhadap layanan kesehatan yang memadai adalah hak dasar setiap warga negara. Namun, tantangan pemerataan akses layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil, masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia. 

Terlebih, dalam situasi darurat medis seperti gagal napas akut, ketersediaan peralatan yang tepat dan tenaga medis yang terlatih menjadi penentu utama antara hidup dan mati. Dalam konteks ini, pentingnya ventilator dan layanan perawatan intensif (ICU) yang memadai tidak dapat diabaikan.

Ventilator merupakan alat medis penting yang digunakan untuk membantu atau menggantikan fungsi pernapasan pasien yang mengalami gangguan serius, seperti pada kasus penyakit paru, trauma berat, atau pasca operasi besar. 

Di ruang ICU, ventilator menjadi perangkat vital yang mendukung kelangsungan hidup pasien kritis. Sayangnya, belum semua fasilitas kesehatan di Indonesia memiliki ventilator yang cukup atau tenaga medis yang terampil dalam pengoperasiannya.

Sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan ini, pemerintah Indonesia telah mencanangkan Transformasi Sistem Kesehatan yang terdiri dari enam pilar utama. 

Salah satu pilar penting adalah Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, yang mendorong kemandirian dalam produksi dan distribusi alat kesehatan serta meningkatkan kapasitas layanan medis dalam negeri. 

Pilar ini juga berkaitan erat dengan pilar kelima, yaitu penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, mengingat teknologi medis yang canggih hanya dapat berfungsi optimal bila digunakan oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

Draeger Indonesia, perusahaan global di bidang teknologi keselamatan dan medis, menunjukkan komitmennya dalam mendukung kedua pilar transformasi tersebut. 

Melalui pendekatan berbasis kolaborasi, Draeger bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif (KATI), untuk menyelenggarakan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan.

baca juga

Pelatihan yang diadakan meliputi dua fokus utama, yaitu Workshop Pengenalan Mesin Anestesi dan Workshop Basic Ventilator. Kegiatan ini digelar di 17 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang memiliki Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif. 

Workshop ini tidak hanya ditujukan untuk dokter spesialis anestesiologi, tetapi juga membuka akses untuk dokter umum yang bertugas di ICU, menunjukkan urgensi pemahaman ventilator di berbagai lini layanan kesehatan.

Menurut Ketua KATI, Dr. dr. Reza Widianto Sudjud, pelatihan ini menjadi bagian penting dalam adaptasi pendidikan kedokteran terhadap perkembangan teknologi medis. 

“Penguasaan penggunaan ventilator sangat penting karena alat ini berperan langsung dalam menyelamatkan nyawa pasien yang mengalami kegagalan napas. Kemampuan klinis yang baik dalam mengoperasikan alat ini akan berdampak besar pada tingkat keselamatan pasien dan menurunkan angka kematian di ruang ICU,” jelasnya.

Ventilator modern saat ini, seperti yang dikembangkan Draeger, hadir dengan teknologi terkini yang mencakup mode ventilasi konvensional hingga lanjutan, serta terapi oksigen aliran tinggi dan ventilasi noninvasif. 

Selain itu, alat-alat ini juga dirancang untuk memudahkan mobilisasi awal pasien dan efisiensi dalam transportasi antar unit layanan, mempercepat proses pemulihan dan mengurangi beban kerja tenaga kesehatan.

Managing Director Draeger Indonesia, Ratna Kurniawati, menyatakan bahwa edukasi tenaga kesehatan menjadi fondasi dalam keberhasilan penerapan teknologi medis. 

“Kami percaya bahwa kesiapan tenaga kesehatan harus lebih dahulu dipenuhi sebelum mengimplementasikan teknologi baru. Melalui filosofi ‘Teknologi untuk Kehidupan’, kami berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap layanan kesehatan nasional,” ujarnya.

Tak hanya berhenti pada pelatihan, Draeger juga tengah mempersiapkan peluncuran ventilator terbaru buatan lokal yang direncanakan rilis pada Juni 2025. 

Produk ini diharapkan menjadi bagian dari solusi penguatan sistem ketahanan alat kesehatan nasional, sekaligus simbol dari kemandirian produksi alat kesehatan dalam negeri.

Langkah-langkah seperti ini membuktikan bahwa penguatan sistem perawatan intensif dan pemahaman mendalam mengenai penggunaan ventilator adalah bagian krusial dari transformasi layanan kesehatan Indonesia. 

Dengan kolaborasi strategis antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan profesi medis, harapan untuk menghadirkan layanan ICU yang lebih andal dan merata di seluruh negeri bukan lagi sekadar wacana.

Di masa depan, keberadaan ventilator yang memadai dan tenaga kesehatan yang siap pakai akan menjadi benteng pertahanan utama dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan global. 

Oleh karena itu, investasi pada pelatihan, teknologi, dan kerja sama lintas sektor harus terus ditingkatkan demi mewujudkan sistem kesehatan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan inklusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skor Indeks Kesehatan Laut Indonesia Anjlok: Ancaman Nyata bagi Masa Depan

Skor Indeks Kesehatan Laut Indonesia Anjlok: Ancaman Nyata bagi Masa Depan

News | Minggu, 08 Juni 2025 | 15:26 WIB

Stop Limbah Pembalut! Inovasi Bio Material Ini Selamatkan Bumi dan Kesehatan Wanita

Stop Limbah Pembalut! Inovasi Bio Material Ini Selamatkan Bumi dan Kesehatan Wanita

Lifestyle | Minggu, 08 Juni 2025 | 10:50 WIB

Wellness Tourism Naik Daun: Kok Bisa Keju Jadi Kunci Kesehatan Mental Saat Liburan?

Wellness Tourism Naik Daun: Kok Bisa Keju Jadi Kunci Kesehatan Mental Saat Liburan?

Lifestyle | Kamis, 05 Juni 2025 | 13:45 WIB

Terkini

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini

Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini

Bekaci | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan

Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 09:09 WIB

RWA dan Stablecoin Jadi Fokus, Bursa Kripto CFX Siapkan Infrastruktur Digital

RWA dan Stablecoin Jadi Fokus, Bursa Kripto CFX Siapkan Infrastruktur Digital

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:03 WIB

Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali

Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan Bisnis UMKM di Era Gempuran AI

Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan Bisnis UMKM di Era Gempuran AI

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:58 WIB

Inovasi Aset Digital Berkembang, Bursa Kripto CFX Dorong Ekosistem Syariah

Inovasi Aset Digital Berkembang, Bursa Kripto CFX Dorong Ekosistem Syariah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Merah Keriting Melonjak, Bawang Turun

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Merah Keriting Melonjak, Bawang Turun

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:52 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September

Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 08:50 WIB

×