Kenapa Cek Sperma Jadi Prioritas dalam Program Kehamilan? Ini Kata Pakar

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 08 Juli 2025 | 14:49 WIB
Kenapa Cek Sperma Jadi Prioritas dalam Program Kehamilan? Ini Kata Pakar
Ilustrasi cek sperma. (freepik.com)

Suara.com - Jika sebelumnya pada program kehamilan perempuan jadi objek utama pemeriksaan kesehatan, kini dokter spesialis kandungan akan memeriksa kesehatan reproduksi pria alias pihak suami lebih dulu.

Ini sebagaimana penjelasan Dokter Spesialis Kandungan Subspesialis Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi, dr. Boy Abidin, Sp.OG (K) yang mengatakan pemeriksaan sperma lebih mudah, cepat dan murah dibanding pemeriksaan menyeluruh pada perempuan.

"Ya, karena kalau pemeriksaan sperma itu kan mudah. Dia hanya jadi dikeluarkan spermanya, kemudian kita tampung. Dan kemudian saat itu juga langsung diperiksa di bawah mikroskop. Jadi hasilnya di hari yang sama biasanya kita sudah tahu. Jadi itu sangat mudah. Berbeda dengan pemeriksaan perempuan," ujar dr. Boy Abidin dalam acara sesi edukasi Bayer The Science Behind: Self Care di Jakarta Selatan, Selasa (1/7/2025).

Jenis pemeriksaan sperma dalam program kehamilan menurut dr. Boy dilakukan dengan metode non invasif alias tanpa proses pembedahan. Periode pemeriksaan dilakukan dengan cara selama 3 hingga 5 hari pria tidak boleh mengeluarkan sperma, lalu di hari berikutnya datang ke dokter dan di hari yang sama hasil sudah bisa diketahui.

Pemeriksaan dilakukan di bawah mikroskop yang nantinya akan dilihat bentuk, jumlah hingga pergerakan sperma yang menentukan kualitas untuk bisa membuahi sel telur.

Sperma yang lambat, pergerakan abnormal hingga jumlah sedikit maka cenderung dianggap sperma yang buruk. Sedangkan sperma yang bagus yaitu apabila bergerak cepat melaju bagaikan 'peluncur' untuk membuahi sel telur, dan sperma yang seperti ini jumlahnya harus banyak.

Lebih lanjut menurut dr. Boy, pemeriksaan pada perempuan lebih rumit karena dokter harus memeriksa secara langsung ke dalam rahim untuk melihat kesiapannya menerima embrio atau sebagai rumah berkembangnya janin.

Bukan cuma kondisi rahim, bahkan ia mengatakan kualitas sel telur, saluran telur alias tuba falopi, hingga kondisi hormon perempuan juga perlu diperiksa. Inilah sebabnya pemeriksaan program kehamilan pada perempuan lebih rumit, kompleks, lama, dan memakan biaya yang tidak sedikit.

"Dan semuanya itu pemeriksaannya memang tidak mudah, dan juga memerlukan biaya yang tidak murah juga. Jadi kalau misalnya hormon kita harus ambil darah, kita periksa nanti hasilnya mungkin dalam 1 hari. Bahkan ada beberapa yang baru selesai dalam 1 minggu," jelas dr. Boy.

baca juga

Ia menambahkan khusus untuk pemeriksaan saluran tuba falopi juga diperlukan pemeriksaan histerosalpingografi (HSG) yaitu pemeriksaan menggunakan X-Ray. Pemeriksaan ini perlu melibatkan bagian radiologi.

Bahkan pemeriksaan program kehamilan pada perempuan juga perlu melibatkan alat USG. Periode pemeriksaan juga tidak boleh sembarangan, kata dr. Boy waktu terbaik dilakukan di hari ke-2 atau hari ke-3 setelah menstruasi. Tak jarang juga, agar lebih pasti pemeriksaan tambahan dilakukan di hari ke-14 dan hari ke-15 setelah menstruasi.

"Jadi memang cukup banyak tahapan-tahapan yang perlu kita lakukan, untuk memeriksa mengevaluasi kondisi kesehatan dan produksi pada seorang wanita. Beda dengan pria yang sangat simpel," tegas dr. Boy.

Perlu diketahui, pemaparan dr. Boy tentang pemeriksaan sperma pria lebih didahulukan saat program kehamilan karena sesuai dengan data menunjukkan gangguan kesuburan atau infertilitas pada pria berkontribusi pada setengah dari semua kasus infertilitas.

"Dan untuk sperma bisa membuahi, maka dia perlu jumlah, bentuk dan gerakan yang optimal atau yang baik untuk menghamili,” ungkapnya.

Apalagi faktor sperma yang bagus, akan menambah peluang hamil secara alami. Tapi jika tidak bagus, maka perlu bantuan intervensi teknologi seperti inseminasi hingga bayi tabung.

“Nah kalau kualitas spermanya bagus, maka dia bisa alami. Kalau nggak bagus, dia harus dengan inseminasi ataupun dengan bayi tabung,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Sperma Salmon Jadi Tren Perawatan Anti-Aging Terbaru?

Mengapa Sperma Salmon Jadi Tren Perawatan Anti-Aging Terbaru?

Lifestyle | Kamis, 03 April 2025 | 08:22 WIB

Hamil Bayi Orang Lain: Bagaimana Kesalahan Klinik Fertilitas Menghancurkan Hidup Seorang Wanita

Hamil Bayi Orang Lain: Bagaimana Kesalahan Klinik Fertilitas Menghancurkan Hidup Seorang Wanita

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 09:20 WIB

Pasutri Wajib Tahu, Ini Tandanya Ada Masalah Kesuburan dan Waktu Tepat Jalani Program Kehamilan

Pasutri Wajib Tahu, Ini Tandanya Ada Masalah Kesuburan dan Waktu Tepat Jalani Program Kehamilan

Health | Senin, 27 Januari 2025 | 13:40 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×