Ancaman di Balik Piring: 6 Makanan Ini Diam-diam Merusak Pembuluh Darah Anda

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 17 Juli 2025 | 21:19 WIB
Ancaman di Balik Piring: 6 Makanan Ini Diam-diam Merusak Pembuluh Darah Anda
Ilustrasi daging olahan. [Dok.Pixabay]

Suara.com - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, pilihan makanan praktis dan lezat seringkali menjadi andalan. Namun, di balik kenikmatan sesaat, tersembunyi ancaman serius bagi salah satu sistem paling vital dalam tubuh: pembuluh darah.

Tanpa disadari, beberapa makanan yang akrab di lidah masyarakat Indonesia justru menjadi biang keladi kerusakan 'jalan tol' bagi darah, oksigen, dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Pembuluh darah yang sehat bersifat elastis dan bebas sumbatan, memastikan setiap organ berfungsi optimal.

Namun, pola makan yang keliru dapat memicu peradangan, penumpukan plak, hingga pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis), yang berujung pada penyakit mematikan seperti serangan jantung dan stroke.

Lantas, apa saja 'musuh dalam selimut' yang perlu diwaspadai di piring makan Anda?

1. Daging Olahan: Sosis, Nugget, dan Kawan-kawannya

Ilustrasi daging olahan (Unsplash/Rachel Clark)
Ilustrasi daging olahan (Unsplash/Rachel Clark)

Bukan lagi rahasia, daging olahan seperti sosis, nugget, kornet, dan ham merupakan salah satu pemicu utama kerusakan pembuluh darah.

Produk-produk ini sarat akan kandungan garam, nitrat, dan lemak trans yang tinggi. "Kombinasi zat ini dapat merusak lapisan pelindung pembuluh darah (endotel) dan meningkatkan tekanan darah."

Sebuah studi dalam jurnal Circulation bahkan menunjukkan bahwa konsumsi rutin daging olahan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 42 persen.

2. Daging Merah: Kenikmatan yang Perlu Dibatasi

Daging merah, daging mentah. (Shutterstock)
Daging merah, daging mentah. (Shutterstock)

Daging sapi, kambing, dan babi memang sumber protein hewani yang populer.[6] Namun, konsumsi berlebihan menjadi bumerang.

Kandungan lemak jenuhnya yang tinggi dapat mendongkrak kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Akibatnya, kolesterol ini dapat membentuk plak yang menyumbat dan mengeraskan pembuluh darah. The American Heart Association menegaskan bahwa  "konsumsi daging merah secara berlebihan berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke."

3. Gorengan: Renyah di Luar, Berbahaya di Dalam

Tips Menikmati Gorengan Secara Sehat Saat Berbuka Puasa (Freepik)
Tips Menikmati Gorengan Secara Sehat Saat Berbuka Puasa (Freepik)

Siapa yang bisa menolak renyahnya gorengan? Sayangnya, makanan yang digoreng dalam minyak banyak, apalagi minyak yang dipakai berulang kali, mengandung lemak trans dan radikal bebas.

Lemak trans dikenal sangat jahat karena tidak hanya meningkatkan kolesterol LDL, tetapi juga menurunkan kolesterol baik (HDL), sehingga mempercepat penyumbatan arteri.[9][10] Ini adalah ancaman ganda yang seringkali disepelekan.

4. Makanan dan Minuman Manis: Si Manis yang Menipu

Ilustrasi minuman manis. [Freepik]
Ilustrasi minuman manis. [Freepik]

Gula berlebih, baik dalam kue, biskuit, maupun minuman bersoda, adalah musuh senyap bagi pembuluh darah. Asupan gula yang tinggi dapat memicu peradangan dan merusak lapisan endotel. Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat membuat pembuluh darah menjadi kaku dan rentan rusak, meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik, termasuk diabetes tipe 2, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

5. Makanan Ultra-Proses dan Tinggi Garam: Praktis tapi Berisiko

Ilustrasi Kerupuk. (Suara.com/Oke Atmaja)
Ilustrasi Kerupuk. (Suara.com/Oke Atmaja)

Kerupuk, makanan instan, dan makanan kalengan seringkali menjadi pilihan karena kepraktisannya.

Namun, makanan-makanan ini umumnya mengandung natrium atau garam dalam kadar sangat tinggi. "Asupan berlebih bisa meningkatkan risiko darah tinggi yang berpotensi merusak pembuluh darah." Tekanan darah tinggi memaksa jantung bekerja lebih keras dan dapat merusak dinding arteri seiring waktu, membuatnya kurang elastis.

6. Alkohol: Bukan Teman Jantung Anda

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi minuman Alkohol. (Sumber: Shutterstock)

Konsumsi alkohol secara berlebihan juga berdampak buruk. Minuman beralkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu gangguan pada proses pembekuan darah. Kondisi ini secara signifikan menambah risiko terjadinya stroke dan masalah kardiovaskular lainnya.

Menjaga kesehatan pembuluh darah adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup. Mengurangi atau menghindari keenam jenis makanan ini adalah langkah awal yang krusial.

Imbangi dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, serta rutin berolahraga untuk memastikan 'jalan tol' dalam tubuh Anda tetap lancar dan berfungsi dengan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gula, Garam, Lemak: 3 Musuh Tersembunyi di Makanan Olahan Anda? Ahli Gizi Ungkap Faktanya!

Gula, Garam, Lemak: 3 Musuh Tersembunyi di Makanan Olahan Anda? Ahli Gizi Ungkap Faktanya!

Health | Minggu, 13 Juli 2025 | 08:05 WIB

BIBI Akui Jalani Operasi Pembuluh Darah Akibat Syuting di Suhu Ekstrem

BIBI Akui Jalani Operasi Pembuluh Darah Akibat Syuting di Suhu Ekstrem

Your Say | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:16 WIB

Rekomendasi Makanan Olahan untuk Menurunkan Berat Badan: Makanan Beku hingga Kalengan

Rekomendasi Makanan Olahan untuk Menurunkan Berat Badan: Makanan Beku hingga Kalengan

Lifestyle | Sabtu, 19 April 2025 | 20:56 WIB

Terkini

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB