5 Fakta Campak di Sumenep: Jangkit Ribuan Orang, Benarkah Dipicu Hoaks Vaksin Haram?

Dany Garjito

Senin, 25 Agustus 2025 | 18:41 WIB
5 Fakta Campak di Sumenep: Jangkit Ribuan Orang, Benarkah Dipicu Hoaks Vaksin Haram?
ilustrasi penyakit campak pada anak (freepik.com/freepik)

Penyebab lonjakan infeksi diduga karena cakupan rendah

Pihak Dinas Kesehatan setempat menduga bahwa cakupan vaksinasi masih rendah.

Ada beberapa persepsi masyarakat terkait halal dan haram vaksin campak sehingga membuat kurangnya keinginan untuk divaksin.

Pihak Puskesmas Guluk-Guluk Sumenep melalui dr Fita Rabianti dalam keterangannya, dikutip Senin (25/8/2025) mengungkap bahwa ada sebagian masyarakat yang mendapat informasi hoaks bahwa vaksin campak haram.

Fita menyayangkan kabar tersebut lantaran vaksinasi campak sudah dipastikan halal.

Senada dengan Fita, Kepala Bidang P2 Dinkes Jatim drg. Sulvy Dwi Anggraini juga mengamati hal serupa.

Beredar kekhawatiran dari masyarakat terkait vaksin campak yang tersedia, sebagaimana yang disampaikan Sulvy kepada wartawan, Senin (25/8/2025).

Sulvy menilai masih banyak masyarakat yang takut akan mendapat efek samping seperti panas.

Baik dari keterangan yang disampaikan oleh dr. Fita dan drg. Sulvy mencapai kesimpulan bahwa persepsi tersebut membuat orang tua enggan untuk memberikan anaknya vaksinasi.

Keputusan enggan vaksinasi memperparah infeksi

Masih melalui keterangan yang sama, drg. Sulvy menilai bahwa kematian akibat campak yang terjadi diperparah dengan fakta bahwa beberapa pasien belum divaksin.

Kekebalan tubuh pasien yang belum divaksin campak akan sulit melawan infeksi sehingga dampak yang diakibatkan menjadi semakin besar.

Infeksi yang semakin parah akhirnya mengakibatkan beberapa kematian yang terjadi pada sejumlah warga terjangkit.

Adapun dari 17 korban meninggal dunia, 16 belum divaksinasi dan 1 korban belum lengkap vaksinasinya, papar drg. Sulvy.

Pemerintah targetkan vaksinasi

Pemerintah setempat akhirnya merespon cepat KLB yang terjadi dan menargetkan vaksinasi massal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Sumenep, Achmad Syamsuri dalam keterangannya, Senin (25/8/2025) menerangkan vaksinasi menjadi solusi utama KLB yang terjadi.

Achmad dan pihaknya akan menargetkan 26 puskesmas menggelar vaksinasi massal untuk campak, mulai hari Senin, 25 Agustus 2025.

Pihak Dinas Kesehatan setempat juga akan bekerja sama dengan satu unit rumah sakit untuk menggelar vaksinasi.

Sejumlah 78.569 anak berusia 9 bulan hingga 6 tahun menjadi target utama dalam proses vaksinasi massal tersebut.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin mRNA Dituding Picu Kanker, Peneliti BRIN: Informasi Tak Berdasar!

Vaksin mRNA Dituding Picu Kanker, Peneliti BRIN: Informasi Tak Berdasar!

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 13:32 WIB

Vaksin mRNA Sebabkan Kanker? Peneliti BRIN Buka Suara dan Ungkap Fakta Sebenarnya!

Vaksin mRNA Sebabkan Kanker? Peneliti BRIN Buka Suara dan Ungkap Fakta Sebenarnya!

Tekno | Selasa, 12 Agustus 2025 | 13:29 WIB

Penjualan Vaskin Covid Lesu, Moderna PHK 10 Persen Karyawan

Penjualan Vaskin Covid Lesu, Moderna PHK 10 Persen Karyawan

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 10:10 WIB

Neraka 8 Tahun di Pesantren Sumenep: Pengasuh Jadi Predator Seks, Satu Santri Hamil Lalu Digugurkan

Neraka 8 Tahun di Pesantren Sumenep: Pengasuh Jadi Predator Seks, Satu Santri Hamil Lalu Digugurkan

News | Senin, 28 Juli 2025 | 09:25 WIB

91 Ribu Anak Sumut Tak Pernah Divaksin, Kahiyang Ayu Minta Lakukan Ini

91 Ribu Anak Sumut Tak Pernah Divaksin, Kahiyang Ayu Minta Lakukan Ini

News | Minggu, 27 Juli 2025 | 12:27 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB