Jantung Sehat, Hidup Lebih Panjang: Edukasi yang Tak Boleh Ditunda

Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 01 Oktober 2025 | 08:28 WIB
Jantung Sehat, Hidup Lebih Panjang: Edukasi yang Tak Boleh Ditunda
Jantung Sehat, Hidup Lebih Panjang: Edukasi yang Tak Boleh Ditunda (Dok. Istimewa)
  • Hipertensi dan penyakit jantung jadi ancaman serius, sehingga edukasi gaya hidup sehat dan pemeriksaan dini sangat penting untuk pencegahan.
  • Kegiatan “Sehat on the Road” di Pakuhaji menghadirkan cek kesehatan gratis, konseling medis, dan talkshow edukatif yang disambut antusias warga.
  • Warga mendapat motivasi baru menjaga kesehatan jantung lewat informasi praktis, pemeriksaan langsung, dan ajakan mengubah pola hidup lebih sehat.

Suara.com - Penyakit jantung dan hipertensi masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.

Penyakit ini bahkan menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Ironisnya, banyak kasus hipertensi tidak terdeteksi karena gejalanya kerap muncul terlambat. 

Ditambah lagi dengan gaya hidup modern yang serba cepat, konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak, serta kurangnya aktivitas fisik yang semakin memperbesar risiko. 

Inilah yang membuat edukasi tentang pentingnya menjaga jantung sehat pun kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak.

Salah satu langkah nyata menghadirkan edukasi ini terlihat dalam kegiatan bertajuk “Sehat on the Road: Sayangi Jantungmu, Tekan Hipertensimu” yang digelar di Gedung Serba Guna Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, 17 September 2025 lalu. 

Acara yang digelar PIK2 dan bekerjasama dengan RS Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng ini dihadiri puluhan warga dari berbagai desa sekitar dengan penuh antusias.

Acara tersebut menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari cek tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol. Tujuannya sederhana namun krusial, mendeteksi dini risiko hipertensi serta memberi konseling personal dari tenaga medis profesional. 

Dengan begitu, peserta bisa memahami kondisi tubuhnya masing-masing sekaligus mendapatkan panduan praktis untuk menjaga kesehatan. Tak hanya berhenti di pemeriksaan, sesi talkshow interaktif juga digelar. 

Para dokter menjelaskan pola makan sehat, pentingnya olahraga teratur, serta mengenali tanda-tanda awal penyakit jantung. Informasi ini disambut baik oleh warga.

“Alhamdulillah, jadi lebih paham tentang penyakit jantung. Ternyata banyak hal kecil yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya,” ujar Nuraidah, salah satu peserta.

Sementara itu, Sulastri, ibu rumah tangga asal Desa Kramat, mengaku mendapatkan motivasi baru setelah tahu tekanan darahnya cukup tinggi. “Saya disarankan untuk rajin olahraga jalan kaki. Jadi sekarang saya bertekad untuk lebih peduli kesehatan,” katanya.

PIK2 menegaskan, program Sehat on the Road merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Dengan menggandeng RS Cinta Kasih Tzu Chi, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi warga, khususnya dalam mencegah hipertensi sejak dini.

Lewat inisiatif ini, PIK2 dan Tzu Chi ingin membangun kesadaran bahwa kesehatan jantung harus dijaga sedini mungkin. Bagi warga Pakuhaji, kegiatan ini tidak sekadar acara sosial, melainkan momentum penting untuk mengubah gaya hidup menuju arah yang lebih sehat.

Momentum ini menunjukkan betapa edukasi kesehatan, khususnya terkait jantung, bisa membawa perubahan nyata. Warga tidak hanya mendapat informasi, tetapi juga pengalaman langsung yang mendorong perubahan gaya hidup.

Menjaga jantung bukanlah hal sulit, cukup dengan mengatur pola makan, rutin bergerak, mengelola stres, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Inisiatif seperti “Sehat on the Road” memperlihatkan bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sangaji Unisa Yogyakarta, Jawaban atas Keresahan Mental Generasi Muda?

Sangaji Unisa Yogyakarta, Jawaban atas Keresahan Mental Generasi Muda?

Your Say | Selasa, 30 September 2025 | 13:56 WIB

Warga Sumut Sepenuhnya Terlindungi Program JKN dengan UHC Prioritas

Warga Sumut Sepenuhnya Terlindungi Program JKN dengan UHC Prioritas

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 07:10 WIB

Jangan Anggap Remeh! Smartwatch Bisa Selamatkan Jantungmu, Ini Buktinya

Jangan Anggap Remeh! Smartwatch Bisa Selamatkan Jantungmu, Ini Buktinya

Video | Selasa, 30 September 2025 | 10:05 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB