Kasus Kanker Paru Meningkat, Dunia Medis Indonesia Didorong Adopsi Teknologi Baru

Bimo Aria Fundrika

Senin, 20 Oktober 2025 | 11:02 WIB
Kasus Kanker Paru Meningkat, Dunia Medis Indonesia Didorong Adopsi Teknologi Baru
Gambaran Kanker Paru-Paru (Freepik/user17432319)
baca 10 detik
    • Kanker paru di Indonesia masih menjadi penyebab kematian tertinggi akibat keterlambatan diagnosis dan minimnya akses teknologi medis mutakhir.
    • Kegiatan Lung Cancer 360 Workshop & Symposium 2025 menjadi ajang kolaborasi pakar nasional dan internasional untuk memperkuat kapasitas tenaga medis di bidang onkologi.
    • Forum ini mendorong adopsi teknologi seperti EBUS, Cryotherapy, dan Immunotherapy untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan efektivitas terapi kanker paru.

Suara.com - Kanker paru masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, lebih dari 34 ribu kasus baru kanker paru ditemukan di Indonesia setiap tahunnya, dengan tingkat kematian mencapai lebih dari 30 ribu jiwa.

Tingginya angka ini bukan hanya akibat faktor rokok, tetapi juga keterlambatan diagnosis dan terbatasnya akses terhadap teknologi medis mutakhir di berbagai daerah.

Padahal, deteksi dini dan penanganan berbasis teknologi telah terbukti meningkatkan peluang hidup pasien. Namun, banyak tenaga medis di Indonesia yang belum memiliki kesempatan untuk mempelajari dan menguasai teknologi diagnostik terbaru seperti Endobronchial Ultrasound (EBUS) atau terapi imunologi modern.

Akibatnya, sebagian besar pasien baru mendapat diagnosis setelah penyakit berada pada stadium lanjut—ketika pilihan terapi semakin terbatas.

Ilustrasi kanker paru. (Shutterstock)
Ilustrasi kanker paru. (Shutterstock)

Kondisi ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan kolaborasi antar-tenaga medis agar sistem layanan kanker di Indonesia tak tertinggal dari kemajuan global. Di tengah kebutuhan besar tersebut, Siloam Hospitals Lippo Village menggelar Lung Cancer 360 Workshop & Symposium 2025, sebuah forum ilmiah yang menghadirkan pakar nasional dan internasional untuk membahas inovasi terbaru dalam diagnosis dan terapi kanker paru.

Mengusung tema “New Era in Oncology Expertise & Technology,” kegiatan ini menghadirkan sesi hands-on workshop dan simposium ilmiah yang membahas beragam pendekatan seperti Cryotherapy, Molecular Diagnostics, Targeted Therapy, dan Immunotherapy.

Para peserta, yang terdiri dari dokter paru, onkolog, dan tenaga medis dari berbagai daerah, memperoleh pembaruan wawasan serta pelatihan langsung menggunakan teknologi mutakhir.

Dalam forum ini, sejumlah pakar turut membagikan perspektif ilmiah dan praktik terbaik di lapangan.

Prof. Dr. dr. Allen Widysanto, Sp.P, bersama Prof. Dr. dr. Elisna Syahruddin, Sp.P(K), memaparkan pengalaman mereka melalui sesi bertema “Restoring Breath and Hope: Afatinib and Pemetrexed in the Journey of Managing NSCLC.”

baca juga

Dr. dr. Andika Chandra Putra, Sp.P(K), menekankan pentingnya diagnosis molekuler lanjutan, sementara Dr. Toh Chee Keong dari Singapura menyoroti perluasan peran imunoterapi melalui sesi “From Trials to Treatment: The Expanding Role of Atezolizumab in Lung Cancer.”

Menurut dr. Erick Prawira Suhardi, MARS, Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village, kegiatan ini bukan sekadar forum ilmiah, tetapi bagian dari transformasi layanan onkologi di Indonesia.

“Lung Cancer 360 bukan sekadar forum ilmiah, melainkan perwujudan nyata dari dedikasi kami dalam memperluas wawasan, mempercepat adopsi teknologi terbaru, dan memperkuat kolaborasi untuk menghadapi tantangan kanker paru di Indonesia,” ujarnya.

Melalui inisiatif semacam ini, mereka menegaskan perannya tidak hanya sebagai rumah sakit rujukan onkologi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu dan pelatihan medis dalam upaya menekan angka kematian akibat kanker paru di Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumah Besar, Napas yang Sempit

Rumah Besar, Napas yang Sempit

Your Say | Senin, 20 Oktober 2025 | 10:51 WIB

Bikin Pedagang Pasar Tersiksa, APPSI Tolak Raperda KTR DKI Jakarta

Bikin Pedagang Pasar Tersiksa, APPSI Tolak Raperda KTR DKI Jakarta

News | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 19:14 WIB

Prabowo Iri Anak Muda Dimanjakan AI: Zaman Saya Gak Ada ChatGPT, Enak Sekali Kalian Ya

Prabowo Iri Anak Muda Dimanjakan AI: Zaman Saya Gak Ada ChatGPT, Enak Sekali Kalian Ya

News | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 15:38 WIB

Terkini

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:58 WIB

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 20:55 WIB

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 20:52 WIB

×