Sakit dan Trauma Akibat Infus Gagal? USG Jadi Solusi Aman Akses Pembuluh Darah!

Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 03 November 2025 | 13:46 WIB
Sakit dan Trauma Akibat Infus Gagal? USG Jadi Solusi Aman Akses Pembuluh Darah!
Sakit dan Trauma Akibat Infus Gagal? USG Jadi Solusi Aman Akses Pembuluh Darah! (Dok. Istimewa)
  • Pelatihan di Bintaro mengajarkan teknik pemasangan akses vaskular dengan USG untuk pasien DIVA agar lebih aman dan tepat.
  • Dr. Irvan Setiawan menegaskan, USG membantu melihat pembuluh darah secara real-time dan mencegah komplikasi.
  • Edukasi ini diharapkan meningkatkan kesadaran tenaga medis dalam menjaga keselamatan pasien.

 

Suara.com - Data menunjukkan bahwa sekitar 11% pasien dewasa dan hingga 30% pasien anak di ruang gawat darurat mengalami Difficult Intravenous Access (DIVA), di mana pembuluh darah sulit ditemukan atau diakses.

Kondisi ini sering terjadi pada pasien anak, pasien kemoterapi, maupun pasien dengan riwayat pemasangan infus berulang. Sehingga sering menyebabkan keterlambatan terapi, peningkatan kebutuhan kateter vena sentral (Central Venous Catheter, CVC), serta stres bagi pasien maupun tenaga medis.

DIVA juga dikaitkan dengan meningkatnya angka komplikasi seperti perdarahan, infeksi, dan kegagalan pemasangan. Setiap tusukan yang gagal bukan hanya menambah rasa sakit dan kecemasan pasien, tapi juga menurunkan efisiensi pelayanan medis.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, kini teknologi ultrasonografi (USG) menjadi andalan utama dalam dunia medis. Hal inilah menjadi fokus utama dalam pelatihan klinis bertajuk “Ultrasound-Guided Vascular Access Insertion” yang digelar pada 1 November 2025 di Kedai Om George, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. 

Kegiatan ini dihadiri oleh tenaga kesehatan dari berbagai institusi yang antusias meningkatkan kompetensi mereka dalam teknik pemasangan akses vaskular dengan panduan USG.

Menurut dr. Irvan Setiawan, Dokter Anestesi dan Intensivis dari RS Premier Bintaro yang juga menjadi salah satu inisiator kegiatan ini, tujuan utama pelatihan adalah meningkatkan keselamatan dan keberhasilan prosedur akses vaskular.

“Tugas kita di sini adalah memastikan akses vaskular bisa membantu penggunaan obat-obatan yang memang harus diberikan secara sentral. Tidak semua obat bisa digunakan lewat infus perifer biasa. Ada yang bisa menyebabkan iritasi, bahkan nekrosis jika salah penanganan,” jelas dia.

Melalui pendekatan USG, kata dia, tenaga medis kini dapat melihat pembuluh darah secara real-time, termasuk vena yang tidak terlihat atau tersembunyi di bawah kulit. 

Teknik ini terbukti meningkatkan keberhasilan pada tusukan pertama sekaligus menurunkan risiko komplikasi seperti perdarahan, infeksi, atau cedera saraf.

“Dengan USG, kita bisa membedakan mana vena dan mana arteri, melihat struktur pembuluh, serta menilai kondisinya. Ini bukan hanya soal teknis, tapi soal keselamatan pasien,” tegas dr. Irvan.

Selain meningkatkan keberhasilan, pelatihan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman lintas profesi. Para peserta tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik langsung menggunakan USG.

“Intinya yang kita kerjakan adalah edukasi, bagaimana memasang akses vaskular dengan aman, cepat, tingkat keberhasilan tinggi, dan meminimalkan komplikasi,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran di kalangan tenaga kesehatan agar tidak “mencoba-coba” berulang kali pada pasien dengan akses sulit.

“Kalau sudah diketahui sulit, sebaiknya langsung gunakan ultrasound, tanpa mencoba di banyak titik. Jangan sampai pasien jadi korban coba-coba,” katanya.

Melalui inisiatif ini, dr. Irvan berharap semakin banyak tenaga kesehatan yang mampu melakukan pemasangan akses vaskular berbasis USG dengan percaya diri.

“Kesadaran inilah yang harus terus ditingkatkan agar tindakan dilakukan lebih hati-hati, efektif, dan aman bagi pasien,” pungkasnya.

Pelatihan seperti ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju standar nasional dalam praktik akses vaskular di Indonesia, di mana keselamatan dan kenyamanan pasien menjadi prioritas utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varises Mengganggu Penampilan dan Kesehatan? Jangan Panik! Ini Panduan Lengkap Mengatasinya

Varises Mengganggu Penampilan dan Kesehatan? Jangan Panik! Ini Panduan Lengkap Mengatasinya

Health | Selasa, 07 Oktober 2025 | 12:35 WIB

Smartwatch Selamatkan Nyawa: Kisah Pasien yang 'Diperintah' Jam Pintar untuk Periksa ke Dokter

Smartwatch Selamatkan Nyawa: Kisah Pasien yang 'Diperintah' Jam Pintar untuk Periksa ke Dokter

Your Say | Rabu, 01 Oktober 2025 | 15:29 WIB

Setahun usai Menikah, Susan Sameh Umumkan Kehamilan Pertama Lewat Foto USG

Setahun usai Menikah, Susan Sameh Umumkan Kehamilan Pertama Lewat Foto USG

Your Say | Sabtu, 13 September 2025 | 12:56 WIB

Terkini

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB