Dokter Kandungan Akui Rahim Copot Nyata Bisa Terjadi, Bisakah Disambungkan Kembali?

Nur Khotimah | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 18 November 2025 | 09:38 WIB
Dokter Kandungan Akui Rahim Copot Nyata Bisa Terjadi, Bisakah Disambungkan Kembali?
Ilustrasi ibu hamil. (Pexels/cottonbro studio)
  • Kasus rahim copot sangat langka, namun bisa terjadi akibat persalinan tidak aman, seperti ditangani dukun beranak yang menarik plasenta secara paksa.
  • Faktor risiko meliputi jaringan rahim yang lunak karena hormon kehamilan, kurang nutrisi, anemia, serta penanganan persalinan yang tidak sesuai medis.
  • Pentingnya perencanaan kehamilan dan tempat bersalin aman, agar ibu dan bayi selamat serta terhindar dari komplikasi serius.

Suara.com - Fenomena kasus rahim copot setelah melahirkan menggunakan tenaga paraji atau dukun beranak dibenarkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, hanya saja kasusnya sangat langka dan jarang terjadi.

Fakta ini diungkap Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG, yang ikut menanggapi kasus rahim copot setelah dibahas Dokter Gia Pratama dalam podcast Raditya Dika.

Menurut dr. Yeni fenomena rahim copot yang terjadi pada 2010 di RSUD Garut, Jawa Barat ini merupakan cerminan tingginya angka kematian ibu saat melahirkan di Indonesia karena bersalin di tempat yang kurang aman.

Seharusnya kata dr. Yeni, calon pasangan suami istri bukan hanya mempersiapkan pernikahan tapi juga mempersiapkan kehamilan, termasuk mencari tahu di mana proses persalinan aman akan dilakukan.

"Kalau di Indonesia sekarang banyak banget orang merencanakan pernikahan. Tapi kehamilannya sendiri nggak pernah direncanakan sama dia gitu ya. Nah, bagaimana kita bisa hamil dan melahirkan secara sehat," ujar dr. Yeni saat menghadiri acara peluncuran buku "The Beauty Being an Entrepreneur" karya President Director PT Regenesis Indonesia, Ir. Emmy Noviawati di Jakarta.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG di Jakarta (Suara.com/Dini Afrianti)
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG di Jakarta (Suara.com/Dini Afrianti)

Dokter obgyn yang kini mendalami bidang female sexual dysfunction ini juga mengingatkan pentingnya memikirkan, bukan hanya bayi terlahir selamat tapi juga sang ibu yang melahirkan bisa segera pulih tanpa komplikasi serius.

Sehingga fenomena rahim copot setelah melahirkan dari dukun beranak ini cerminan dari metode bersalin yang tidak baik.

Termasuk dukun beranak disebut tidak bisa menangani plasenta akreta yaitu plasenta atau ari-ari menempel terlalu kuat di rahim.

"Nah, di sini kemungkinan besar sepertinya waktu itu tidak dilahirkan oleh seorang dokter tapi oleh dukun beranak. Dan masalahnya kemungkinan besar adalah usaha dari dia untuk melahirkan placenta atau ari-arinya. Jadi ditarik terus sampai dengan jebol jadinya," ujar dr. Yeni.

Dokter yang juga pemilik klinik Health 360 itu mengakui jika rahim memiliki beberapa penggantung di tubuh yang membuatnya kuat.

Hanya saja penggantung-penggantung ini bisa lepas atau sengaja dicopot karena tindakan medis, atau struktur jaringan yang lunak lalu ditarik menggunakan kekuatan yang luar biasa.

"Jadi ada penggantung (rahim) di depan, ada yang di samping, ada yang di belakang. Nah, itu bisa aja copot. Kan kalau kita misalnya operasi angkat rahim ya bisa kita copotin. Nah, ini dicopot secara paksa gitu ya. Karena ditarik dengan kemampuan yang cukup kuat," ungkap dr. Yeni.

Ia menambahkan ada beberapa kondisi ibu hamil yang dinilai bisa berbahaya untuk dirinya dan janin di kandungan, termasuk saat nutrisi selama proses kehamilan kurang tercukupi yang akhirnya berisiko membuat jaringan jadi lebih lunak.

Bahkan kondisi seperti kekurangan sel darah merah atau anemia yang tidak terkontrol bisa secara tidak langsung "mengancam" nyawa sang ibu.

"Sedangkan kita tahu pada ibu hamil itu memiliki kadar estrogen progesteron yang tinggi. Dimana semua jaringannya jadi lunak banget. Jadi gampang banget copotnya. Gampang perdarahan, rapuh, apalagi dengan ibu yang misalnya anemia," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita dr Gia Soal Rahim Copot Tak Dipercayai Rekan Sejawat, Saksi Hidup Akhirnya Muncul

Cerita dr Gia Soal Rahim Copot Tak Dipercayai Rekan Sejawat, Saksi Hidup Akhirnya Muncul

Entertainment | Minggu, 16 November 2025 | 18:30 WIB

Lemak Perut Bikin Frustasi Pasca Melahirkan? Rahasia Tubuh Ideal Tanpa Sedot Lemak Terungkap!

Lemak Perut Bikin Frustasi Pasca Melahirkan? Rahasia Tubuh Ideal Tanpa Sedot Lemak Terungkap!

Lifestyle | Kamis, 06 November 2025 | 11:06 WIB

Ilmu Perempuan Tak Berhenti di Dirinya, tapi Hidup di Generasi Setelahnya!

Ilmu Perempuan Tak Berhenti di Dirinya, tapi Hidup di Generasi Setelahnya!

Your Say | Rabu, 05 November 2025 | 12:56 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB